Kesehatan
Golla Kombu dari Mandar, Selain Bercita Rasa Khas juga Menyehatkan

Foto: Istimewa
FAKTUALid – Golla kambu adalah kuliner masyarakat Mandar di Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) yang paling diminati para pelancong.
Bentuknya mirip seperti wajik dari Jawa dengan cita rasa manis yang sangat khas. Makanan ringan ini pun berbahan baku yang menyehatkan tubuh, yakni beras ketan, kelapa masih muda kemudian diparut, kacang tanah yang telah disangrai, dan gula merah.
Seperti kelapa parut. Ahli gizi mengatakan, kelapa parut yang dikonsumsi member banyak manfaat bagi tubuh. Di antaranya meningkatkan fungsi otak. Bagi anda yang ingin memiliki daya ingat yang kuat serta kecerdasan tinggi, anda bisa mengkonsumsi makanan olahan dari kelapa parut.
Kelapa parut juga bisa menjaga kesehatan jantung. Selain itu kelapa parut bisa meningkatkan sistem imun. Dengan demikian, tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan jantung Anda saja, tetapi dengan kandungan nutrisi baik pada kelapa parut dapat meningkatkan sistem imun anda. Seiring dengan adanya peningkatan pada sistem imun anda, maka anda akan jarang terkena penyakit flu, batuk dan demam.
Kembali pada golla kambu, kendati pembuatannya tidak memakai bahan pengawet, golla kambu mampu bertahan tak hanya dalam hitungan minggu, melainkan hingga berbulan-bulan walaupun hanya menggunakan pembungkus dari daun pisang kering. Inilah keunikan lain dari makanan dengan tekstur berseratnya yang padat.
Kudapan khas suku yang berdiam di Kabupaten Polewali Mandar atau Polman di Sulawesi Barat ini disukai oleh berbagai kalangan. Sensasi rasa manis dari golla kambu akan semakin nikmat dimakan ditemani air teh tawar atau kopi hitam.
Saat Ramadan, makanan ini kerap dihidangkan sebagai pelengkap menu berbuka puasa karena rasa manisnya diyakini mampu memulihkan energi setelah seharian menahan haus dan lapar. Karena itu pula, di bulan puasa permintaan akan golla kambu biasanya meningkat 4–5 kali lipat dibandingkan hari-hari biasa.
Makanan ini dapat dijumpai dan dinikmati setiap hari di sejumlah pusat jajanan tradisional di Polewali, pusat pemerintahan Polman. Sentra produksi golla kambu terkenal terdapat di daerah Botto yang berada di tepi poros jalan Polman menuju Majene. Botto adalah salah satu desa yang masuk ke dalam administrasi Campalagian, sebuah kecamatan seluas 87,85 kilometer persegi.
Di Botto, golla kambu dijual sebagai buah tangan khas Mandar. Golla kambu biasanya ditawarkan kepada pengunjung dalam bentuk kemasan pembungkus berbahan plastik berisi 8–10 bungkus kecil daun pisang kering makanan wajik ala Mandar ini. Dalam satu kemasan plastik ini, para penjual biasanya menawarkannya dengan harga antara Rp10.000 hingga Rp15.000. Bahkan makanan ini juga telah dipasarkan di situs-situs e-dagang dengan rentang harga Rp18.500-Rp20.000 per bungkus.
Agar lebih menarik minat pembeli, para produsen gallo kambu juga sudah mulai mengkreasikan produk mereka dengan rasa durian. Kreasi ini disebut baje durian dengan rasa khas buah dari kulit berduri tersebut. Baje atau golla kambu durian ini tentu saja memiliki aroma khas menyengat yang makin menggugah selera. Harganya pun sedikit lebih mahal dari golla kambu kacang. Kreasi durian ini pun ikut menjadi varian yang paling dicari oleh para penikmat golla kambu***














