Connect with us

Ekonomi

Rupiah Melemah, IHSG BEI Menguat

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Rupiah Melemah, IHSG BEI Menguat

Rupiah melemah sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat pada penutupan perdagangan Kamis (17/7/2025)

FAKTUAL INDONESIA: Nilai tukar (kurs) rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan Kamis (17/7/2025).

Namun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat.

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari Rabu di Jakarta melemah sebesar 54 poin atau 0,33 persen menjadi Rp16.341 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.287 per dolar AS.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga melemah ke level Rp16.329 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.288 per dolar AS.

Baca Juga : Rupiah Melemah Sejak Pembukaan hingga Penutupan Perdagangan, IHSG BEI Menguat Terus

Sementara itu IHSG BEI ditutup menguat sebesar 95 poin atau 1,32 persen ke level 7.287.

Advertisement

Indeks LQ45 juga mencatat kenaikan 1,08 persen atau 8,41 poin ke posisi 787,71. Penguatan ini didorong oleh sentimen positif dari pasar global serta lonjakan saham sektor teknologi.

Sepanjang perdagangan, sebanyak 355 saham menguat, 234 saham melemah, dan 217 stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp14,29 triliun dan volume perdagangan 24,37 miliar saham.

Sektor teknologi memimpin penguatan dengan lonjakan sebesar 7,22 persen.

Sebaliknya, sektor properti dan real estat menjadi satu-satunya yang melemah, turun tipis 0,25 persen.

Baca Juga :  Akhir Pekan, Rupiah dan IHSG BEI Ditutup Menguat

Saham-saham big cap seperti Telkom Indonesia (TLKM) turut mengangkat IHSG setelah menguat 4,53 persen ke level Rp2.770, serta Barito Pacific (BRPT) yang melonjak 8,46 persen ke Rp2.180.

Advertisement

Saham lainnya yang mendominasi penguatan LQ45 adalah Indosat (ISAT), Charoen Pokphand Indonesia (CPIN), dan Alfamart (AMRT).

Adapun saham-saham yang menjadi pemberat indeks antara lain Vale Indonesia (INCO) yang turun 2,29 persen ke Rp3.420, Semen Indonesia (SMGR) minus 3,57 persen ke Rp2.700, dan Map Aktif Adiperkasa (MAPA) yang terkoreksi 2,84 persen ke Rp685.

Di samping itu, bursa saham Asia mayoritas menguat setelah Presiden AS Donald Trump membantah kabar pemberhentian Ketua The Fed Jerome Powell dan mengumumkan rencana tarif baru bagi lebih dari 150 negara kecil.

Baca Juga : Akhir Pekan, Rupiah dan IHSG BEI Ditutup Menguat

Para investor juga mencermati lonjakan ekspor Jepang ke Uni Eropa, ASEAN, dan Rusia yang menutupi penurunan ke AS dan China, serta menanti keputusan suku bunga acuan dari Bank Sentral China (PBOC) akhir pekan ini.

Indeks Nikkei 225 naik 0,60 persen, Shanghai Composite menguat 0,37 persen, dan Straits Times Singapura melonjak 0,69 persen ke 4.160,58. Sementara Hang Seng Hong Kong turun tipis 0,08 persen.

Advertisement

Bursa Eropa juga dibuka di zona hijau. Indeks DAX Jerman menguat 0,94 persen, sedangkan FTSE 100 Inggris naik 0,41 persen. Bursa AS turut mencatat penguatan dengan S&P 500 naik 0,32 persen, Dow Jones 0,53 persen, dan NASDAQ Composite 0,25 persen. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement