Nasional
Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Pantau Prediksi Hingga Tiga Hari

Masyarakat kini bisa memantau perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca.(Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi meluncurkan Sistem Peringatan Dini (Early Warning System/EWS) pada laman udara.jakarta.go.id untuk membantu masyarakat mengantisipasi dampak pencemaran udara. Melalui layanan ini, warga tidak hanya dapat memantau kualitas udara secara real-time, tetapi juga melihat prakiraan kondisi udara hingga tiga hari ke depan sebagai acuan dalam merencanakan aktivitas sehari-hari.
Mengutip siaran pers Pemprov Jakarta, pada Senin (6/7/2026), Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Dudi Gardesi, mengatakan pengembangan EWS merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat dari risiko pencemaran udara perkotaan.
“Melalui sistem ini, informasi kualitas udara tidak lagi hanya menjadi data teknis, tetapi diolah menjadi panduan yang mudah dipahami sehingga dapat membantu masyarakat mengambil keputusan lebih dini,” kata Dudi, Senin (6/7/2026).
Ia menjelaskan, platform udara.jakarta.go.id menyajikan informasi kualitas udara secara spasial dan real-time melalui peta interaktif. Warga dapat memantau kondisi udara di berbagai wilayah Jakarta berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), lengkap dengan lokasi stasiun pemantau kualitas udara.
Menurut Dudi, fitur EWS mengintegrasikan berbagai sumber data dalam satu layanan, mulai dari data kualitas udara milik DLH DKI Jakarta, prakiraan kualitas udara dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hingga rekomendasi aktivitas serta informasi kesehatan yang disusun bersama Dinas Kesehatan DKI Jakarta.
Pengembangan sistem ini juga mendapat dukungan dari Breathe Cities, sebuah inisiatif global yang dijalankan Bloomberg Philanthropies, Clean Air Fund, dan C40 Cities, serta diimplementasikan bersama Vital Strategies di Jakarta untuk mendukung upaya peningkatan kualitas udara dan kesehatan masyarakat.
EWS memiliki empat fitur utama. Pertama, menggabungkan data kualitas udara, prakiraan cuaca, dan informasi kesehatan dalam satu platform. Kedua, menyediakan prediksi kualitas udara hingga tiga hari ke depan pada tingkat kecamatan. Ketiga, memberikan rekomendasi aktivitas bagi masyarakat umum maupun kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit kronis, termasuk informasi fasilitas kesehatan terdekat.
Keempat, tersedia fitur self-assessment yang memungkinkan warga melakukan penilaian mandiri terhadap gejala kesehatan akibat paparan polusi udara. Melalui survei tersebut, pengguna dapat mengetahui tingkat risiko kesehatannya, mulai dari kategori rendah, sedang, hingga tinggi.
Dudi menegaskan bahwa pengendalian pencemaran udara membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Pemerintah akan terus memperkuat kebijakan, sistem pemantauan, dan layanan informasi, sementara masyarakat, termasuk orang asing diharapkan bisa memanfaatkan EWS sebagai rujukan utama untuk melindungi diri, keluarga, dan lingkungan sekitar.***














