Connect with us

Kesehatan

Wamenkes Berharap PPKM Ditiadakan Agustus Asal Covid-19 Konsisten Turun

Diterbitkan

pada

Ilustrasi

FAKTUAL-INDONESIA: Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante berharap Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Indonesia dapat mulai ditiadakan mulai Agustus 2022.

Dalam keterangannya seperti dikutip dari cnnindonesia.com, Kamis (2/6/2022), ada syarat kondisi yang harus dipenuhi.

Target itu dapat terealisasi, tuturnya, dengan catatan tidak ada peningkatan kasus dan tingkat hospitalisasi akibat Covid-19 konsisten mengalami penurunan.

Dante mengatakan, saat ini Kemenkes masih rutin melakukan kajian perkembangan kasus Covid-19 dan menimbang sejumlah saran dari ahli kesehatan dan epidemiolog.

Sementara itu Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengatakan PPKM bisa dihentikan jika tidak terjadi lonjakan kasus selama enam bulan pasca Lebaran atau hingga Oktober 2022.

Advertisement

Selain itu, tingkat perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit juga harus menurun signifikan.

“[PPKM disetop] jika tidak ada lonjakan kasus Covid-19 sampai enam bulan pasca Idulfitri,” demikian Sstgas Penanganan Covid-19.

Adapun sebaran angka konfirmasi positif akibat virus corona di 34 provinsi di Indonesia, Kamis, berdasarkan data dari Satgas Covid 19, tercatat jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah sebanyak 304 pasien.

Jumlah hari ini lebih sedikit dibandingkan dari jumlah angka pada hari sebelumnya, yakni 340 orang.

Dengan bertambahnya 304 orang, total jumlah pasien yang terkonfirmasi positif akibat virus corona pada hari ini menjadi 6.055.645 orang.

Advertisement

Wilayah DKI Jakarta memiliki tingkat kasus konfirmasi positif tertinggi dengan mencatatkan 158 orang.

Jumlah penambahan harian di wilayah ini turun dari pada hari sebelumnya, yakni 164 orang.

Pronvinsi selanjutnya penyumbang konfirmasi positif Covid-19 yakni Provinsi Jawa Barat dengan 32 orang.

Provinsi ketiga yakni Banten  yang mencatatkan 31 orang, sedangkan keempat Jawa Timur dengan 29 orang.

Urutan kelima adalah Provinsi Jawa Tengah dengan jumlah korban sebanyak 10 orang.***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement