Connect with us

Ekonomi

Sinergi UMKM Fesyen dan Ritel Modern Menguat, Mendag Busan Ingin Pasar Dalam Negeri Diisi Produk-produk Lokal

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso (Busan) pada acara penandatanganan kemitraan strategis di Trans Studio Mall Cibubur, Jawa Barat, hari ini, Kamis (9/7/2026).

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso (Busan) pada acara penandatanganan kemitraan strategis di Trans Studio Mall Cibubur, Jawa Barat, hari ini, Kamis (9/7/2026). (Kemendag)

FAKTUAL INDONESIA: Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso (Busan) menegaskan, Kementerian Perdagangan terus membuka kesempatan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pemasarannya di dalam negeri melalui penguatan kemitraan dengan pelaku ritel modern. Bahkan Mendag Busan ingin pasar dalam negeri yang besar ini diisi oleh produk-produk lokal.

“Kita tidak anti terhadap produk asing, tetapi ingin produk lokal dapat berdampingan (co-branding) dan bersaing dengan produk asing. Masuknya produk dari 11 UMKM terpilih ke Metro Department Store menjadi bukti bahwa produk-produk tersebut telah mampu bersaing dengan produk asing,” kata Mendag Busan saat menyaksikan dua penandatanganan kemitraan strategis di Trans Studio Mall Cibubur, Jawa Barat, hari ini, Kamis (9/7/2026).

Menurut Busan, sepanjang 2025 hingga 2026, Kemendag telah memfasilitasi 1.477 UMKM dalam program perluasan akses pasar dalam negeri melalui berbagai kegiatan.

Beberapa aktivitasnya, yaitu pameran dagang, penjajakan bisnis (business matching), Mall to Mall Expo, Pangan Nusa Expo, UMKM Goes to Ritel Modern, Program Teras Indonesia melalui kemitraan dengan IKEA, kemitraan dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero), serta berbagai program promosi lainnya.

Selain memperluas akses pasar bagi UMKM melalui kemitraan dengan ritel modern, Kemendag juga terus mendorong peningkatan konsumsi produk lokal melalui Program Belanja di Indonesia Aja (BINA) yang diselenggarakan bersama pelaku ritel modern. Melalui program tersebut, masyarakat didorong untuk berbelanja produk dalam negeri melalui berbagai promo dan potongan harga yang digelar secara berkala sepanjang tahun, antara lain pada momentum libur sekolah, Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI, dan momentum libur lainnya.

Advertisement

“Kita ada Program Belanja di Indonesia Aja. Ritel-ritel modern akan memberikan diskon pada berbagai momentum sepanjang tahun. Tujuannya untuk mendorong masyarakat datang ke mal untuk berbelanja,” ujar Busan.

Dalam bagian lain Busan memastikan sinergi yang semakin kuat antara usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan ritel modern dengan dijalinnya kemitraan antara 11 UMKM fesyen binaan Kementerian Perdagangan dan Metro Department Store. Busan menekankan, adanya kemitraan ini merupakan salah satu implementasi Program Pengamanan Pasar Dalam Negeri. Dalam hal ini, UMKM fesyen lokal yang berdaya saing akan berpeluang memperluas pasarnya dengan cara memenuhi standar ritel modern.

Capaian ini merupakan hasil proses kurasi ketat untuk menjadi mitra pemasok Metro Department Store. Kurasi dilaksanakan Kemendag bersama Metro Department Store terhadap 81 UMKM binaan Kemendag.

Ada dua penandatanganan yang disaksikan Mendag Busan hari ini. Pertama, Nota Kesepahaman (MoU) Kemendag dengan Metro Department Store yang ditandatangani oleh Direktur Pemasaran Produk Dalam Negeri Kemendag, Dewi Rokhayati dan Komisaris Metro Department Store, H.H. Yong.

Kedua, kontrak dagang 11 UMKM fesyen dengan Metro Department Store. Jenama lokal tersebut, yaitu Bhumitala, Bersama Teman Hidup, Cya Wardrobe, Karimake, Dots Indonesia, HRG All, Lavanya, Cylvies, Jemma Modest, Yusuf.ind, dan Bendera.co. Kontrak dagang dengan 11 UMKM ini menjadi bentuk tindak lanjut MoU Kemendag dan Metro Department Store.

Advertisement

Busan menegaskan, Metro Department Store adalah mitra strategis untuk menjadi jalur distribusi potensial bagi produk UMKM, khususnya di sektor fesyen, alas kaki, dan aksesori. Metro Department Store saat ini memiliki 14 gerai di berbagai kota di Indonesia dengan rata-rata jumlah pengunjung mencapai 2,54 juta orang per tahun.

Menurut Busan, kemitraan dengan Metro Department Store mencerminkan semakin meningkatnya kualitas produk UMKM Indonesia sehingga mampu memenuhi standar ritel modern dan diterima pasar. Saat ini, produk lokal telah mendominasi sekitar 60 persen produk yang dipasarkan di Metro Department Store.

“Syarat utama bagaimana bisa masuk di Metro Department Store atau di ritel modern yang lainnya adalah kualitasnya, karena kualitas ini akan menjaga kepercayaan. Oleh karena itu, kami selalu sampaikan ke UMKM untuk terus mempertahankan kualitas sehingga mampu bersaing dengan produk-produk lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden Komisaris Metro Department Store Anita Ratnasari Tanjung mengapresiasi sinergi dengan Kemendag dalam menghadirkan lebih banyak produk UMKM lokal ke jaringan Metro Department Store. Menurutnya, seluruh produk UMKM yang dipasarkan di Metro telah melalui proses kurasi sehingga memiliki kualitas, kreativitas, dan inovasi yang mampu memenuhi standar ritel modern.

“Kami berterima kasih atas dukungan penuh pemerintah terhadap produk-produk UMKM lokal Indonesia. Produk UMKM yang hadir di Metro Department Store telah melalui proses kurasi dan memiliki kualitas, kreativitas, serta inovasi yang baik. Kami sangat menyambut baik program yang diinisiasi Kemendag untuk terus mendorong UMKM lokal berkembang melalui kemitraan dengan ritel modern,” ujar Anita.

Advertisement

Sementara itu, Sekar Hapsari, pendiri Bhumitala, salah satu UMKM fesyen terpilih yang menjadi mitra pemasok Metro Department Store, mengapresiasi Kemendag dan Metro Department Store atas kesempatan yang diberikan kepada pelaku usaha lokal. “Kami mengapresiasi dukungan Kemendag dan Metro Department Store dalam memberikan ruang bagi kami, pemilik jenama fesyen lokal, untuk menjadi salah satu mitra pemasok bagi Metro Department Store,” ucap Sekar seperti dilansir laman kemendag. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement