Connect with us

Ekonomi

Menko Muhaimin: Koperasi Motor Utama Mewujudkan Swasembada Pangan Sekaligus Mempercepat Pengentasan Kemiskinan

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar dorong koperasi jadi motor utama swasembada pangan dan pengentasan kemiskinan. (Kemnko PM)

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar dorong koperasi jadi motor utama swasembada pangan dan pengentasan kemiskinan. (Kemenko PM)

FAKTUAL INDONESIA: Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar mengatakan semua perlu kerja bekerja sekuat tenaga agar koperasi tumbuh dan bergerak menjadi kekuatan ekonomi dan bisa ikut bersama-sama mengatasi kemiskinan.

Dalam pertemuan dan rapat koordinasi bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan jajaran, yang berlangsung di Kantor Kementerian Koperasi, Kuningan, Jakarta, Menko Muhaimin mengemukakan koperasi adalah bagian penting dari kemandirian pangan dan energi. Oleh karena itu, koperasi memiliki peran strategis sebagai motor utama dalam mewujudkan swasembada pangan sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan.

Muhaimin menekankan bahwa penguatan koperasi merupakan langkah konkret untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis produksi dan pemberdayaan.

“Kita akan terus bekerja sekuat tenaga agar koperasi tumbuh dan bergerak menjadi kekuatan ekonomi, agar bisa ikut bersama-sama mengatasi kemiskinan, dengan target penghapusan  kemiskinan ekstrem tahun ini, dan maksimal 5% tahun 2029,” kata Muhaimin, Senin (13/4/2026).

Muhaimin menambahkan bahwa pemberdayaan masyarakat harus berfokus pada peningkatan kapasitas ekonomi dan produksi agar mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri. Oleh karena itu, koperasi terutama Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih harus menjadi garda terdepan dalam menggerakkan ekonomi nasional berbasis desa.

Advertisement

“Target pemerintah dan perintah Bapak Presiden harus ada swasembada pangan, kemandirian pangan juga menuju kemandirian energi melalui tujuan itu. Maka kooperasi harus tumbuh dan menjadi bagian integral dari kemandirian pangan dan energi kita,” ujarnya.

Lebih lanjut, Muhaimin menekankan bahwa koperasi harus menjadi bagian integral dalam rantai produksi dan distribusi pangan nasional. Koperasi diharapkan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus menjadi off-taker atau penyerap utama hasil produksi petani, peternak, dan pelaku usaha lokal.

“Kita juga akan terus mendorong agar koperasi juga meningkatkan apa yang disebut sebagai kelembagaan yang siap bersaing, kelembagaan kooperasi ya, gimana pun harus siap bersaing di tengah pasar yang menantang dan sangat menjanjikan untuk kita isi di tengah persaingan maka koperasi punya peluang untuk mengisi potensi ekonomi nasional sendiri ,” jelasnya seperti dilansir laman Kemenko PM.

Selain itu, koperasi juga diarahkan untuk menjadi pusat distribusi berbagai kebutuhan pokok masyarakat, termasuk barang bersubsidi. Gerai-gerai koperasi di desa dan kelurahan diharapkan menjadi sarana tumbuhnya produk lokal sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat dari tingkat paling bawah.

Berorientasi Pemberdayaan Masyarakat

Advertisement

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan komitmennya untuk menindaklanjuti arahan tersebut melalui penguatan program koperasi yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

“Kami akan memastikan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih menjadi instrumen penting, baik sebagai penyalur barang kebutuhan pokok dan subsidi, maupun sebagai penyerap hasil produksi masyarakat seperti pertanian, peternakan, hortikultura, hingga kerajinan,” ujar Ferry.

Ia juga menambahkan bahwa koperasi memiliki peran strategis dalam mengatasi kemiskinan. Kementerian Koperasi telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Sosial untuk mendorong keluarga penerima manfaat bantuan sosial, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH), menjadi anggota koperasi.

“Melalui keanggotaan koperasi, mereka tidak hanya mendapatkan akses terhadap kebutuhan pokok, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi melalui sisa hasil usaha, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan keluar dari kelompok desil terbawah,” tambahnya.

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya penguatan sinergi antar kementerian dalam menjadikan koperasi sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan, sekaligus mempercepat terwujudnya swasembada pangan, kemandirian ekonomi, dan pengentasan kemiskinan di Indonesia. ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement