Connect with us

Olahraga

Hadir di Podcast Sportcast LPDUK Kemenpora, Pelatih Para Atletik: Waktunya Atlet Muda Dimatangkan Kejar Paralimpiade 2022 Paris

Diterbitkan

pada

Firza Faturahman dan pelatih Slamet ketika hadit di Podcast LPDUK Kemenpora. (ist)

FAKTUAL-INDONESIA: Atlet muda para atletik Indonesia sudah waktunya mendapatkan kesempatan untuk ditampilkan mengikuti event-event internasional demi menaikkan kemampuan dan kepercayaan diri, sebagai persiapan menunju event bergengsi Paralimpiade Paris 2024.

Penegasan tersebut disampaikan Pelatih Para Atletik Indonesia, Slamet Widi, bersama peraih medali emas 100 meter Firza Faturahman, usai hadir dalam acara Podcast Sportcast LPDUK Kemenpora di Solo, kemarin.

” Firza Faturahman merupakan atlet potensial dan usianya masih muda. Catatan waktu dia sudah 11 detik, dan di level Asia catatan waktu 10 detik. Kalau dia rajin berlatih dia nggak lama lagi akan bisa masuk level Asia, dengan catatan dia rajin dan tekun berlatih,” kata Slamet.

Ditambahkan Slamet, pada Asean Para Games 2022 Solo cukup banyak muncul atlet muda potensial yang tentunya ini perlu medapatkan perhatian dan penanganan khusus. “Kita harus mempersiapkan mereka dengan baik demi tujuan yang lebih tinggi bisa lolos dan tampil di Paralimpiade Paris 2024. Peluang cukup terbuka tapi memang perlu kerja keras dan harus berkesinambungan melaksanakan Pelatnas. Mereka akan terus berlatih di Pelatnas untuk ters meningkatkan kemampuan, karena mimpi kita mereka bisa lolos dan tampil di Paralimpiade 2024 Paris,” terang Slamet.

Tim para atletik Indonesia mencatat prestasi di ASEAN Para Games (APG) XI 2022 dengan catatan manis. Ini ditandai pada hari terakhir lomba, Jumat (5/8/2022), tiga tim estafet yang berjuang di lintasan Stadion Manahan Solo berhasil mempersembahkan medali.

Advertisement

Tim balap lari estafet 4×100 M klasifikasi T42/47 Indonesia tampil pertama untuk membuka perebutan medali. Di nomor ini, Nur Ferry dan kawan-kawan harus merelakan emas jatuh ke tangan Thailand setelah perjuangan keras mereka. Indonesia dan Thailand sebenarnya berbarengan sampai finis, namun wakil Gajah Putih itu dinobatkan lebih dulu menyentuh garis finis. Thailand finis dengan catatan waktu 45,280 detik, sedangkan Indonesia 45,290 detik. Indonesia menurunkan Partin di posisi start pertama, kemudian berikutnya Nur Ferry Pradana, dilanjutkan Ryan Arda Diarta dan Rizal Bagus Saktiyono.

“Kami berjuang maksimal. Apa pun hasilnya harus kami terima,” ujar Nur Ferry seusai lomba.

Kekalahan Indonesia di nomor ini langsung dibayar tuntas Eko Saputro dan kolega. Turun di nomor 4×100 M T11/T13 (klasifikasi atlet yang memiliki hambatan penglihatan), Indonesia gantian memaksa Thailand untuk puas dengan medali perak. Petrus Kanel Alupan, Eko Saputro, Muammar Habibila, dan Ruli Alkahfi Mubarok sukses mempersembahkan emas di lomba ini. Kecepatan mereka menghasilkan catatan waktu 44,970 detik, sedangkan Thailand 45,170 detik.

“Penutupan yang manis,” Habibila berteriak saat selebrasi usai.

Lomba para atletik di Asean Para Games 2022 ditutup dengan nomor 4×100 universal (klasifikasi campuran). Indonesia menurunkan Susan Unggu, Nanda Mei Sholihah, Saptoyogo Purnomo, dan Jaenal Aripin. Emas pun kembali diraih setelah menang atas Thailand. Tim Merah Putih menorehkan waktu 48,110 detik, unggul 4 detik lebih dari Thailand.

Advertisement

Selain dari lomba adu cepat di lintasan, Indonesia juga meraih emas dari lompat jauh klasifikasi T47. Keping emas dipersembahkan Setyo Budi Hartanto. Sementara dari tolak peluru, Sutarno dan Priyano di lempar cakram F46 meraih perak.

Dengan berakhirnya semua pertandingan di cabor para atletik, Indonesia keluar sebagai juara umum. Indonesia mencatat 32 medali emas, 21 perak, dan 16 perunggu di cabor ini. Sementara Thailand di posisi kedua dengan 18 emas, 16 perak, dan 15 perunggu. Tempat ketiga diisi Vietnam dengan 7 emas, 10 perak, dan 15 perunggu.

“Tidak bisa berkata-kata lagi. Karena ini suatu kebanggaan kami tim Indonesia. Setelah harapan kami dan doa-doa selama ini untuk jadi juara umum,” kata Zaenal Aripin yang baru menyelesaikan lomba.

Raihan juara umum para atletik ini mengulang memori manis tim para atletik Indonesia saat meraih predikat juara umum di APG Malaysia 2017 dengan torehan 40 emas, 28 perak, dan 17 perunggu.

APG Solo 2022 diikuti 11 negara Asia Tenggara dengan mempertandingankan 14 cabang olahraraga. Ajang ini juga melibatkan Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahragaan (LPDUK) Kemenpora sebagai mitra INASPOC (Panitia Pelaksana ASEAN Para Games 2022) dalam pengelolaan dana sponsor. ****

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement