Ekonomi

IHSG BEI Senin 10 Agustus 2026: Terpangkas 44,28 Poin Tertekan Aksi Profit Taking, Selasa Konsolidasi

Published

on

IHSG BEI Senin 10 Agustus 2026: Terpangkas 44,28 Poin Tertekan Aksi Profit Taking, Selasa Konsolidasi

Meski sempat menguat di awal sesi, tekanan jual dan aksi profit taking di sesi kedua menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ke zona merah di tengah derasnya outflow investor asing pada perdagangan, Senin (10/8/2026). (Foto: Istimewa)

FAKTUAL INDONESIA: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) gagal bertahan di zona hijau meskipun sempat menguat saat pembukaan perdagangan perdagangan Senin (10/8/2026) pagi.

Ketika perdagangan saham dibuka, IHSG bergerak menguat 30,95 poin atau 0,48 persen ke posisi 6.440,60. Pergarakan IHSG ini juga diwarnai oleh naiknya kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 sebesar 2,16 poin atau 0,34 persen ke posisi 642,45.

Meski sempat menguat di awal sesi hingga menyentuh level tertinggi harian 6.462, tekanan jual dan aksi profit taking di sesi kedua menyeret IHSG ke zona merah di tengah derasnya outflow investor asing.

Baca Juga : IHSG BEI Jumat 7 Agustus 2026: Merekah di Perdagangan Akhir Pekan, Ketahan Diuji Senin Depan

Akhirnya IHSG tergelincir sehingga ditutup melemah pada akhir perdagangan awal pekan, Senin (10/8/2026). Indeks acuan terpangkas 44,28 poin atau 0,69 persen menuju posisi 6.365,37.

Indeks LQ45 juga turun 6,16 poin atau 0,96 persen ke posisi 634,13 pada penutupan perdagangan.

Advertisement

Pelemahan IHSG menyimpang dari tren bursa saham regional Asia yang didominasi penguatan. Indeks Nikkei menguat 2,22 persen ke 67.064,00, Shanghai menguat 0,67 persen ke 3.966,59, Hang Seng menguat 1,05 persen ke 25.937,49, Kospi menguat 0,65 persen ke 6.299,66, dan Strait Times menguat 1,05 persen ke 5.694,43.

Baca Juga : IHSG BEI Kamis 6 Agustus 2026: Terpeleset Tipis Dipenutupan, Konsolidasi Menguat Terbatas

Kombinasi Sentimen Domestik dan Global

IHSG BEI melemah hari ini  seiring kombinasi sentimen domestik dan global. “Pergerakan IHSG dipengaruhi katalis sentimen eksternal dan juga internal,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya, Senin.

Seperti dilansir Metrotv,  dari dalam negeri, hasil survei Bank Indonesia (BI) menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Juli 2026 turun menjadi 116,8 dari 117,8 pada Juni 2026. Meskipun masih berada pada level optimistis karena di atas 100, penurunan IKK memberikan indikasi konsumen mulai lebih berhati-hati terhadap kondisi ekonomi rumah tangga.

Penurunan tersebut juga tercermin pada Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK). Keduanya masih berada pada level optimistis, masing-masing sebesar 107,9 dan 125,7, meski turun dari bulan sebelumnya yang masing-masing sebesar 109,2 dan 126,4.

Advertisement

Baca Juga : IHSG BEI Rabu 6 Agustus 2026: Perkokoh Posisi Zona Hijau, Awas Aksi Rehat Sejenak

Sedangkan dari mancanegara, bursa regional Asia cenderung menguat setelah laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) lebih lemah dari perkiraan. Kondisi tersebut meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September 2026.

Jumlah pekerjaan nonpertanian AS secara tak terduga turun 23 ribu pada Juli 2026. Revisi penurunan tajam pada dua bulan sebelumnya juga menandakan pelemahan kondisi pasar tenaga kerja.

Pelaku pasar kini memperkirakan sekitar 44 persen kemungkinan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September 2026, turun dari 67 persen sepekan sebelumnya. Pasar selanjutnya mencermati data inflasi AS yang akan dirilis pekan ini untuk memperoleh petunjuk tambahan mengenai arah kebijakan moneter The Fed.

Di sisi lain, pelaku pasar terus memantau perkembangan di Timur Tengah. Iran membantah telah mengadakan pembicaraan langsung dengan AS, meskipun Washington menyatakan kesepakatan sudah dekat.  Kekhawatiran terhadap pasokan juga meningkat setelah kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran menyatakan telah menyerang kilang Jazan milik Saudi Aramco.

Baca Juga : IHSG BEI Selasa 4 Agustus 2026: Rebound Melonjak ke Level 6.319, Masih Ada Ruang Penguatan

Prediksi Selasa 11 Agustus 2026

Advertisement

Laju IHSG pada perdagangan Selasa (11/8/2026) diproyeksikan bergerak fluktuatif cenderung berkonsolidasi untuk menguji level support terdekat.

Para pelaku pasar disarankan untuk tetap cermat dalam memilih saham (select stock) dengan fokus pada emiten yang berkinerja solid serta memiliki fondasi fundamental yang kuat.

Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai bahwa ruang kenaikan indeks menjadi cukup terbatas karena para pelaku pasar memilih untuk bertindak lebih waspada. Pergerakan IHSG pada perdagangan Selasa (11/8/2026) diproyeksikan masih rawan melanjutkan tren koreksi jangka pendek.

“IHSG masih rawan terkoreksi dengan level support di 6.344 dan resistance di 6.385,” jelas Herditya.

Selain faktor internal teknikal, kehati-hatian para pemodal juga dipengaruhi oleh penantian rilis indikator ekonomi penting dari pasar global dalam waktu dekat.

Advertisement

Baca Juga : IHSG BEI Senin 3 Agustus 2026: Melemah Tipis Didorong Penurunan 8 Saham, Berpotensi Rebound Terbatas

“Kami perkirakan investor akan cenderung wait and see dalam pekan ini dengan adanya rilis data CPI dan PPI Amerika Serikat, serta hasil review MSCI,” imbuhnya seperti dilansir readers.

Rangkaian sentimen global tersebut membuat transaksi di pasar saham diperkirakan bergerak terbatas. Untuk strategi investasi, saham DSSA direkomendasikan pada rentang Rp1.100-Rp1.195, ESSA di kisaran Rp700-Rp730, serta HRTA di level Rp2.290-Rp2.380 per saham.

  • Area Support:320 – 6.350
  • Area Resistance:410 – 6.450
  • Katalis Utama: Penguatan nilai tukar rupiah yang bertahan di bawah level Rp17.800 per dolar AS berpotensi menahan koreksi lanjutan. Selain itu, investor mencermati pergerakan harga komoditas global dan rilis data ekonomi domestik terkait Indeks Keyakinan Konsumen.

Sembilan Sektor Melemah

Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, sebanyak 306 saham naik, 340 saham turun, dan 317 saham tidak bergerak.

Hanya dua sektor menguat, sementara  sembilan sektor melemah dengan sektor kesehatan mencatat penurunan terdalam sebesar 0,60 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor barang barang konsumen primer yang turun masing-masing sebesar 0,38 persen dan 0,34 persen.

Baca Juga : IHSG BEI Jumat 31 Juli 2026: Ceria di Akhir Pekan dan Bulan, Berpeluang Teruskan Tren Penguatan

Saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar antara lain GIAA, GMFI, SULI, STAR, dan IOTF. Sementara saham dengan pelemahan harga terbesar yakni FORU, BAIK, VOKS, MITI, dan RODA.

Advertisement

Statistik Perdagangan Senin

  • Posisi Penutupan:365,37 (-0,69%)
  • Rentang Pergerakan Harian:362,75 – 6.462,73
  • Nilai Transaksi: Rp18,18 triliun
  • Frekuensi perdagangan:607.000 transaksi
  • Volume Perdagangan: 45,45 miliar lembar saham
  • Arus Modal Asing: Net Sell Rp875 miliar di pasar reguler

Baca Juga :  IHSG BEI Kamis 30 Juli 2026: Rebound Melesat 94 Poin, Waspada Aksi Profit Taking Akhir Pekan

Sentimen Penggerak Pasar

  • Aksi Ambil Untung (Profit Taking): Setelah kenaikan tajam pekan lalu, investor memanfaatkan penguatan di awal sesi untuk merealisasikan keuntungan, khususnya pada sektor konsumer non-primer (-1,37%) dan infrastruktur (-1,25%).
  • Divergensi dengan Bursa Regional: Laju koreksi IHSG berlawanan arah dengan mayoritas bursa Asia yang menguat, seperti Nikkei 225 (+2,22%) dan KOSPI (+0,65%).
  • Aktivitas Investor Asing: Penjualan bersih (net sell) oleh modal asing menahan laju penguatan saham-saham berkapitalisasi besar (big caps).
  • Sentimen Domestik: Investor cenderung mengambil sikap wait and see menjelang pengumuman rebalancing indeks MSCI dan kepastian arah kebijakan moneter bank sentral. ***

Exit mobile version