Connect with us

Lifestyle

Calon Pengantin yang Foto Prewedding di Bromo, Begini Nasibnya

Diterbitkan

pada

Foto prewedding yang membawa petaka di Gunung Bromo. (ist)

FAKTUAL-INDONESIA : Gegara foto prewedding yang nyaris membakar seluruh hutan di kawasan Gunung Bromo, pasangan kekasih yang ingin menikah pun kini harus bolak-balik ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.

Hingga saat ini, calon pengantin prewedding yang picu kebakaran Bromo dikenakan wajib lapor, dan berstatus sebagai saksi.

Langkah berikutnya, Sat Reskrim Polres Probolinggo akan memeriksa saksi lain dalam Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) ini.

Polisi telah menetapkan manajer Wedding Organizer (WO) sebagai tersangka buntut foto prewedding dengan menyalakan flare yang memicu kebakaran di Gunung Bromo.

Polisi telah melakukan olah TKP di sekitar lokasi kebakaran Bukit Teletubbies Gunung Bromo pada Jumat (8/9/2023) sore. Kebakaran ini diduga terjadi atas ulah calon pengantin foto prewedding dengan membawa flare. Enam orang rombongan prewedding itu sempat diamankan.

Advertisement

Kapolres Probolinggo AKBP Wisnu Wardana mengatakan usai penetapan seorang tersangka, lima orang yang tersisa sudah dipulangkan. Polisi kemudian mewajibkan kelima orang tersebut, termasuk kedua calon mempelai, untuk wajib lapor.

“Untuk sekarang lima orang yang sebelumnya statusnya sebagai saksi sudah dipulangkan dan harus wajib lapor,” kata Wisnu saat dikonfirmasi, Sabtu (9/9/2023).

Diberitakan sebelumnya, polisi telah menetapkan AW (41) asal Kabupaten Lumajang sebagai tersangka. Dia adalah manajer atau penanggung jawab Wedding Organizer (WO) yang disewa oleh calon pengantin asal Surabaya.

Penetapan tersangka ini buntut kebakaran yang melanda Bukit Teletubbies Bromo. Rombongan tersebut menyalakan flare saat menggelar sesi foto prewedding yang diduga memicu kebakaran.

Lima orang lainnya masih berstatus saksi, di antaranya pasangan pengantin berinisial HP (39) pengantin pria asal Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya dan pengantin wanita PMP (26) asal Kelurahan Lrorok Pakjo, Kecamatan Ilir Barat 1, Kota Palembang.***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement