Connect with us

Nusantara

Pemda DIY Belum Pastikan Pembelajaran Tatap Muka pada Juli Depan

Diterbitkan

pada

Siswa SD Kanisius Bantul, DIY, sedang mengerjakan tugas sekolah di rumah. (Foto: FAKTUALid/Ki Pujo Pandunung)

FAKTUALid – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang diwacanakan pemerintah akan dimulai bulan Juli 2021 depan, kini ‘abu-abu’ lagi, menyusul kembali merebaknya kasus Covid-19 di berbagai wilayah.

Pemda DIY, misalnya, secara tegas menyebut belum bisa memastikan PTM bakal digelar serentak pada tahun pelajaran baru Juli depan. Pemda Masih akan melihat perkembangan kasus Covid-19 hingga sepekan jadwal resmi masuk sekolah.

“Akan kita lihat nanti. Untuk penyelenggaraan tatap muka secara penuh, sepertinya kita belum berani. Sekarang juga baru libur, baru akan masuk Senin hari ketiga bulan Juli. Nanti sepekan  sebelumnya kita lihat dan evaluasi dulu,  berani atau tidaknya,” ujar Sekretaris Daerah  DIY, Kadarmanta Baskara Aji, di komplek Kepatihan, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (8/6/2021).

Dalam penilaiannya, PTM serentak tergantung kondisi penularan Covid-19. Meskipun sebenarnya hampir 90% sekolah menyatakan kesiapan untuk menggelar PTM dengan berbagai sarana dan prasarana pendukung protokol kesehatan.

Jadi, meski sekolah siap, tetap diperlukan pertimbangan dan masukan dari Dinas Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). 

Advertisement

Termasuk lama PTM di kelas juga perlu didiskusikan terlebih dulu, supaya PTM berjalan lancar tanpa menimbulkan klaster baru penularan Covid-19. Pihaknya juga akan mempertimbangkan masukan dari Kementerian Kesehatan bahwa PTM maksimal digelar selama dua kali dalam sepekan.

Apabila PTM digelar dua kali dalam sepekan, lanjutnya, namun jam pelajarannya penuh sampai delapan jam, maka akan percuma. Sama saja dengan PTM digelar setiap hari namun dalam sehari maksimal dua atau tiga jam. Selain itu materi yang mau disampaikan oleh guru juga harus dipertimbangkan, mengingat jamnya terbatas.

Lebih lanjut Baskara Aji menyatakan, hampir semua guru di DIY sudah menjalani vaksinasi Covid-19 untuk kedua kali. Dia menyampaikan total guru di DIY yang sudah menjalani vaksinasi mencapai 92%. 

Sebelumnya, Kepala Disdikpora DIY, Didik Wardaya, mengungkapkan jumlah guru dan tenaga pendidik di semua tingkatan sekolah, seperti SMA, SMP, SD, dan TK ada sekitar 53.000. Dari jumlah itu, yang sudah divaksinasi 92 persennya. (Ki Pujo Pandunung)***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement