Connect with us

Wisata

Jelang Revalidasi Belitong UNESCO Global Geopark, Menpar Widiyanti Memperhatikan Kesiapan Masyarakat Lokal Sambut Tim Asesor

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana bersama Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat saat mengunjungi Belitong Geopark Information Center menjelang proses revalidasi Belitong UNESCO Global Geopark (UGGp), Minggu (5/7/2026). (Kemenpar)

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana bersama Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat saat mengunjungi Belitong Geopark Information Center menjelang proses revalidasi Belitong UNESCO Global Geopark (UGGp), Minggu (5/7/2026). (Kemenpar)

FAKTUAL INDONESIA: Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana memberi perhatian soal kesiapan masyarakat lokal dalam menyambut tim asesor dalam proses revalidasi Belitong UNESCO Global Geopark (UGGp) yang akan berlangsung pada 3–7 Agustus 2026.

Menurut Menpar Widiyanti, pengalaman pada proses revalidasi sebelumnya menunjukkan asesor kerap berdiskusi secara langsung dengan warga yang tinggal di sekitar geosite. Oleh karena itu, seluruh rekomendasi dan saran UNESCO terhadap Belitong UNESCO Global Geopark harus direspons secara serius.

Menpar menegaskan tindak lanjut tidak cukup berhenti pada dokumen administratif, tetapi harus diwujudkan melalui langkah konkret dan perubahan nyata di lapangan.

“Seluruh rekomendasi dan saran UNESCO harus dijawab dengan kerja nyata, tata kelola yang kuat, dan koordinasi yang rapi antara pemerintah daerah, pengelola geopark, komunitas, pelaku wisata, dan masyarakat,” kata Widiyanti di Hotel Sheraton Belitung, Minggu (5/7/2026).

Widiyanti menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, badan pengelola geopark, dan masyarakat di sekitar geosite agar Belitong UNESCO Global Geopark dapat kembali meraih Green Card.

Advertisement

Menurut Widiyanti, keberadaan geopark bukan semata berkaitan dengan pengakuan internasional, melainkan juga menjadi bagian dari upaya menjaga warisan bumi, memperkuat edukasi, serta menghadirkan manfaat ekonomi dan sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Widiyanti mendorong pengelola geopark bersama seluruh pemangku kepentingan mempersiapkan secara optimal berbagai aspek menjelang proses revalidasi Belitong UNESCO Global Geopark (UGGp). Dia  menjelaskan Belitong telah menyandang status UNESCO Global Geopark sejak ditetapkan dalam Sidang Dewan Eksekutif UNESCO ke-211 di Paris, Prancis, pada April 2021.

Kawasan Belitong UNESCO Global Geopark memiliki luas sekitar 4.800 kilometer persegi wilayah daratan dan 13.000 kilometer persegi wilayah laut, dengan 24 geosite yang tersebar di Kabupaten Belitung dan Kabupaten Belitung Timur. Dalam revalidasi pertama yang dilaksanakan pada 15–20 Juli 2024, tim asesor UNESCO memberikan lima rekomendasi dan empat saran perbaikan dengan hasil akhir berupa Yellow Card.

“Oleh karena itu, saya berharap pertemuan hari ini dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai perkembangan tindak lanjut atas seluruh rekomendasi UNESCO, sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang masih memerlukan dukungan dan percepatan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah,” kata Widiyanti.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencatat sejumlah aspek yang perlu terus diperkuat, antara lain kelembagaan pengelola geopark, dukungan anggaran, penyelesaian regulasi yang dibutuhkan, kesiapan masyarakat di sekitar geosite, serta penguatan interpretasi dan storytelling pada setiap geosite. Promosi geopark sebagai bagian dari daya tarik wisata juga perlu dikembangkan secara lebih terarah.

Advertisement

Widiyanti menegaskan Kemenpar akan terus memberikan pendampingan hingga seluruh tahapan revalidasi selesai. Dukungan tersebut antara lain dilakukan melalui pemasangan rambu di geosite prioritas, penyelenggaraan seminar internasional, serta pembuatan papan informasi dalam dua bahasa di sejumlah geosite.

Penggunaan material papan informasi yang tahan terhadap perubahan cuaca, baik hujan maupun panas, turut menjadi perhatian agar fasilitas tidak mudah rusak dan dapat memberikan informasi secara berkelanjutan kepada wisatawan.

Pendampingan juga mencakup pembaruan berkala situs web resmi geopark, integrasi tautan informasi peringatan dini cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terutama terkait potensi hujan, badai, dan gelombang tinggi, serta keberlanjutan program edukasi Geopark Goes to School.

Lebih lanjut, Widiyanti menekankan pentingnya memperkuat storytelling di setiap geosite agar kekayaan geologi, alam, budaya, dan kehidupan masyarakat Belitung dapat dipahami secara utuh oleh wisatawan.

Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat menyampaikan Pemerintah Kabupaten Belitung terus berupaya memperkuat pengelolaan kawasan Belitong UNESCO Global Geopark agar kembali meraih status hijau dan semakin lestari. Ia mengajak seluruh pihak bekerja bersama untuk mewujudkan tujuan tersebut.

Advertisement

“Ini adalah PR kita untuk bekerja keras, untuk bersama-sama mengembalikan geopark ini menjadi hijau kembali,” kata Djoni.

Djoni juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pariwisata atas dukungan terhadap pembukaan penerbangan internasional langsung ke Belitung. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi dan kerja keras berbagai pihak yang tidak mudah diwujudkan.

“Terima kasih kepada Ibu Menteri yang sudah mendukung dibukanya penerbangan internasional di Belitung ini, luar biasa. Tentunya ini bukan pekerjaan yang mudah,” ucap Djoni.

Seperti dilansir laman Kemenpar, dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Belitung, Widiyanti menyempatkan diri untuk meninjau Bukit Peramun, salah satu geosite dari Belitong UNESCO Global Geopark yang terletak di Desa Air Selumar, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung. Selain itu, Menpar Widiyanti juga menyambangi Belitong Geopark Information Center.

Turut mendampingi Menpar Widiyanti, Plt. Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata Reza Pahlevi; Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Komunikasi dan Strategi Media Apni Jaya Putra; Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah I Bambang Cahyo Murdoko; serta Asisten Deputi Pengembangan Usaha dan Akses Permodalan Kementerian Pariwisata Hanifah Makarim.

Advertisement

Hadir pula Direktur PT Belitung Pantai Intan selaku pengelola KEK Tanjung Kelayang Daniel Alexander Napitupulu serta Sekretaris Umum Badan Pengelola Belitong UGGp yang juga Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung Sastra Yuni Ardi. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement