Connect with us

Nusantara

Waduh! Angka Stunting di Solo Ternyata Masih Tinggi

Diterbitkan

pada

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka saat melakukan mider projo mendatangi langsung warga. (Foto: istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA:  Ternyata angka stunting Kota Solo masih cukup tinggi. Ini temuan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka saat melakukan mider projo, berkeliling kampung dengan bersepeda, Jumat (27/5/2022).

“Temuannya masalah stunting dan jalan berlubang. Tapi yang paling berbahaya adalah stunting, seperti di Kelurahan Gilingan. Angka stunting tinggi ada 7 persen ini tinggi, kita akan lihat penyebabnya,” jelas Gibran seusai mider projo.

Menurut Gibran kemungkinan stunting atau kurang gizi  yang dialami anak-anak tersebut karena Tuberculosis (TB). Pihaknya menegaskan Pemkot Solo akan memonitor dan melakikan pemeriksaan.

“Katanya sejak kecil bermasalah, nanti kita cek. Tenang saja, tadi sama ibu-ibu di sana juga sudah ditangani dimonitor semua,” jelasnya lagi.

Tidak hanya masalah stunting, masalah lain yang ditemui saat mider projo adalah aduan warga yang Kartu Indonesia Sehat (KiS) nya mati.

Advertisement

“Tadi juga ada ibu-ibu yang akan melahirkan tapi dikenai biaya, kita suruh pindah ke RSUD. Tadi juga ada yang kita suruh ikut KB,” katanya.

Sementara itu menanggapi tingginya angka stunting, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Solo, Purwanti mengatakan jika di Kelurahan Gilingan saat ini memang menjadi fokus untuk penanganan stunting.

“Di Gilingan itu keluarga beresiko stunting ada sekitar 1.103 orang. Ada yang karena hamil terlalu muda dan lainnya,” kata Purwanti.

Saat mider projo tersebur, dirinya dan Wali Kota Solo mengunjungi warga secara door to door ke rumahvkeluarga yang beresiko stunting.

“Target kita di tahun 2024 nanti Kota Solo zero stunting. Pencegahan terus dilakukan, jangan sampai muncul kasus stunting baru,” pungkasnya. ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement