Connect with us

Ekonomi

Ratas Usai Terima Anwar Ibrahim, Prabowo Perkuat Langkah Indonesia Hadapi Perundingan Tarif dengan Amerika

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Ratas Usai Terima Anwar Ibrahim, Prabowo Perkuat Langkah  Indonesia Hadapi Perundingan Tarif dengan Amerika

Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (Ratas) respons Indonesia terhadap tantangan ekonomi global di Istana Merdeka, Jakarta. (BPMI SETPRES)

FAKTUAL INDONESIA: Usai menerima kunjungan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) dengan fokus utama mencakup respons Indonesia terhadap tantangan ekonomi global.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya yang hadir dalam Ratas itu mengemukakan, selain itu dibahas juga  perkembangan perundingan tarif dengan Amerika Serikat (AS) serta revitalisasi kerja sama di kawasan Asia Tenggara juga menjadi pokok bahasan.

“Salah satu upaya untuk merespons dinamika tantangan ekonomi saat ini adalah dengan melakukan deregulasi sektor riil melalui Revisi Permendag 8 Tahun 2024 yang disederhanakan menjadi pengaturan sektoral, sehingga akan menjadi lebih fleksibel,” ujar Teddy.

Baca Juga : Negosiasi Tarif Impor AS-RI sudah Lewat Target 60 Hari

Menurut Teddy, Presiden Prabowo menekankan kepada jajarannya terkait pentingnya menciptakan ekosistem usaha yang kompetitif dengan menghapus hambatan perizinan yang berbelit.

“Presiden Prabowo meminta agar deregulasi sektor riil bisa berdaya saing dengan menghilangkan birokrasi perizinan, sehingga bisa menjaga pertumbuhan ekonomi di dalam negeri,” ujarnya.

Advertisement

Selain itu, rapat juga menyoroti perkembangan positif dalam perundingan tarif antara Indonesia dan AS. Pemerintah menilai kedua negara memiliki kepentingan strategis untuk menjalin hubungan dagang yang saling menguntungkan.

“Kedua negara sepakat untuk mengedepankan win-win solution dengan melihat aspek strategis hubungan ekonomi bilateral Indonesia dan Amerika Serikat. Saat ini, tim negosiator tengah membahas permintaan dan penawaran dari kedua negara secara intensif,” ujarnya.

Baca Juga : Dampak Deflasi dan Perang Tarif, Rupiah dan IHSG BEI Ditutup Melemah

Lebih lanjut, Seskab menyebutkan bahwa pemerintah Indonesia telah mendapatkan dukungan kuat dari otoritas ekonomi AS.

“Pemerintah juga telah mendapatkan dukungan dan respons positif dari US Secretary of the Treasury, Bapak Scott Bessent, dan United States Trade Representative, Bapak Jamieson Greer, terhadap inisiatif Indonesia untuk mempererat kerja sama ekonomi dengan AS,” tandasnya.

Hadir juga dalam Ratas di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (27/06/2025), itu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement