Lifestyle
6 Akibat Telat Makan, Jangan Diabaikan!

foto ilustrasi: istimewa
FAKTUAL-INDONESIA: Apakah kamu sudah mengetahui akibat telat makan pada tubuh? Bagi kamu yang sering menunda makan, kamu perlu mengetahui akibatnya untuk tubuh. ulai dari pekerjaan yang menunggu untuk diselesaikan hingga stres yang berdmpak pada menunda-nunda makan padahal sudah waktunya.
Pola makan teratur adalah salah satu cara menjaga kesehatan tubuh kita. Namun, berbagai kondisi dapat membuat kita sering telat makan atau bahkan tidak makan.
Jika dibiarkan, ada sejumlah akibat telat makan yang dapat membahayakan tubuh karena dapat menyebabkan gangguan kesehatan sementara atau jangka panjang.
Berikut beberapa akibat telat makan yang faktualid.com rangkum dari berbagai sumber.
Daftar isi
1. Susah Berkonsentrasi
Akibat telat makan yang pertama adalah susah berkonsentrasi. Tubuh memerlukan energi dari glukosa (karbohirat) agar dapat menjalankan fungsinya.
Begitu kamu bergenti makan selama 4-6 jam, suplai glukosa menuju otak akan mulai berkurang. Akibatnya, tubuh tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Kurangnya suplai glukosa dapat memengaruhi kemampuan berpikir dan berkonsentrasi serta menurunkan kinerja mental secara keseluruhan. Kamu mungkin akan lebih mudah kelelahan, lesu, bahkan cenderung murung.
Baca juga: 6 Makanan Penyebab Kurap, Ketahui dan Kurangi Mulai Sekarang!
2. Mudah Lelah
Akibat telat makan yang kedua adalah mudah lelah. Tubuh terus membaar kalori dan menguraikan zat gizi sekalipun kamu sedang dalam kondisi istirahat. Persediaan energi dan zat gizi ini berasal dari makanan.
Apabila kamu telat makan, tubuh tidak memiliki cukup bahan bakar untuk menjalankan fungsi ini. Saat minim energi, metabolisme tubuh berjalan lambat. Tubuh akan menghambat kalori yang tersisa agar dapat menjalankan fungsi dasar seperti pernapasan dan oengaturan detak jantung.
3. Membuat Kamu Makan Lebih Banyak
Akibat telat makan yang ketiga adalah membuat kamu makan lebih banyak. National Institutes of Health AS mengungkapkan bahwa kebiasaan melewatkan waktu makan justru dapat membuat kamu lebih cepat lapar.
Jika nafsu makan tidak dikontrol dengan baik, kamu mungkin akan makan lebih banyak pada waktu makan selanjutnya. Berbagai penelitian bahkan menunjukkan kaitan antara kebiasaan melewatkan sarapan dan risiko diabetes.
Berat badan orang-orang yang tidak sarapan cenderung lebih besar dibandingkan mereka yang sarapan dengan makanan sehat.
4. Meningkatkan Risiko Tukak Lambung
Akibat telat makan yang keempat adalah mengkatkan risiko tukak lambung. Salah satu gangguan kesehatan yang dapat muncul akibat kebiasaan telat makan yaitu tukak lambung.
Dalam kasus ini, dinding lambung terluka atau mengalami iritasi karena terus-menerus terkena asam lambung yang bersifat mengikis.
Penderita tukak lambung biasanya mengalami sakit perut, mual serta nyeri pada ulu hati (heratburn). Kumpulan gejala inilah yang selama ini dikenal sebagai maag. Stres pada tubuh akibat melewatkan waktu makan bisa membuat gejala ini bertambah parah.
Baca juga: 8 Cara Menurunkan Asam Lambung Secara Alami Tanpa Obat
5. Memperparah Gejala Sindrom Iritasi Usus
Akibat telat makan yang kelima adalah memperparah gejala sindrom iritasi usus. Penderita sindrom iritasi usus terkadang melewatkan waktu makan karena perutnya tidak nyaman.
Alih-alih meredakan gejala, hal ini justru bisa membuat perut terasa semakin perih. Sebab, rasa lapar termasuk pemicu gejala sindrom iritasi usus besar.
Orang dengan penyakit ini disarankan untuk makan secara teratur. Apabila porsi makan tiga kali sehari terlalu berat untuk perut anda, gantilah dengan porsi yang lebih kecil dengan intensitas 5-6 kali sehari.
6. Menigkatkan Risiko Diabetes
Akibat telat makan yang keenam adalah meningkatkan risiko diabetes. Sebuah penelitian menunjukkan hubungan antara kebiasaan telat makan dan risiko diabetes.
Selama delapan minggu, para peserta penelitian melewatkan dua kali waktu makan dan hanya mendapatkan semua asupan kalori dari satu kali makan besar.
Pada akhir penelitian, kadar gula darah peserta ternyata melonjak. Respons tubuh mereka terhadap hormon insulin pun mengalami perubahan. Kedua temuan tersebut menunjukkan bahwa kebiasaan melewatkan makan dapat meningkatkan risiko diabetes.***














