Lapsus
Semoga PON XX Sukses Prestasi, Sukses Pengamanan, dan Sukses Terhindar dari Covid-19
Ketua Harian PB PON XX Yunus Wonda mengalungkan medali emas ke tim kriket putri Papua di Stadion Kriket, Doyo Baru, Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu (26/9/2021). Foto: Antaranews.com
FAKTUAL-INDONESIA: Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2021 di Papua memang berbeda dari PON sebelumnya. PON kali ini tidak sekadar soal prestasi atlet, tapi juga soal citra Indonesia untuk membuktikan bahwa pesta olahraga ini bebas dari gangguan keamanan separatis dan teroris.
Satu hal lagi bagaimana pemerintah Indonesia berupaya keras mengupayakan agar PON XX di Papua yang akan dibuka oleh Presiden Jokowi pada 2 Oktober mendatang. tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 ini.
Jelas tidak mudah mewujudkan itu semua. Tapi peran serta semua kalangan akan menentukan tiga sukses itu terwujud pada PON XX.
Soal sukses prestasi, pandangan dari Yayuk Basuki bisa dijadikan acuan. Mantan petenis putri top Indonesia ini selaku Ketua Umum Indonesian Olympian Association (IOA) berharap Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua melahirkan olympian baru atau atlet-atlet yang bisa tampil dan berprestasi di pentas Olimpiade.
“PON ini adalah agenda yang seharusnya menjadi pembinaan untuk olahraga nasional,” kaya Yayuk Basuki, Sabtu (25/9/2021).
Ia sangat mendukung dan berharap dengan adanya PON Papua, prestasi olahraga Indonesia dapat terus meningkat.
“IOA mendukung adanya pembibitan dan pembinaan untuk olahraga nasional secara keseluruhan dan berharap nanti akan muncul olympian-olympian yang lain. Mereka yang tampil adalah atlet muda dan ini menjadi cikal bakal masa depan daripada olympian kedepan,” Yayuk menambahkan.
Yayuk Basuki adalah petenis legendaris Merah Putih yang pernah empat kali tampil di Olimpiade (1988, 1992, 1996 dan 2000).
Dia juga adalah peraih empat medali emas Asian Games. Satu di antara diraih pada sektor tunggal putri pada 1998 di Bangkok, Thailand.
Kemudian dua emas pada sektor ganda putri di Seoul Korea Selatan pada 1986 dan Asian Games 1990 di Beijing bersama Suzanna Wibowo.
Saat bertanding di Beijing 1990, Yayuk juga sukses meraih emas pada nomor ganda campuran bersama Hary Suharyadi.
Dalam karier profesional sebagai petenis, Yayuk juga punya prestasi mentereng. Sepanjang karier dia telah mengantongi enam gelar WTA dan 5 ITF. Perempuan asal Yogyakarta itu juga pernah menempati posisi 19 dalam daftar peringkat tenis dunia.
Dia juga nantinya akan andil dalam kirab obor PON Papua. Yayuk menyebut hadirnya para atlet senior legendaris di Papua akan turut memotivasi atlet-atlet muda untuk bisa lebih berprestasi.
“Olympian Indonesia sangat mendukung PON Papua. Kami hadir menjadi ikon dan atlet muda akan melihat bahwa kami sangat mendukung mereka. Jadi tugas kami juga adalah memotivasi atlet muda,” pungkas Yayuk Basuki.
Aman dan Lancar
Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD berharap pelaksanaan PON XX dan Papernas XVI di Papua bisa berjalan aman dan lancar.
“Dari sudut keamanan sudah menyiapkan dengan sebaik-baiknya, kita berusaha menutup setiap peluang sekecil apapun untuk terjadi ketidaktertiban dan ketidakamanan,” kata Mahfud, di Jakarta, Jumat (24/9/2021).
Menjawab adanya potensi gangguan keamanan di sejumlah wilayah di Papua, Mahfud meminta agar masyarakat tenang karena di empat klaster wilayah yang menjadi tempat penyelenggaraan PON, sampai saat ini kondusif.
Dalam menyukseskan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional tersebut, Mahfud menegaskan pemerintah telah memperkuat koordinasi dengan semua daerah yang mengirimkan kontingen,
“Dengan demikian semua masyarakat diharapkan dapat tenang, serta turut serta dalam menyukseskan pelaksanaan PON. Kita sudah melakukan rapat koordinasi dengan pusat dan daerah, bukan hanya dengan daerah Papua tapi juga dengan daerah lain yang akan mengirim kontingen ke sana dan seluruhnya sudah dipersiapkan dengan baik dari segi keamanan maupun dari segi-segi teknis dan fasilitas yang diperlukan,” jelas Mahfud.
Untuk memaksimalkan persiapan, Menko Polhukam Mahfud MD direncanakan akan melakukan peninjauan kembali ke sejumlah lokasi pelaksanaan PON di Papua.
“Saya nanti akan melakukan gladi bersih di saat- saat terakhir sebelum tanggal resmi dibuka. Tanggal resmi dibuka sekitar tanggal 2 Oktober. Mungkin tanggal 1 Oktober saya akan gladi bersih di Papua,” ujarnya.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini menambahkan, pelaksanaan PON yang berlangsung di Papua ini menunjukkan bahwa Bumi Cendrawasih memiliki kesempatan sama untuk maju, seperti provinsi lainnya di Indonesia.
“Jadi semuanya mari kita sambut ini dengan gembira sebagai pesta olahraga yang ingin memajukan kita semua, dalam keadaan setara setiap provinsi. Punya kesempatan yang sama dan punya pelayanan yang sama dari pemerintah pusat untuk maju,” kata Mahfud.
Jangan Jadi Klaster Baru Covid-19
Sementara itu Ketua Komite Penanganan Covid dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto memberikan arahan terkait protokol kesehatan kepada pelaksana PON) XX agar tidak menjadi klaster COVID-19 baru.
“Untuk PON di Papua, jumlah vaksinasi di kabupaten dan kota penyelenggara akan didorong untuk mendekati angka 70 persen,” tutur Airlangga melalui keterangan resminya, Selasa (21/9/2021).
Sejauh ini, vaksinasi dosis pertama di empat klaster PON yaitu Kabupaten dan Kota Jayapura, Merauke, dan Mimika sudah 56 persen, dan dosis kedua mencapai 35 persen.
Tokoh yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PB Wushu Indonesia ini mengatakan, untuk jumlah penonton di lokasi arena PON hanya dibolehkan maksimal 25 persen dari total kapasitas. Masyarakat yang boleh menonton juga dibatasi hanya bagi mereka yang sudah menerima vaksin dosis satu atau kedua.
Secara statistik, total ada 44 arena bertaraf internasional yang digunakan untuk memfasilitasi kompetisi bagi 37 cabang olahraga, 56 disiplin, dan 681 pertandingan.
Sebanyak 2.239 medali akan diperebutkan oleh 7.199 atlet yang berlaga. PON Papua juga akan diramaikan oleh kedatangan 3.580 ofisial, 60 delegasi teknis, 1.147 wasit nasional dan 30 wasit luar negeri, serta 53 panitia pelaksana. (dari berbagai sumber) ***