Ekonomi
Rupiah Menguat 30 Poin Terhadap Dolar, Dunia Usaha Punya Harapan

Ilustrasi rupiah di atas dolar AS. (istimewa)
FaktualID – Nilai tukar (kurs) rupiah pada transaksi antarbank di Jakarta menguat 30 poin atau 0,21 persen ke posisi Rp14.325 per dolar AS, lebih baik dari penutupan perdagangan sebelumnya sebesar Rp14.355 per dolar AS. Ini menjadi harapan kepada dunia usaha di Tanah Air, khusus yang terkait dengan import barang.
Menguatnya rupiah memang cukup realistis karena kurs dolar AS merosot ke titik terendah dalam 4 bulan terakhir. Dolar AS anjlok di dekat posisi terendah empat bulan terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (24/5/2021) atau Selasa (25/5/2021) pagi WIB.
Sejak akhir Maret, greenback, yang dipandang sebagai mata uang safe-haven, terus melemah seiring dengan optimisme tentang pemulihan. Tapi belakangan penurunan tersebut tampaknya telah melambat setelah para pedagang mulai mengantisipasi kenaikan suku bunga AS ketika Federal Reserve (Fed) AS bereaksi terhadap tanda-tanda peningkatan inflasi.
“Pasar telah mulai memperkirakan Fed yang sedikit lebih hawkish ke depannya,” tulis Kepala Strategi Mata Uang Global Brown Brothers Harriman, Win Thin, pada Senin (24/5/2021) pagi.
Data yang akan dirilis pada Jumat (28/5/2021), termasuk konsumsi pribadi dan angka inflasi AS, dapat menggerakkan pasar untuk mengantisipasi nada yang lebih hawkish dari pertemuan kebijakan Fed berikutnya pada 15-16 Juni. Tapi untuk saat ini, Thin berkata, “dolar berada di bawah tekanan moderat saat minggu ini dimulai.”
Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan turun menjadi 1,604 persen pada Senin (24/5/2021) dari 1,632 persen pada akhir Jumat (21/5/2021). Pemulihan meningkat secara global, para ahli strategi mencoba untuk mengantisipasi seberapa cepat imbal hasil di negara lain akan meningkat dibandingkan kecepatan yang mungkin terjadi di Amerika Serikat.
Pedagang juga mengawasi kemajuan pada paket stimulus AS yang baru, setelah Gedung Putih mengurangi RUU infrastrukturnya menjadi 1,7 triliun dolar AS pada Jumat (21/5/2021), tetapi gagal mendapatkan dukungan Senat dari Partai Republik.
Mata uang yang menguat terhadap dolar AS adalah euro, naik 0,3 persen menjadi 1,22 dolar AS. Mata uang tunggal telah naik sekitar 4,0 persen terhadap greenback sejak Maret karena Eropa telah bergerak untuk mengejar Amerika Serikat dalam memvaksinasi rakyatnya dan menghidupkan kembali ekonominya. (F4}













