Connect with us

Kesehatan

Diet 1975, Rahasia Perempuan Jepang Miliki Tubuh Indah

Diterbitkan

pada

Diet 1975 digemari di Jepang.(ist)

FATUAL-INDONESIA : Sudah bukan rahasia lagi jika perempuan-perempuan Jepang bertubuh langsing dan berumur panjang dibanding perempuan-perempuan Asia lainnya. Apa rahasia mereka sehingga bisa menjaga keindahan dan kesehatan tubuhnya?

Konon, perempuan Jepang memiliki ilmu turun-temurun dalam menjaga keindahan dan kesehatan tubuhnya. Dikutip Nippon.com, salah satu diet yang dipercaya mereka adalah Diet 1975. Yaitu diet yang bisa membantu menjaga perpanjangan usia.

Apa itu Diet 1975?

Dalam hal makanan, Diet 1975 lebih banyak mengonsumsi kacang-kacangan, buah-buahan, rumput laut, makanan laut, bumbu, dan rempah-rempah daripada tiga jenis diet lainnya.

Menu Diet 1975 memiliki variasi hidangan kecil yang jumlahnya setidaknya tiga, selain nasi dan sup.

Advertisement

Cara memasaknya pun biasa bervariasi seputar direbus, dikukus, dan mentah, bisa juga dipanggang. Memasak dengan menggoreng dan menumis agak kurang umum pada era tersebut. Sebab, memasak dengan api besar, seperti saat menggoreng dengan minyak dapat membuat nutrisi rusak.

Misalnya, ikan makarel yang kaya akan kandungan sehat omega-3, EPA dan DHA, jika digoreng hanya akan menyisakan sepersepuluh EPA dan DHA.

Para wanita Jepang era 1975 biasa makan dengan bahan-bahan kedelai, makanan laut, umbi-umbian, sayuran hijau dan kuning, buah, rumput laut, jamur, dan teh hijau. Telur, produk susu, dan daging juga dikonsumsi, tetapi dalam jumlah sedang.

Kemudian, biasanya para wanita Jepang meracik bahan makanan sehat itu dengan bumbu-bumbu fermentasi yang beragam, meliputi kecap, miso, cuka, mirin, hingga sake, yang dipadukan dengan kaldu dashi yang membantu memberikan rasa sedap pada makanan tanpa terlalu banyak menggunakan garam dan gula.

Variasi menu

Advertisement

Berikut ada beberapa contoh variasi menu dari diet Jepang 1975, yang dilansir dari Nippon, yang bisa Anda ikuti.

1)    Untuk menu harian I, ada menu sarapan dengan nasi, salmon asin panggang, natto (kedelai fermentasi), sup miso dengan kol China dan tauge. Menu makan siangnya dengan kitsune udon (mie udon dengan aburaage), dan buah.

Menu makan malam dengan nikujaga (sup kentang dan daging), rumput laut mozuku cuka, sup bening dengan kol dan telur.

2)    Untuk menu harian II, ada menu sarapan dengan roti kismis, telur dadar, sosis tumis dengan kol, buah, dan susu. Menu makan siangnya dengan nasi digoreng, sup rumput laut wakame.

Menu makan malam dengan nasi, chikunzen-ni (sayuran akar yang direbus dengan ayam), tofu dingin, sup miso dengan bayam dan aburaage (irisan tofu goreng).

Advertisement

3)    Untuk menu harian III, ada menu sarapan nasi mackerel kuda kering, bayam komatsuna dengan kerang, kacang manis-gurih, sup miso dengan terong.

Menu makan siang dengan mie digoreng, mitsumame (jelly agar-agar manis) dengan buah-buahan.

Menu makan malam dengan nasi, sup krim, sawi putih rebus dengan udang kering dalam kaldu, mentimun dan salad hijiki.

Dalam kandungan makanan menu diet Jepang 1975, konsumsi jus dan minuman bersoda manis relatif rendah. Dengan kandungan bahan-bahan yang sehat, generasi dengan diet Jepang 1975, terindar jauh dari resiko diabetes, kepikunan, penuaan juga berkembang lambat, dan tubuh mereka juga lebih bugar.

Para peneliti mengukur seberapa baik pria dan wanita mematuhi Japanese Food Guide Spinning Top, terlepas dari perbedaan detailnya, spinning top setara dengan piramida makanan Australia. Studi tersebut menunjukkan bahwa wanita Jepang yang lebih tua mengikuti panduan diet lebih baik daripada kebanyakan pria.

Advertisement

“Individu dengan kepatuhan lebih dekat pada pedoman diet Jepang memiliki risiko kematian yang lebih rendah dari semua penyebab dan penyakit kardiovaskular, terutama penyakit serebrovaskular,” studi menyimpulkan.

Wanita-wanita Jepang juga lebih mungkin bekerja di industri primer, minum teh hijau dan memiliki asupan energi yang lebih tinggi.

“Temuan kami menunjukkan bahwa konsumsi energi yang seimbang, biji-bijian, sayuran, buah-buahan, daging, ikan, telur, produk kedelai, produk susu, dan minuman beralkohol dapat berkontribusi pada umur panjang dengan mengurangi risiko kematian, terutama dari penyakit kardiovaskular, di populasi Jepang,” demikian studi menyimpulkan.

Penelitian Diet 1975?

Pada sebuah penelitian, para peneliti menerapkan banyak metodologi dengan membuat menu mingguan yang mewakili diet dari tahun 2005, 1990, 1975, dan 1960.

Advertisement

Hasilnya, dibandingkan dengan kelompok tahun 2005, kelompok tahun 1975 dan 1990 memiliki lebih sedikit lemak visceral dan cenderung tidak mengalami obesitas. Selain itu, kelompok diet tahun 1975 memiliki risiko diabetes dan perlemakan hati yang paling rendah.

“Analisis kami tentang ekspresi gen di hati menemukan pemecahan lemak yang relatif aktif dan menekan sintesis asam lemak pada kelompok tahun 1975, yang kemungkinan besar menyumbang akumulasi lemak dan lemak visceral yang lebih rendah di hati,” kata peneliti dikutip dari Nippon.

Penelitian diet dilakukan pada sekelompok tikus sebelum dilakukan pada manusia. Penelitian juga menunjukkan dampak komparatif pada umur panjang dan proses penuaan. Tampak pada minggu ke-24, ada kelompok tikus yang mengalami penuaan fisik, tetapi pada minggu ke-48 penuaan lebih jelas pada kelompok tahun 2005, dibandingkan dengan tikus kelompok 1990 dan 1975.

Namun, penuaan paling lambat terjadi pada kelompok tikus yang menjalani diet 1975. Begitu juga pada peningkatan memori. Minggu ke-24, kelompok tikus menunjukkan sedikit perbedaan dalam hal pembelajaran dan memori.

Minggu ke-48, kelompok tikus yang menjalani diet 1975 menunjukkan lebih sedikit kehilangan memori dan kapasitas belajar daripada kelompok tikus yang menjalani diet 2005. Lebih lanjut, kelompok tikus 1975 dan 1990 juga memiliki rentang hidup yang lebih panjang dari kelompok 2005.

Advertisement

Tampak kelompok 1975 berkinerja sangat baik dalam hal umur panjang. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa diet Jepang tahun 1990 dan 1975 lebih sehat untuk tikus daripada tahun 2005.

Diet 1975 Pada Manusia

Setelah melakukan penelitian pada tikus, para peneliti yang telah mendapatkan otorisasi dari Komite Etika Penelitian Universitas Tohoku, memulai melakukan penelitian dengan menggunakan subjek manusia.

Hasilnya, menunjukkan dampak yang sama. Indeks massa tubuh rata-rata dan berat badan dari orang-orang yang ada di kelompok diet 1975 telah menurun secara signifikan, bersama dengan lingkar pinggang.

Ditambah lagi tingkat kolesterol LDL (kolesterol jahat) mengalami turun, sementara kolesterol HDL (kolesterol baik) mengalami kenaikan. Hemoglobin A1C atau indikator diagnosis diabetes dan pra-diabetes juga menurun.

Advertisement

Bakteri tertentu yang dikaitkan dengan risiko penyakit pada usus kelompok 1975 juga terpantau lebih kecil. Hal ini menunjukkan bahwa manfaat keseçhatan dari dietJepang 1975 dipercaya berhubungan dengan flora usus dan metabolitnya.

“Singkatnya, penelitian kami hingga saat ini mendukung hipotesis bahwa, dalam hal kesehatan dan umur panjang, diet Jepang tahun 1975 lebih unggul daripada diet khas Jepang saat ini,” kata peneliti.***

 

 

 

Advertisement

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement