Ekonomi

IHSG BEI Senin 11 Mei 2026: Kebakaran Sejak Pembukaan hingga Penutupan, Terus Melemah atau Rebound?

Published

on

IHSG BEI Senin 11 Mei 2026: Kebakaran Sejak Pembukaan hingga Penutupan, Terus Melemah atau Rebound?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan Senin (11/5/2026), terjerembab di zona merah setelah ditutup melemah. (Foto AI/Istimewa)

FAKTUAL INDONESIA: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) gagal mempertahankan kekuatannya di awal pekan. Bahkan perdagangan saham Senin (11/5/2026), IHSG kebakaran sejak pembukaan hingga penutupan , sehingga menimbulkan kebimbangan antara terus melemah atau mampu rebound untuk esok, Selasa (12/5/2026).

Ketika perdagangan dibuka pagi hari tadi, IHSG sudah masuk zona merah karena melemah 9,46 poin atau sekitar 0,14 persen ke level 6.959,94. Bahkan pada penutupan perdagangan, bursa kebanggaan Indonesia ini terjerembab di zona merah, ditutup melemah 63,78 poin atau 0,92% ke level 6.905,62.

Baca Juga : IHSG BEI Jumat 8 Mei 2026: Menguat Kemudian Anjlok Nyaris 3%, Berpotensi Tetap Terkapar

Sepanjang hari, indeks bergerak fluktuatif dengan tekanan jual yang cukup masif, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps). Indeks sempat melakukan rebound terbatas setelah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk menunda penerapan tarif royalti baru bagi sejumlah komoditas tambang utama.

Berdasarkan data perdagangan, seperti dilansir mediaindonesia, mayoritas sektor saham mengalami koreksi. Sektor transportasi mencatat penurunan terdalam sebesar 2,88 persen diikuti energi yang merosot 2,02 persen dan keuangan sebesar 1,74 persen. Sebaliknya, hanya sektor infrastruktur yang mampu bertahan di zona hijau dengan penguatan 1,52 persen.

Baca Juga : IHSG BEI Rabu 6 Mei 2026: Bergairah, Cetak Hattrick Menguat hingga Ancaman Aksi Ambil Untung

Statistik perdagangan hari ini mencatat:

Advertisement
  • Volume Perdagangan: 39,08 miliar saham.
  • Nilai Transaksi: Rp20,41 triliun.
  • Frekuensi: 2,8 juta kali transaksi.
  • Kapitalisasi Pasar: Rp12.283 triliun.
  • Tercatat sebanyak 463 saham melemah, 263 saham menguat, dan 233 saham stagnan.
  • Kondisi ini sejalan dengan pelemahan mayoritas indeks di bursa Asia yang tertekan sentimen global setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal damai dari Iran.
  • Sektor Terlemah: Sektor transportasi memimpin kejatuhan dengan merosot 2,88%, disusul sektor energi (-2,02%) dan keuangan (-1,74%).
  • Sektor Bertahan: Hanya sektor infrastruktur yang mampu melawan arus dengan penguatan tipis 1,52%.

Meski indeks ambruk, beberapa saham masih mampu mencatatkan prestasi. Saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) melonjak signifikan sebesar 11,06%, disusul oleh MBMA yang naik 6,03% berkat sentimen positif di sektor hilirisasi mineral.

Baca Juga : IHSG BEI Senin 4 Mei 2026: Bergerak Dinamis Menguat Tetap Waspadai Potensi Profit Taking

Tertekan Kombinasi Serangan

Para analis mencatat ada kombinasi “serangan” sentimen yang membuat IHSG tak berdaya hari ini:

  • Tensi Panas Global: Penolakan Presiden AS Donald Trump terhadap proposal damai dari Iran memicu kekhawatiran pelaku pasar akan ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Hal ini membuat investor cenderung menarik dana dari pasar negara berkembang (emerging markets).
  • Menanti Rebalancing MSCI: Menjelang pengumuman penyesuaian indeks global MSCI pada 12 Mei, banyak investor melakukan penyesuaian portofolio. Saham-saham seperti DSSA dan BREN tercatat menjadi penekan utama karena kekhawatiran akan keluar dari indeks tersebut.
  • Pelemahan Rupiah: Nilai tukar Rupiah yang menembus level Rp17.414 per USD turut memberikan sentimen negatif bagi beban operasional emiten yang memiliki ketergantungan impor tinggi.
  • Kepastian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahwa tarif royalti baru tetap akan berlaku mulai awal Juni 2026.

Baca Juga : IHSG Kamis 30 April 2026: Terpeleset ke Zona Merah, Waspada, Berpotensi Sideways Cenderung Melemah

Proyeksi Melemah atau Rebound

Melihat tren penutupan hari ini, Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahan pada perdagangan berikutnya. Investor disarankan untuk mewaspadai level support di kisaran 6.750 hingga 6.850.

“Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan dan menguji level support di 6.750-6.850,” tulis Phintraco Sekuritas dalam ulasan, Senin (11/5/2026).

Sementara itu, MNC Sekuritas juga memprediksi IHSG akan rawan terkoreksi ke rentang 6.645-6.838 dan meskipun menguat nampaknya akan menguji kembali 6.972-7.012.

Advertisement

Baca Juga : IHSG BEI Selasa 28 April 2026: Dibuka Menguat namun Terjerumus ke Zona Merah Sepekan Beruntun

MNC Sekuritas memberikan rekomendasi saham ANTM, KLBF, MDKA, dan PTRO untuk trading, Selasa (12/5/2026).

Sedangkan Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengatakan secara teknikal IHSG belum mengalami breakdown yang valid meskipun sempat membentuk lower low. Namun dia menilai tren pelemahan IHSG mulai terbatas dan membuka peluang rebound jangka pendek.

Untuk perdagangan Selasa (12/5/2026), ia seperti dikutip dari Kontan memproyeksikan IHSG akan bergerak dalam rentang support di 6.847 dan 6.715, serta resistance di 7.014 dan 7.110.

Jadi pelemahan hari ini mencerminkan sikap hati-hati investor menghadapi libur panjang pekan ini (Kenaikan Yesus Kristus pada hari Kamis dan Jumat). Pasar diperkirakan masih akan bergejolak besok, menunggu hasil akhir dari rebalancing indeks MSCI yang sangat dinanti. ***

Advertisement
Exit mobile version