Ekonomi

Jelang Libur 1 Muharram 1447 H, Nilai Tukar Rupiah dan IHSG BEI Ditutup Menguat

Published

on

Jelang Libur 1 Muharram 1447 H, Nilai Tukar Rupiah dan IHSG BEI Ditutup Menguat

Nilai tukar (kurs) rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sama-sama menguat pada penutupan perdagangan Kamis (26/6/2025)

FAKTUAL INDONESIA: Nilai tukar (kurs) rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), ditutup sama-sama menguat, Kamis (26/6/2025) sore, menjelang libur panjang 1 Muharram 1447 Hijrah yang jatuh pada Jumat (27/6/2025).

Penguatan rupiah dan IHSG BEI diperkirakan dipengerahi oleh rencana penggantian Ketua dan pemengkasan suku bunga The Fed.

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Kamis di Jakarta menguat sebesar 91 poin atau 0,56 persen menjadi Rp16.209 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.300 per dolar AS.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga menguat ke level Rp16.233 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.292 per dolar AS.

IHSG ditutup menguat 65,26 poin atau 0,96 persen ke posisi 6.897,40. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 10,32 poin atau 1,36 persen ke posisi 770,58.

Advertisement

Baca Juga : Rupiah dan IHSG BEI Sama-sama Menguat, Ada Pengaruh Perang Israel lawan Iran

Rencana Trump

Seperti dilansir laman berita antaranews.com, Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan, penguatan nilai tukar (kurs) rupiah sejalan dengan penyataan Presiden AS Donald Trump terkait pemilihan chairman baru dari Federal Reserve (The Fed)

“Trump menyatakan bahwa ia mempertimbangkan mempercepat proses nominasi dari chairman The Fed, dan ia sudah mempunyai tiga hingga empat nominasi chairman The Fed,” katanya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.

Mengutip Anadolu Agency, Trump kembali mendesak Gubernur The Fed Jerome Powell untuk memangkas suku bunga seiring dirinya sedang mempertimbangkan tiga-empat orang untuk menggantikan Powell.

Presiden AS menuduh Gubernur The Fed terlalu berhati-hati dan sangat politis, sembari menyatakan rasa syukur bahwa Powell akan segera pensiun.

Advertisement

Trump mengklaim ekonomi AS sangat baik dan sedang tak mengalami inflasi, ditambah adanya kucuran investasi 15 triliun dolar AS yang masuk ke kas negara dan pabrik-pabrik baru sedang dibangun.

Selagi menuntut pemotongan suku bunga, ia tetap menekankan akan mendukung kenaikan suku bunga di masa mendatang apabila inflasi meningkat

“Pernyataan (Trump) tersebut mendorong ekspektasi bahwa pemotongan suku yang lebih cepat di tahun 2025, sehingga mendorong pelemahan dolar AS secara global,” ujar Josua.

Baca Juga : Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat Sedangkan IHSG BEI Melemah

Pada pekan depan, dia menilai pergerakan kurs rupiah akan dipengaruhi dampak rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS pada hari Jumat (4/7) dan data ketenagakerjaan AS.

“Pergerakan rupiah juga berpotensi dipengaruhi oleh perkembangan dari perjanjian dagang berbagai negara menjelang deadline dari kebijakan tarif yang jatuh pada 9 Juli 2025 mendatang,” ucap dia.

Advertisement

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, nilai tukar rupiah diperkirakan berkisar Rp16.150-Rp16.300 per dolar AS pada pekan depan.

Pemangkasan Suku Bunga

Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang baku yang naik sebesar 0,89 persen, diikuti oleh sektor keuangan dan sektor infrastruktur yang naik masing- masing sebesar 0,82 persen dan 0,61 persen.

Sedangkan, empat sektor melemah yaitu sektor transportasi & logistik yang turun paling dalam sebesar 1,49 persen, diikuti oleh sektor teknologi dan sektor industri yang masing- masing turun sebesar 0,30 persen dan 0,04 persen.

Advertisement

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu SAFE, INPS, JAST, DATA dan BALI Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni RGAS, BUVA, APEX, ASPI dan NZIA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.012.938 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 21,11 miliar lembar saham senilai Rp14,81 triliun. Sebanyak 357 saham naik 246 saham menurun, dan 200 tidak bergerak nilainya.

Baca Juga : Nilai Tukar Rupiah dan IHSG BEI Sama-sama Ditutup Melemah

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 645,93 poin atau 0,31 persen ke 39.588,00, indeks Shanghai melemah 7,52 poin atau 0,22 persen ke 3.448,19, indeks Hang Seng melemah 149,27 poin atau 0,61 persen ke posisi 24.325,31, dan indeks Straits Times menguat 8,92 poin atau 0,24 persen ke 3.935,09.

Dalam pantauan media online seperti dilaporkan antaranews.com, IHSG BEI pada Kamis sore, ditutup menguat seiring optimisme pemangkasan suku bunga acuan oleh The Fed pada tahun ini.

“Pasar keuangan memperkirakan peluang penurunan suku bunga pada pertemuan kebijakan Federal Reserve bulan Juli 2025 sebesar 25 persen, dan melihat 67 persen probabilitas pemangkasan suku bunga pertama tahun ini terjadi di bulan September 2025,” sebut Tim Riset Phillips Sekuritas Indonesia dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.

Advertisement

Ketua bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed Jerome Powell memberikan keterangan di hadapan Komite Perbankan (Banking Committee) Senate (DPD) pada hari kedua rapat degan pendapatnya di Kongres (MPR) AS.

Jerome Powell menegaskan kembali bahwa The Fed berada dalam posisi yang baik, untuk menunggu pemangkasan suku bunga acuan hingga dampak inflasi dari kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump semakin jelas.

Dengan kata lain, The Fed masih mempelajari dampak dari kebijakan tarif perdagangan Presiden Trump terhadap kebijakan moneter sebelum memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan. ***

Advertisement
Exit mobile version