Lifestyle
5 Kondisi yang Memerlukan Obat Tetes Mata

foto ilustrasi: istimewa
FAKTUAL-INDONESIA: Obat tetes mata adalah cairan yang digunakan untuk berbagai kondisi mata seperti mata merah dan setelah operasi mata. Tidak hanya itu, ada beberapa kondisi yang memerlukan obat tetes mata lainnya.
tetes mata biasanya mengandung saline sebagai bahan dasar. Tergantung pada tujuan penggunaannya, tetes mata juga dapat mengandung pelumas air mata buatan, atau zat anti-kemerahan, serta obat-obatan.
Obat tetes mata ada yang bisa kamu beli di warung, ada beberapa yang merupakan resep dokter dan ada beberapa yang hanya digunakan oleh spesialis mata.
Berikut beberapa kondisi yang memerlukan obat tetes mata yang sudah faktualid.com lansir dari hellosehat.com.
Daftar isi
1. Penyakit Mata Menular
Kondisi yang memerlukan obat tetes mata pertama adalah penyakit mata menular. Konjungtivitis atau penyakit mata menular adalah infeksi atau iritasi pada konjungtiva. Penyebab konjungtivitis adalah infeksi bakteri atau virus, iritasi lingkungan dan alergi.
Selain itu, konjungtivitis juga dapat disebabkan oleh toksisitas atau alergi tetes mata oleh obat tetes mata yang sudah terkontaminasi. Gejala yang ditimbulkan adalah gatal, panas, kemerahan dan bengkak.
Baca juga: 5 Penyebab Mata Bengkak pada Anak, Tidak perlu Panik
2. Infeksi Kornea
Kondisi yang memerlukan obat tetes mata kedua adalah infeksi kornea. Infeksi akibat bakteri atau parasit merupakan komplikasi yang paling parah dari menggunakan lensa kontak dan hal itu lebih umum terjadi pada pengguna lensa kontak jangka panjang.
Selain itu, kebersihan lensa yang kurang memadai juga dapat menjadi penyebabnya, seperti tidak mengganti dan membersihkan lensa seperti yang disarankan, serta berenang dengan menggunakan lensa kontak.
Infeksi ringan dapat diobati dengan tetes mata anti-bakteri. Sedangkan infeksi yang lebih parah mungkin memerlukan tetes mata antibiotik atau dengan melakukan perawatan lebih lanjut termasuk operasi.
Baca juga: 7 Cara Mencegah Mata Minus Saat Bermain Ponsel
3. Alergi Pada Mata
Kondisi yang memerlukan obat tetes mata ketiga adalah alergi pada mata. Gejala alergi ini termasuk gatal, berair, kemerahan, perih dan terbakar. Banyak jenis tetes mata yang dapat membantu anda meringankan gejala alergi konjungtivitis.
Tetes mata yang digunakan adalah yang memiliki air mata buatan, yang tidak mengandung obat-obatan dan yang mengandung beberapa obat-obatan.
Jika anda memiliki alergi pada mata dan menggunakan lensa kontak, anda bisa konsultasi kepada dokter mata mengenai tetes mata yang dapat membantu menjaga lensa agar tetap bersih saat terpapar alergen.
4. Glaukoma
Kondisi yang memerlukan obat tetes mata pertama adalah Glaukoma. Glaukoma merupakan peningkatan tekanana cairan pada mata, yang jika tidak diobati dapat menyebabkan kerusakan saraf optik yang serius dan kehilangan penglihatan. Tetes mata dapat digunakan untuk menurunkan tekanan cairan mata dengan mengurangi produksi cairan mata.
Jika anda memiliki glaukoma, jangan gunakan obat tetes mata yang mengandung vasokonstriktor. Ini membuat pembuluh darah kecil menjadi lebih kecil dan dapat memperburuk tekanan yang telah meningkat di mata anda.
5. Mata Kering
Kondisi yang memerlukan obat tetes mata yang terakhir adalah mata kering. Mata kering disebabkan oleh produksi air mata yang rendah dan juga penuaan. Jika kualitas lapisan luar dan dalam buruk, air mata tidak akan dapat melumasi mata pada waktu yang lama.
Hal ini dapat menyebabkan mata terasa ‘berpasir’ dan gatal. Gejala lainnya termasuk:
- Nyeri dan kemerahan
- Kotoran mata yang lengket
- Rasa panas dan menyengat
- Air mata berlebihan***














