Connect with us

Pendidikan

Sekolah Rakyat Segera Dibuka, Hanya untuk Anak dari Keluarga Miskin Ekstrem

Diterbitkan

pada

Sekolah Rakyat Segera Dibuka, Hanya untuk Anak dari Keluarga Miskin Ekstrem

Sekolah Rakyat segera dibuka untuk anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Sekolah Rakyat akan segera beroperasi. Pada tahun ajaran baru tahun ini, sekitar 500 ribu siswa akan bergabung. Hanya siswa yang berasal dari keluarga miskin ekstrem dan terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang diterima.

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial, Agus Zainal Arifin, menegaskan penerimaan siswa dalam program Sekolah Rakyat (SR) harus tepat sasaran. “Murid yang belajar di sini dibatasi, hanya dari keluarga miskin ekstrem atau desil 1 dan 2,” ujar Agus Zainal Arifin dalam rapat Komisi IX DPR RI pada Senin (19/5/2025).

Agus menjelaskan karena sekolah rakyat ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin, maka tidak ada persyaratan seleksi akademik maupun kesehatan bagi calon siswa. Bahkan, siswa dengan tingkat kecerdasan rendah tetap akan diterima.

Baca Juga : Sebanyak 53 Unit Sekolah Rakyat Bakal Dibangun di Wilayah Termiskin Juli 2025

“Kalaupun intelligence quotient (IQ) 80 masih bisa diterima,” tegasnya.

Terkait tenaga pendidik, Agus menyebutkan sekolah rakyat akan diisi oleh para Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), dan guru tambahan jika jumlah tenaga pendidik masih belum cukup.

Advertisement

Lebih lanjut, ia menyampaikan pemerintah menargetkan pengadaan 514 sekolah rakyat dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam lima tahun ke depan melalui kombinasi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dan kontribusi swasta.

Baca Juga : Program MBG untuk Anak Sekolah dan Ibu Hamil Menarik Perhatian Dunia

“100 sekolah rakyat dikelola APBN, 100 lagi dukungan swasta. Minimal 100 sekolah rakyat dibangun setiap tahun,” lanjut Agus.

Saat ini, menurut Agus, sebanyak 63 Sekolah Rakyat telah siap beroperasi dalam waktu dekat. Sekolah-sekolah tersebut tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, hingga Papua.

“Per 12 Mei, ada 63 titik sekolah rakyat yang bisa beroperasi pada pertengahan Juli. Sisanya akan menyusul tahun depan,” tutup Agus.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement