Connect with us

Internasional

Beruang Grizzly Serang Kelompok Anak Sekolah dan Guru di Kanada, 11 Luka-luka Dua Kritis

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Beruang Grizzly Serang Kelompok Anak Sekolah dan Guru di Kanada, 11 Luka-luka Dua Kritis

Beruang grizzly yang menyerang anak-anak sekolah dan guru di jalur pejalan kaki di British Columbia, Kanada , Kamis sore, masih berkeliaran hingga polisi serta petugas konservasi berada di lokasi kejadian

FAKTUAL INDONESIA: Seekor beruang grizzly menyerang sekelompok anak sekolah dan guru di jalur pejalan kaki di British Columbia, Kanada , melukai 11 orang, dua di antaranya kritis.

Serangan itu terjadi Kamis sore di Bella Coola, 700 kilometer (435 mil) barat laut Vancouver. Nuxalk Nation mengatakan “beruang agresif” itu masih berkeliaran pada Kamis malam, dan polisi serta petugas konservasi berada di lokasi kejadian.

“Petugas bersenjata. Tetaplah di dalam ruangan dan jangan berada di jalan raya,” demikian pernyataan First Nation dalam sebuah unggahan media sosial.

Dua orang mengalami luka kritis dan dua lainnya mengalami luka serius, kata juru bicara Layanan Kesehatan Darurat Brian Twaites. Korban lainnya dirawat di tempat kejadian.

Baca Juga : Beruang Madu Terjerat di Kebun Kelapa Sawit Mukomuko Dievakuasi Mengunakan Bius

Seperti dikutip dari AP, orang tua murid, Veronica Schooner, mengatakan banyak orang berusaha menghentikan serangan tersebut, namun seorang guru laki-laki “menerima dampak paling parah” dan termasuk di antara orang-orang yang dibawa dengan helikopter dari lokasi kejadian.

Advertisement

Putra Schooner yang berusia 10 tahun, Alvarez, berada di kelas empat dan lima yang diserang dan begitu dekat dengan hewan tersebut “ia bahkan merasakan bulunya,” katanya.

“Dia mengatakan beruang itu berlari sangat dekat dengannya, tetapi beruang itu mengejar orang lain,” kata Schooner.

Ia menambahkan bahwa beberapa anak terkena semprotan beruang saat para guru melawan beruang tersebut, sementara Alvarez tertatih-tatih dan sepatunya berlumpur karena berlari mencari keselamatan. Namun, pikiran putranya tertuju pada teman-teman sekelasnya.

Baca Juga : WTA Lebih Bijak Sikapi Krisis Rusia-Ukraina, Tak Jatuhkan Sanksi Pelarangan Main Petenis Negeri Beruang Putih

“Dia terus menangis untuk teman-temannya, dan ya ampun, saat itu juga dia mulai berdoa untuk teman-temannya,” tambahnya.

Sekolah Acwsalcta, sekolah independen yang dikelola oleh Nuxalk First Nation di Bella Coola, mengatakan dalam sebuah posting Facebook bahwa sekolah akan ditutup pada hari Jumat dan konseling akan disediakan.

Advertisement

“Sulit untuk menentukan apa yang harus dikatakan di masa sulit ini. Kami sangat berterima kasih kepada tim dan siswa kami,” tulis postingan tersebut. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement