Ekonomi
Untuk Ciptakan Lapangan Kerja, Menteri ESDM Bahlil Harap Pembangunan Transmisi dan Gardu Maksimalkan TKDN

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, pembangunan penyaluran ketenagalistrikan ini membuka peluang investasi sebesar Rp565,3 triliun dan lapangan kerja 881.132 tenaga kerja. (Kementerian ESDM)
FAKTUAL INDONESIA: Peluang investasi sebesar Rp565,3 triliun dan lapangan kerja 881.132 tenaga akan terbuka dalam pembangunan infrastruktur penyaluran ketenagalistrikan listrik hingga menyentuh ke wilayah-wilayah terpencil di Indonesia oleh pemerintah.
Lapangan pekerjaan itu mencakup kebutuhan industri manufaktur, konstruksi, operasi, serta pemeliharaan untuk transmisi dan gardu induk, termasuk distribusi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengharapkan, untuk meningkatkan perekonomian dan menciptakan lapangan kerja, seluruh pembangunan transmisi dan gardu induk dapat memaksimalkan penggunaan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dengan harga lebih kompetitif dan meminimalisasi impor.
Baca Juga : Menteri ESDM Bahlil Dorong Anak-anak Muda Bisa Masuk Mengisi Lapangan Kerja Hijau Implementasi RUPTL
“Ini saya harapkan tidak ada impor ya. Dimaksimalkan semua industri dalam negeri. Karena ini investasinya sekitar Rp400-500 triliun hanya untuk transmisi sama gardu induk. Ini opportunity bagus. Supaya kita mengamankan TKDN kita. Jangan pasar besar dikasih untuk luar negeri, harus dalam negeri,” kata Mentyeri ESDM Bahlil.
Disebutkan dalam menyiapkan pembangunan infrastruktur listrik hingga menyentuh ke wilayah-wilayah terpencil di Indonesia transmisi sepanjang 47.758 kilometer sirkuit (kms) akan dibangun secara bertahap dalam satu dekade mendatang. Jaringan transmisi akan menghubungkan listrik dari pembangkit EBT ke gardu induk milik PLN, kemudian akan disalurkan melalui jaringan distribusi ke pelanggan atau end user.
Rancangan tersebut tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 2025-2034. Pembangunan ini mempermudah interkoneksi pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT) sampai ke rumah tangga.
“Untuk bisa menghubungkan energi baru terbarukan ini kita harus punya jaringan. Kita harusnya target (EBT) 23%, sekarang baru 15-16%. Kita semua sudah programkan EBT, tetapi ternyata tidak ada jaringannya. Ini yang membuat masalah besar,” ujar Bahlil seperti dilansir laman esdm.go.id, Jumat (30/5/2025).
Baca Juga : Demi Target 500.000 Lapangan Kerja, Wagub Rano Karno: Penambahan Jam Operasional 10 Taman Segera Dieksekusi
Dari keseluruhan transmisi yang direncanakan dibangun, regional Jawa, Madura, dan Bali menjadi yang terpanjang, yaitu 13,9 kms. Kemudian akan dibangun 11,2 kms di Sumatera dan 9,8 kms untuk Pulau Kalimantan.
Adapun di Pulau Sulawesi akan terbangun 9,0 kms transmisi. Sementara, 3,9 kms untuk regional Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara demi memperkuat sistem kelistrikan di wilayah timur Indonesia. Tak hanya itu, tambahan gardu induk juga akan dibangun sebesar 107.950 mega volt ampere (MVA) di seluruh Indonesia. ***














