Connect with us

Nusantara

Penerimaan Cukai Kantor Bea Cukai Surakarta Melebihi Target

Diterbitkan

pada

 

Kepala Bea Cukai Surakarta, Budi Santoso. (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Penerimaan negara di Kantor Bea Cukai Surakarta selama tahun 2021 kemarin melebihi target. Meskipun masih dalam tahap pandemi, dan situasi ekonomi menurun tetapi Bea Cukai Surakarta tetap ditarget.

“Situasi sedang lesu tetapi kami berhasil meraih target bahkan melebihi target sebesar 107,74 persen. Kami tetap ditarget karena negara butuh duit untuk pemulihan ekonomi dan penanggulangan Covid-19,” jelas Kepala Kantor Bea Cukai Surakarta, Budi Santoso, saat media gathering dengan sejumlah wartawan di Kantor Bea Cukai Surakarta, Kamis (13/1/2022).

Menurut Budi, kontribusi utama yang paling dominan adalah cukai hasil tembakau. Dari sisi penerimaan cukai, realisasi yang didapat adalah sebesar Rp2,178 triliun dari target Rp 2,023 triliun. Sedangkan dari sisi kepabeanan, realisasinya adalah sebesar Rp36 miliar dari target Rp31 miliar.

Capaian lainnya yang telah dilakukan dari sisi penindakan adalah Bea Cukai Surakarta telah melakukan 107 kali penindakan dengan hasil tegahan berupa 5 juta batang rokok ilegal, 13.000 liter miras ilegal, dan 113 gram zat psikotropika.

Advertisement

“Untuk barang-barang berupa rokok dan miras ilegal, Bea Cukai Surakarta telah melakukan pemusnahan yang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo pada tanggal 30 November 2021 yang lalu,”  jelasnya lagi.

Lebih lanjut Budi mengatakan Bea Cukai Surakarta juga memiliki peran dalam penanggulangan Covid-19. Diantaranya dengan berperan aktif dalam rangka membantu pemda untuk penanggulangan Covid-19 di Solo Raya.

“Tidak hanya mengumpulkan duit untuk negara saja, Bea Cukai juga mencoba memberikan peran aktif dalam rangka membantu Pemda untuk penanggulangan Covid di Solo Raya,” katanya.

Peran aktif Bea Cukai Surakarta saat ada barang impor kebutuhan penanganan Covid-19 masuk ke wilayah Solo Raya, dengan membantu pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor mencapai Rp340 juta.

“Diantaranya pembebasan 400 buah tabung oksigen, 51 alat HEPA ventilasi, dan 75 paket masker, oxymeter, termometer, dan vitamin dengan total pembebasan Bea Masuk dan PDRI (Pajak Dalam Rangka Impor) sebesar Rp338 juta,” paparnya.

Advertisement

Untuk mendukung kegiatan pemerintah dalam program pemulihan ekonomi, Bea Cuka Surakarta juga meresmikan Rumah Ekspor Solo pada akhir Desember lalu bersama Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dan Direktorat Jenderal Pajak. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement