Connect with us

Ekonomi

Rupiah Didukung Surplus Neraca Perdagangan, IHSG akan Ikuti Wall Street

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Kurs rupiah dan IHSG pada Rabu (18/5/2022) seperti seiring sejalan, menguat

Kurs rupiah dan IHSG pada Rabu (18/5/2022) seperti seiring sejalan, menguat

FAKTUAL-INDONESIA: Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada pada Rabu diproyeksikan menguat didukung surplus neraca perdagangan dan kebijakan pelonggaran penggunaan masker.

Rupiah pagi ini bergerak melemah 3 poin atau 0,02 persen ke posisi Rp14.648 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.645 per dolar AS.

Analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Revandra Aritama mengatakan, rupiah berpeluang menguat seiring Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat nilai ekspor Indonesia mengalami kenaikan ditopang oleh kenaikan harga batu bara.

“Secara neraca perdagangan, Indonesia juga mengalami surplus 7,56 miliar dolar AS, tertinggi sepanjang sejarah. Laporan ini memberikan sentimen positif untuk rupiah,” ujar Revandra seperti dilansir antaranews.com.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mencetak surplus 7,56 miliar dolar AS pada April 2022, yang sekaligus menjadi surplus RI ke-24 kali berturut-turut.

Advertisement

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, komoditas nonmigas penyumbang surplus terbesar berasal dari lemak dan minyak hewan atau nabati, kemudian bahan bakar mineral.

Dengan demikian, secara kumulatif, neraca perdagangan RI pada Januari-April 2022, Indonesia mengalami surplus 16,89 miliar dolar AS.

“Selain itu, kemarin presiden juga mengumumkan pelonggaran penggunaan masker. Ini juga bisa menjadi faktor pendorong bagi ekonomi lokal mengingat kebijakan ini memberikan sinyal bahwa Indonesia mulai keluar fase pandemi menuju endemi,” kata Revandra.

Revandra memperkirakan rupiah hari ini berpotensi bergerak ke kisaran Rp14.600 per dolar AS hingga Rp14.700 per dolar AS.

Pada Selasa (17/5) lalu, rupiah ditutup menguat 52 poin atau 0,35 persen ke posisi Rp14.645 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.697 per dolar AS.

Advertisement

IHSG diprediksi menguat

Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu diprediksi menguat mengikuti kenaikan indeks saham utama di bursa saham Wall Street.

IHSG menguat 31,93 poin atau 0,48, persen ke posisi 6.676,39. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 7,78 poin atau 0,77 persen ke posisi 1.011,9.

“Kami memperkirakan IHSG hari ini akan bergerak menguat seiring dengan pergerakan positif bursa global dan regional,” tulis Tim Riset Samuel Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Pasar saham AS ditutup menguat pada perdagangan Selasa (17/5) kemarin. Dow Jones naik 1,34 persen, S&P 500 naik meningkat 2,02 persen, dan Nasdaq menguat 2,76 persen.

Advertisement

Pergerakan pasar dipengaruhi oleh optimisme pertumbuhan ekonomi setelah rilis data penjualan ritel AS yang lebih tinggi dari ekspektasi.

Selain itu, pergerakan pasar juga didukung pernyataan Gubernur The Fed Jerome Powell bahwa ekonomi dalam kondisi yang kuat dan bank sentral akan melakukan apapun yang dibutuhkan untuk melawan inflasi.

Imbal hasil (yield) oblogasi pemerintah AS naik 3,16 persen ke 2,97 persen dan indeks dolar AS terpantau turun 0,06 persen ke level 103,3.

Sementara itu, pasar komoditas mayoritas bergerak beragam. Harga batubara naik 5,8 persen ke level 328 dolar AS per ton dan emas naik 0,28 persen ke level 1.813,2 per troy ons.

Harga minyak WTI turun 0,27 persen ke level 113,66 dolar AS per barel, dan CPO turun 0,41 persen ke level 6.114 ringgit per ton.

Advertisement

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 172,3 poin atau 0,65 persen ke 26.832,05, indeks Hang Seng turun 102,2 poin atau 0,5 persen ke 20.500,32, dan indeks Straits Times meningkat 19,49 poin atau 0,61 persen ke 3.221,38. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement