Nusantara
Perangi Covid-19, Pangdam dan Kapolda Jateng Terjun ke Jepara

Kapolda Jateng, Pangdam IV/Diponegoro dan Bupati Jepara beri keterangan pers. (Istimewa)
FAKTUALid – Melonjaknya kasus penyebaran Covid-19 di Kabupaten Jepara sejak awal Juni 2021, membuat daerah yang terkenal dengan mebel ukirnya ini menjadi salah satu prioritas penanganan di Jawa Tengah.
Untuk mempercepat proses pengendalian penyebaran Covid-19 tersebut, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Rudinto bersama Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi, menggelar apel penanganan Covid- 19 di Kabupaten Jepara, Kamis (24/6/2021).
Namun mengingat hujan acara yang semula direncanakan di alun-alun, kemudian dipindahkan ke pendopo Kabupaten Jepara. Acara disamping diikuti Forkopimda Jepara, juga Forkopimcam, unsur TNI–Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan ormas dan sejumlah pejabat penting.
Menurut Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi, tingginya angka kasus Covid-19 pasca lebaran termasuk di Jepara, harus ditanggapi dengan kerja keras semua pihak.
“Segala daya harus dikerahkan demi menekan angka penyebaran Covid-19 yang disertai dengan menikngkatnya angka kematian,” tegas Irjen Ahmad Luthfi
Di sisi lain, Pamdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Rudinto, mengajak seluruh masyarakat untuk bahu membahu guna mengendalikan virus yang semakin nampak ganas. Kuncinya adalah sinergitas semua pihak untuk bekerja secara serius.
Sedang Bupati Jepara, Dian Kristiandi, dalam paparannya menjelaskan hingga hari ini di Jepara tercatat total warga yang terkonfirmasi sejak awal pandemi sebanyak 12.711 orang. Dari jumlah itu, tercatat 644 orang meninggal dunia dan 1.958 orang masih dalam status positif.
Kecamatan Jepara, menjadi wilayah dengan paparan terbanyak yaitu 1.898 orang dan 95 orang meninggal. Sementara terkecil Kecamatan Karimunjawa dengan 2 kasus, 1 diantaranya meninggal.
“Pada bulan Juni, sampai tanggal 24 ini, tercatat 4.536 kasus dan tertinggi adalah tanggal 17 Juni dengan angka 412 orang,” ujarnya.
Bupati Jepara juga menjelaskan, klaster aktif sampai bulan Juni yang sebagian besar didominasi klater keluarga, fasilitas kesehatan, pondok pesantren, perkantoran serta industri.
Untuk memutus mata ranta penyebaran Covid-19, telah dilakukan pemeriksaaan sampel pada bulan Juni sebanyak 8.014 sampel. Untuk mendukung penanganan Covid-19 ini, di Jepara terdapat 24 fasilitas kesehatan.
Dian Kristiandi juga menjelaskan, untuk pelayanan ruang isolasi covid-19, Jepara memiliki 6 rumah sakit rujukan dengan kapasitas ruang isolasi 193 tempat tidur dan ICU 18 tempat tidur dengan BOR rata-rata pada Juni 2021 sekitar 87,56 %.
Selain itu, pasca meledaknya kasus pada awal Juni, pihaknya telah membuat tempat isolasi terpusat dengan kapasitas tempat tidur 172 buah. Tempat isolasi terpusat tersebut berada di BLK Pecangaan dengan kapasitas 48 tempat tidur, hotel Julia 14 tempat tidur dan Asrama Undip di Teluk Awur dengan kapasitas 110 tempat tidur.
“Sementara ruangan isolasi di tiga tempat isolasi terpusat ini memiliki tempat tidur sebanyak 55 buah dengan keterisian 32,0 %,” pungkasnya. (Ki Pujo Pandunung)***














