Politik
BMI Demokrat Soroti Lemahnya Daya Beli Saat Pandemi Covid-19

Ketua DMI Demokrat Farkhan Efendy. (Ist)
FAKTUALid – Fungsionaris Dewan Pimpinan Nasional Bintang Muda Indonesia (DPN BMI) Partai Demokrat Farkhan Evendy menyoroti lemahnya daya beli rakyat akibat dampak pandemi covid-19.
Farkhan baru saja bertemu salah satu pedagang yang tadinya berdagang di luar kota, kini memilih berjualan di kotanya sendiri dengan kondisi sakit-sakitan. Menurut Farkhan ia kembali ke kota asalnya karena terkena pandemi.
“Kita temui salah satu contoh dari melemahnya daya beli masyarakat akibat pandemi, seorang ibu yang akhirnya memilih jualan es dengan hasil ala kadarnya. Ini adalah potret keseharian masyarakat saat pemerintah menaikkan pajak ini dan itu,” ujar Farkhan.
Farkhan juga menyebut penarikan pajak dari Bank, dengan sekadar cek saldo saja harus bayar merupakan kebijakan lucu tapi jelas memberatkan masyarakat.
“Kenaikan pajak tapi hutang luar negeri juga gede-gedean. Alasan buat insfrastruktur setelah itu dibuat lalu mangkrak, lalu dijual ke asing, begitu seterusnya. Seolah negara ini mabuk. Apa saja dicari uangnya tapi hasil untuk rakyat minim, ekonomi terjun kena rudal covid-19 dan rudal oligharki,” ujar Farkhan.
Dikatakan Farkhan, situasi mencekam seperti saat ini ternyata malah menguatkan daya kesewenang-wenangan pemerintah. Selain pajak ini-itu, tax amnesty yang terbukti gagal juga kembali dilakukan.
Daya beli masyarakat yang harusnya diproteksi dengan berbagai hal ternyata malah yang diproteksi hanya kepentingan mafia ekonomi.
“Dana bansos yang seharusnya membantu malah jadi alat garong seratus triliun. Sungguh pendarahan akibat covid masih lebih besar pendarahan yang dilakukan oleh elite negeri, situasi yang kita ibaratkan pilotnya ada, tapi pesawat mau ditabrak ke gunung besar,” ujar Farkhan. (Syawal)