Ekonomi
GIICOMVEC 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Industri Kendaraan Niaga

Pameran Giicomvec resmi dibuka pada 8 April 2026. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Pameran Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2026 resmi dibuka pada Rabu, 8 April 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Ajang business-to-business ini akan berlangsung hingga 11 April 2026 dan menjadi etalase penting bagi perkembangan industri kendaraan niaga di Indonesia.
Pembukaan pameran dihadiri Ketua Umum GAIKINDO Putu Juli Ardika, Ketua Penyelenggara Anton Kumontoy, serta Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Eko Cahyanto yang mewakili Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.
Dalam sambutan Menteri Perindustrian yang dibacakan Eko, disampaikan bahwa industri alat transportasi memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional. Pada 2025, sektor ini berkontribusi sebesar 1,27 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), sementara subsektor kendaraan bermotor dan perawatannya menyumbang 2,02 persen. Selain itu, sektor transportasi dan pergudangan mencatat pertumbuhan sebesar 8,78 persen, mencerminkan meningkatnya kebutuhan akan sistem logistik yang efisien dan terintegrasi.
Namun demikian, pemerintah juga mencermati adanya tantangan di sektor kendaraan niaga. Produksi kendaraan niaga nasional pada 2025 tercatat turun 3,5 persen menjadi sekitar 164 ribu unit, dari hampir 170 ribu unit pada tahun sebelumnya. Tingkat utilisasi industri pun masih berada di kisaran 58 persen, di bawah tingkat efisiensi ideal.
Pemerintah menegaskan komitmen dalam penerapan kebijakan Zero Over Dimension Overloading (ODOL) guna menciptakan sistem logistik yang lebih aman dan berkelanjutan. Langkah ini meliputi pengetatan standar teknis kendaraan, percepatan sertifikasi, serta integrasi data registrasi kendaraan nasional. Selain itu, pengawasan terhadap praktik penjualan kendaraan ilegal, khususnya di sektor pertambangan, juga terus diperkuat untuk menjaga iklim usaha yang sehat sekaligus mendukung pengendalian emisi.
Sementara itu, Ketua Umum GAIKINDO Putu Juli Ardika dalam sambutannya menegaskan bahwa industri kendaraan komersial merupakan tulang punggung distribusi nasional. “Truk dan bus adalah urat nadi yang menghubungkan pusat produksi dengan pasar, memastikan distribusi barang dan mobilitas masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa di tengah berbagai tantangan global, industri otomotif Indonesia tetap menunjukkan kinerja positif, termasuk dari sisi ekspor. Sepanjang 2025, ekspor kendaraan Indonesia mencapai lebih dari 518 ribu unit ke 93 negara tujuan, meningkat 9,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, sektor kendaraan komersial turut memberikan kontribusi signifikan.
Putu juga menekankan pentingnya inovasi dan adopsi teknologi masa depan dalam menjaga daya saing. Menurutnya, kendaraan niaga yang efisien, aman, dan berbasis teknologi menjadi kunci dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
“GIICOMVEC 2026 kami rancang sebagai platform strategis yang mempertemukan pelaku industri dengan konsumen dan mitra bisnis, baik dari dalam maupun luar negeri. Kami menargetkan lebih dari 11 ribu pelaku bisnis hadir dalam pameran ini,” kata Putu.
Pameran tahun ini menghadirkan 14 merek global kendaraan niaga seperti Daihatsu, Hino, Isuzu, Mitsubishi Fuso, Toyota, dan Wuling Motors. Tiga merek baru—Farizon, Ford, dan Sany—juga turut berpartisipasi dengan berbagai inovasi terbaru.
Selain itu, lebih dari 35 perusahaan industri pendukung ikut meramaikan pameran dengan menampilkan produk mulai dari suku cadang, pelumas, ban, hingga teknologi manajemen armada berbasis digital. GIICOMVEC 2026 diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri serta mendorong peningkatan daya saing kendaraan niaga Indonesia di pasar global.***












