Nusantara
Kasus Covid-19 Di Bangkalan Melonjak, Surabaya Siapkan 6 Rumah Sakit

Foto: Istimewa
FAKTUALid – Lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan belakangan ini, direspon Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim dengan menyiapkan enam rumah sakit di Surabaya. Keenam rumah sakit yang terdekat dari Bangkalan itu disiapkan untuk menerima rujukan pasien.
Menurut Kepala Dinkes Jatim, Herlin Ferliana, enam rumah sakit itu dipilih karena jaraknya yang lebih dekat dengan Bangkalan. “Pokoknya yang jangkauannya mendekati Bangkalan,” ujarnya, Minggu (6/6/2021).
Seperti diketahui, kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan yang merupakan pintu masuk ke Pulau Madura dari arah Surabaya itu, sedang mengalami lonjakan yang signifikan. Bahkan menurut Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan, Sudiyo, terdapat 34 kasus kematian dalam 14 hari sejak pasca lebaran.
Dalam minggu terakhir, kata dia, ditemukan 169 kasus dan bahkan hari ini sudah ada penambahan lagi 28 kasus. “Peningkatan yang cukup tinggi terutama terjadi di Kecamatan Arosbaya,” ujarnya.
Lonjakan kasus Covid-19 itu bahkan memaksa pihak RSUD Syamrabu Bangkalan mengusulkan agar IGD RS tersebut tutup sementara. Karena sudah ada dua tenaga kesehatan (Nakes) yang meninggal dunia. Keduanya yang meninggal akibat Covid-19 itu terdiri dari seorang dokter dan satu bidan.
Sementara, enam rumah sakit di Surabaya yang diminta bersiap untuk menerima pasien rujukan dari Bangkalan itu masing-masing RSUD Dr Soetomo, RS Universitas Airlangga, RS Haji Surabaya, RS PHC, RS Adi Husada, dan RS Al Irsyad. Selain mempertimbangkan soal jarak, rumah sakit dengan melihat kondisi ketersediaan kamar atau Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah-rumah sakit tersebut.
Untuk mengatasi lonjakan kasus Covid-19 di Bangkalan, Dinkes Jatim dan Dinkes Kabupaten Bangkalan juga akan melakukan screening. Mereka akan memisahkan pasien yang sudah terjangkit dan yang belum.
Mereka yang sudah dinyatakan positif itu juga akan dipilah lagi. Pasien yang positif tanpa gejala akan ditempatkan di rumah sakit darurat, sedangkan yang bergejala akan dirujuk ke rumah sakit.
Untuk mencegah kasus ini menjalar ke daerah lain, Dinkes Jatim memandang perlu dilakukan rapid antigen pada seluruh pengendara ke arah Surabaya di pintu gerbang jembatan Suramadu. Bila ditemukan ada yang reaktif, mereka harus menjalani swab.
Jika hasil swabnya positif, pengendara itu akan dilakukan isolasi di rumah sakit yang sudah disiapkan. Mereka tidak diperbolehkan pulang sebelum dinyatakan sembuh.(Akbar Surya)****











