Nusantara
Muncul Klaster PTM di Solo, Jubir Satgas Covid-19 Minta 3T Digencarkan

Jubir Satgas Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro. (Foto : Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro, meminta kegiatan 3T (Testing, Tracing dan Treatment) digencarkan menyusul muncul klaster Covid-19 dari kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Solo.
“Pasti harus menggencarkan tiga hal yakni treatment pada anak sendiri, tracing pada lingkungan sekitar anak dan prokes harus diperketat kembali. Ingat kita masih di tengah pandemi,” jelas Reisa disela mengunjungi vaksinasi Covid-19 di Keraton Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (23/10/2021).
Reisa juga mengingatkan protokol kesehatan (prokes) pada anak harus dibiasakan apalagi jika sudah melaksanakan PTM. Sebab prokes adalah yang utama bagi anak dan dewasa. Dirinya menyayangkan masih banyak orangtua yang membiarkan anak-anak mereka tidak memakai masker.
“Padahal prokes basic adalah itu. Orang-orang di sekitar anak harus divaksinasi, karena meski anak belum divaksin masih bisa mendapat perlindungan dari orang-orang yang ada di sekitarnya. itu yang namanya herd imunity,” jelasnya lagi.
Menurut Reisa ketika anak-anak terlindungi dari orang di sekitarnya maka, meskipun anak tersebut terinfeksi biasanya anak tersebut tidak akan menyebar ke lingkungan sekitar sehingga tidak menambahkan kasus baru.
“PTM harus memenuhi syarat sekolah dan lingkungan, harus dalam kondisi yang aman. Jika level PPKM masih tingga maka tidak boleh PTM,” katanya.
Mantan Putri Indonesia tersebut juga mengatakan penerapan prokes merupakan tanggungjawab semuanya. Pelajar, guru dan orangtua harus bekerjasama dan selalu memantau. Termasuk saat datang dan pulang dari sekolah.
“Memperbolehkan anaknya PTM harus bisa memastikan anaknya menerapkan prokes ketat. Kalau dirasa orangtua belum bisa, sebaiknya daring dulu,” katanya lagi.
Sementara itu, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan terkait klaster PTM, testing dan tracing terus dilakukan.
“Tracing dilakukan sampai ke rumah orangtua murid. Kalau untuk PTM sekolah lainnya tetap jalan, tenang saja. Pokoknya PTM tetap jalan,” ujarnya.
Gibran juga menegaskan siswa dan guru yang terpapar Covid-19 semuanya Orang Tanpa Gejala (OTG) sehingga pemulihannya akan lebih cepat. Meskipun ada klaster Covid-19 dari PTM pihaknya tidak akan menurunkan intensitas di sekolah. ***














