Politik

Pemerintah Diminta Tidak Kendur Perangi Narkoba di Tengah Situasi Pandemi Covid-19

Published

on

Penanganan kasus narkoba tak boleh kendur di tengah situasi pandemi Covid-19. (Ist).

Penanganan kasus narkoba tak boleh kendur di tengah situasi pandemi Covid-19. (Ist).

FAKTUALid – Meski konsentrasi pemerintah tertuju kepada penanganan Covid-19, masalah pemberantasan terhadap narkoba tidak boleh kendur. Keduanya harus berjalan seiring, sehingga apa yang dikerjakan pemerintah mencapai hasil maksimal.

Ketua DPP PPP Bidang Kesehatan Atiek Heru dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (26/6/2021), berharap pemerintah di tengah keseriusan menanggulangi pandemi tetap berperang melawan peredaran narkoba, karena narkoba dapat merusak masa depan bangsa.
“Berdasarkan data, tercatat 24.878 orang ditangkap dari 19.229 kasus di Indonesia yang berhasil diungkap Polri sepanjang Januari hingga Juni 2021. Itu kasus yang terjadi di masa pandemik, ini merupakan ancaman terbesar bagi generasi penerus bangsa kita,” kata dia.

Oleh karena itu, menurut dia pemerintah lewat BNN dan Polri agar dapat benar-benar mencegah maraknya peredaran narkoba.

Lebih lanjut, kata dia Polri juga mencatat dalam enam bulan tersebut telah menyita barang bukti berupa ganja 2,14 ton, sabu 6,64 ton, heroin 73,4 gram, kokain 106,84 gram, tembakau gorila 34 ton, dan ekstasi 239.277 butir.

Bahkan sebelumnya, Polres Jakarta Pusat dan Ditnarkoba Polda Metro Jaya menggagalkan peredaran sabu sejumlah 1,129 ton jaringan Timur Tengah.

Advertisement

“Jangan sampai di tengah kesibukan kita dalam memerangi COVID-19, malah lengah dengan ancaman lainnya yaitu perang melawan narkoba,” ujarnya.

Menurut Atiek, narkoba sangat berbahaya dan bisa merusak generasi penerus bangsa yang akan menjadi tulang punggung dalam merawat persatuan untuk menjadi motor penggerak pembangunan nasional.

“Padahal kita sudah mencanangkan untuk mencapai Indonesia Emas 2045 yang merupakan peluang bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yang unggul dan diperhitungkan menjadi kekuatan besar dunia, oleh karena itu katakan perang pada narkoba ‘war on drugs’ demi ketahanan kesehatan nasional kita,” tuturnya.

Sekjen DPP PPP Arwani Thomafi mengatakan pada peringatan Hari Anti Narkoba Internasional, PPP menggelar aksi secara serentak di seluruh Indonesia mengampanyekan untuk hidup sehat tanpa narkoba.
“Aksi ini merupakan ajakan kepada para pemuda-pemudi Indonesia bahwa kita tidak mungkin menjadi hebat jika bersentuhan dengan narkoba. Oleh karena itu, di Hari Anti Narkotika Internasional ini kita mengusung slogan, ‘Ayo pemuda-pemudi Indonesia, menjadi hebat tanpa narkoba, untuk mewujudkan Indonesia emas 2045’,” ucapnya.
Arwani mengatakan PPP memiliki organisasi badan otonom yang berisi para pemuda, yang juga saat ini bertugas menjadi teladan bagi generasi Indonesia untuk menjauhi narkoba.

“Kader muda PPP di semua tingkatan harus menjadi pelopor untuk hebat dan menang tanpa narkoba. Di PPP ada organisasi badan otonom diantaranya Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK), Angkatan Muda Ka’bah (AMK) dan Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) yang berisi para pemuda-pemuda hebat tanpa narkoba,” ujarnya. ***

Advertisement

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version