Connect with us

Internasional

Ukraina Klaim 50 Tewas Dalam Serangan Roket Di Pusat Evakuasi Kereta Api

Diterbitkan

pada

Seorang pria berjalan melewati mobil yang terbakar di lokasi serangan rudal, di stasiun kereta api, di tengah invasi Rusia ke Ukraina, di Kramatorsk.(Reuters).

FAKTUAL-INDONESIA: Ukraina menyatakan 50 orang termasuk lima anak-anak, tewas dan banyak yang terluka dan kehilangan anggota badan, dalam serangan roket di sebuah stasiun kereta api yang dipenuhi warga sipil. Saat kejadian, warga sipil sedang melarikan diri dari ancaman serangan besar Rusia di timur negara itu.

Ketika otoritas regional bergegas untuk menyelamatkan warga sipil dari bahaya, sekelompok pemimpin Uni Eropa sementara itu mengunjungi Kyiv untuk menawarkan dukungan kepada Presiden Volodymyr Zelenskiy. Mereka meyakinkan bahwa akan ada jalan menuju keanggotaan Uni Eropa untuk Ukraina.

Zelenskiy menyebut serangan di stasiun di Kramatorsk di wilayah timur wilayah Donetsk itu, sebagai serangan yang disengaja terhadap warga sipil. Menurut Gubernur regional Pavlo Kyrylenko, jumlah korban tewas naik menjadi 50 dari 39 yang dilaporkan sebelumnya. Karena beberapa dari beberapa lusin yang terluka itu, meninggal setelah dibawa ke rumah sakit atau pusat medis.

Dia, seperti dikutip dari Reuters, Jum’at (8/4/2022) menyatakan bahwa stasiun itu terkena rudal balistik jarak pendek Tochka U yang berisi amunisi tandan, yang meledak di udara. Menyemprotkan bom kecil mematikan di area yang lebih luas. “Mereka ingin menabur kepanikan dan ketakutan, mereka ingin mengambil sebanyak mungkin warga sipil,” ujarnya.

Reuters sendiri tidak dapat memverifikasi apa yang terjadi di Kramatorsk.

Advertisement

Penggunaan amunisi tandan dilarang berdasarkan konvensi tahun 2008. Rusia belum menandatangani konvensi tersebut. Tapi sebelumnya telah membantah menggunakan amunisi semacam itu di Ukraina.

Kementerian pertahanan Rusia yang dikutip oleh kantor berita RIA mengatakan bahwa rudal yang dikatakan menghantam stasiun tersebut hanya digunakan oleh militer Ukraina. Dan angkatan bersenjata Rusia tidak memiliki target yang ditetapkan di Kramatorsk pada hari Jumat.

Sementara, Zelenskiy mengatakan tidak ada pasukan Ukraina di stasiun itu. “Pasukan Rusia (menembak) di stasiun kereta biasa, pada orang biasa, tidak ada tentara di sana,” ujarnya kepada parlemen Finlandia dalam sebuah pidato video.

Walikota Kramatorsk Oleksander Honcharenko memperkirakan, sekitar 4.000 orang berada di stasiun pada saat serangan itu. “Beberapa orang kehilangan kaki, yang lain lengan. Mereka sekarang menerima bantuan medis. Rumah sakit melakukan sekitar 40 operasi secara bersamaan,” kata walikota dalam briefing online.

Sementara, Gedung Putih mengecam “gambaran mengerikan dan menghancurkan” dari serangan stasiun. Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell, di Kyiv dengan kepala eksekutif Uni Eropa Ursula von der Leyen, juga mengutuk serangan itu.

Advertisement

“Ini adalah upaya lain untuk menutup rute pelarian bagi mereka yang melarikan diri dari perang yang tidak dapat dibenarkan ini,” katanya di Twitter.

Para pejabat Ukraina mengatakan, Rusia sedang menyusun kembali pasukan setelah menarik diri dari pinggiran ibukota Kyiv. Mereka ingin mencoba mendapatkan kendali penuh atas wilayah timur Donetsk dan Luhansk yang sebagian telah dikuasai oleh separatis yang didukung Moskow sejak 2014.***

 

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement