Politik

Peninggalan Anies Aplikasi JAKI Bakal Dimanfaatkan Pramono-Rano untuk Serap Aspirasi

Published

on

Peninggalan Anies Aplikasi JAKI Bakal Dimanfaatkan Pramono-Rano untuk Serap Aspirasi

Pramono Anung dan Rano Karno bakal lanjutkan program Anies yang bagus. (Foto: istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Pasangan Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3 Pramono Anung-Rano Karno berjanji akan melanjutkan aplikasi JAKI peninggalan Anies untuk menampung aspirasi masyarakat.

Hal itu dikatakan pasangan Pramono-Rano saat menemui warga di Kawasan Sunter, Jakarta Utara pada Sabtu (12/10/2024).

Salah satu warga pun meminta Pramono-Rano untuk menghidupkan kembali aplikasi bernama Qlue.

Baca Juga : Pramono-Rano Bakal Gratiskan 15 Golongan Ini Naik LRT-MRT Jika Jadi Gubernur Jakarta

Aplikasi Qlue sempat menjadi primadona warga Jakarta untuk mengadukan permasalahan-permasalahan yang ada di lingkungan sekitar rumah mereka. Namun, pamor Qlue meredup kala pemerintahan Provinsi DKI Jakarta berganti nakhoda dari Djarot Saiful Hidayat ke Anies Baswedan pada 2017.

“Ada sebuah aplikasi, Bisa mengontrol bersama antara pemerintah dan masyarakat yaitu aplikasi Qlue. Saya waktu penjabat RW, Itu Qlue saya pernah gunakan responsnya sangat cepat. Kalau buat masyarakat, untuk mengontrol, kerja sama antara pemerintah, kepada masyarakat, saya rasa sangat berfungsi dan bermanfaat. Jadi mungkin bisa diadakan lagi Qlue ini,” kata salah satu warga di Kawasan Sunter, Jakarta Utara, Sabtu (12/10/2024).

Advertisement

Mendengar hal itu, Pramono mengatakan bahwa dirinya dan Rano Karno akan melanjutkan program yang baik dari pemerintahan sebelumnya, termasuk aplikasi untuk aduan masyarakat. Pramono pun mengaku akan menggunakan Aplikasi JAKI, peninggalan Gubernur Jakarta periode 2017-2022 Anies Baswedan.

“Untuk yang Qlue, yang sudah baik, aplikasi yang sudah baik kami lanjutkan. Termasuk untuk layanan pencari kerja, yang dulu pakai Jak Preneur. Ternyata Jak Preneur nggak jalan mereka tidak compatible dengan sistem yang lainnya. Maka kami kembalikan, pakai JAKI aja,” ucapnya.

“JAKI itu dimiliki oleh semuanya dan sekarang yang membuka JAKI lebih dari 5 juta orang. Sehingga kami, tetep kembali kepada JAKI,” sambungnya.

Baca Juga : Elektabilitas RK-Suswono dan Pramono-Rano Bersaing Kompetitif di Pilgub Jakarta

Disisi lain, Pramono juga akan membuka kembali layanan pengaduan di Balai Kota. “Untuk warga masyarakat nanti termasuk siapapun, kami akan kembali yang namanya pengaduan Balai Kota. Siapapun mau melaporkan, datang ke balai kota, silahkan,” imbuhnya.

Diketahui, aplikasi JAKI diluncurkan saat Anies Baswedan masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta di tahun 2019.

Advertisement

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat itu menyatakan bahwa aplikasi ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan informasi dan mengintegrasikan seluruh layanan masyarakat.***

Exit mobile version