Wisata
Yuk Berwisata Dengan Kendaraan Listrik di Solo, Masih Gratis Lho

Kendaraan wisata listrik saat melintas di Keraton Surakarta. (Foto: Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Kalau berwisata di Kota Solo, jangan lupa mencoba kendaraan wisata listrik. Mumpung saat ini masih gratis. Tapi, harus cepat-cepat mendaftar dulu ke Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, karena saat ini peminatnya sangat banyak.
Kendaraan wisata listrik juga hanya beroperasi setiap Sabtu, Minggu dan hari libur saja. Ada tiga rute yang bisa dipilih, yakni rute pertama, start dari Balai Kota Solo atau Benteng Vastenburg -Pasar Gede- Keraton Surakarta-Kampung Batik Kauman.
Rute kedua, dari Pura Mangkunegaran atau Kantor Dishub-Taman Balekambang-Depok-Manahan. Sedangkan rute ketiga start dari Pasar Oleh-Oleh Jongke atau Hotel Solia Zigna-Kampung Batik Laweyan dan sekitarnya.
“Peminatmya banyak sekali, luar biasa. Dari luar kota juga banyak sudah menghubungj mau naik kendaraan wisata ini. Mereka inden dulu biasanya,” jelas Kepala Dinas Perhubungan Kota Solo, Hari Prihatno, di sela-sela uji coba kendaraam wisata listrik bersama wartawan, Sabtu (15/1/2022).
Menurut Hari, hal itu biasa karena hal ini merupakan yang pertama di Indonesia. Mereka yang memesan tiket kendaraam wisata listrik itu sebagian besar dari keluarga. Rute yang paling banyak diminati adalah rute Dishub-Balekambang.
“Saat ini masih digratiskan, sampai kapan belum tahu. Sambil kita evaluasi dan membuat jalur khusus seperti marka jalan. Setelah itu baru mulai tiketing,” jelasnya lagi.
Kendaraan wisata listrik berkapasitas tujuh penumpang tersebut beroperasi sebanyak tiga kali dalam sehari untuk setiap rute. Dari enam kendaraan wisata listrik hibah dari Tahir Foundation,, yang dioperasikan empat sedangkan dua lainnya untuk cadangan.
Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa pada kesempatan yang sama mengatakan beroperasinya kendaraan wisata berbasis listrik tersebut untuk menggerakkan sektor pariwisata di Kota Solo.
“Nanti kalau ada tambahan lagi, bisa khusus digunakan di kawasan wisata saja. Seperti di Keraton Surakarta, kalau ini nanti tidak menyalahi apa-apa karena berada di kawasan wisata,” ujar Teguh.
Sedangkan untuk saat ini, kendaraan wisata tersebut digunakan untuk mengantar wisatawan ke sejumlah titik destinasi wisata.
Berwisata dengan menggunakan kendaraan wisata listrik tersebut cukup nyaman. Karena menggunakan energi listrik maka tidak menimbulkan suara bising. Meskipun kecepatannya sampai 30 km per jam tapi saat memgantarkan wisatawan maksimal hanya berjalan 15 km per jam. Saat beroperasi kendaraan ini juga dikawal petugas dari Dishub, hal ini dilakukan untuk menjamin keamanan pengguna jalan lainnya. ***













