Lapsus
Lapsus: Sudah Vaksin, Jangan Lupa PeduliLindungi dan Tetap Disiplin 5 M

PeduliLindungi adalah aplikasi yang dikembangkan untuk menghentikan penularan Coronavirus Disease (COVID-19)
FAKTUALid – Vaksinasi diakui atau tidak kini sudah menjadi kebutuhan setiap orang di saat pandemi virus corona (Covid-19) yang belum mereda dalam dua tahun ini. Program vaksinasi yang semula sempat ditanggapi secara pesimis bahkan sinis mulai dicari orang. Hampir semua kini ingin divaksin.
Banyak hal positif yang bisa dipetik dengan mengikuti vaksinasi. Setelah mendapat vaksin maka si penerima sudah siap untuk hidup berdampingan dengan Covid-19 karena sudah mempunyai kekebalan tubuh.
Selain itu setelah mendapatkan vaksin maka si penerima juga bisa bebas melakukan aktivitas. Baik itu masuk tempat perbelanjaan, mall, perkantoran sampai untuk bepergian dengan bus, kereta api, kapal laut dan pesawat udara.
Bagi yang sudah vaksin juga tidak perlu repot-repot lagi membawa berbagai surat keterangan. Untuk bukti sudah mengikuti vaksinasi maka bisa mendaftar di aplikasi PeduliLindungi. Dengan mendaftar di aplikasi ini maka akan memudahkan menunjukkan bukti sudah vaksin.
Aplikasi PeduliLindungi adalah aplikasi yang dirancang Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Kementerian BUMN untuk digunakan Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas dalam mengatasi pandemi COVID-19 di Indonesia.
PeduliLindungi adalah aplikasi yang dikembangkan untuk menghentikan penularan Coronavirus Disease (COVID-19). Aplikasi ini mengandalkan kepedulian (peduli) dan partisipasi masyarakat untuk saling membagikan data lokasi atau pun vaksinasi dan riwayat Covid-19 saat bepergian agar penelusuran riwayat kontak dengan penderita COVID-19 dapat dilakukan.
PeduliLindungi dapat digunakan untuk melakukan proses Check-In/Check-Out lokasi yang ramai, pendaftaran vaksinasi, mau pun tracing kontak riwayat orang dengan Covid-19.
PeduliLindungi akan mengidentifikasi status vaksinasi & riwayat kontak Covid-19 saat melakukan check-in di lokasi ramai.
Hal ini akan sangat membantu ketika orang tersebut tidak dapat mengingat riwayat perjalanan dan dengan siapa saja dia melakukan kontak. Yang bersakutan juga akan dihubungi oleh petugas kesehatan jika dia pernah berada dalam jarak tertentu dengan penderita COVID-19 positif, PDP, dan ODP.
Syarat Perjalan
Saat ini, sertifikat vaksin menjadi syarat perjalanan seseorang. Oleh karenanya, penting mengetahui kapan sertifikat vaksin Covid-19 muncul di PeduliLindungi. Informasi saja, setiap orang yang sudah mendapatkan vaksinasi akan mendapatkan pemberitahuan lewat SMS dari nomor 1199.
Isi pesan SMS tersebut berupa link tautan sertifikat vaksin di PeduliLindungi. Bagi Anda yang ingin melakukan pengecekan sertifikat vaksin, silakan mengunjungi laman Peduli Lindungi dan aplikasi Peduli Lindungi.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi menyampaikan bahwa sertifikat vaksin akan muncul paling cepat satu hari setelah seseorang melakukan vaksinasi.
“Umumnya rata-rata 1-3 hari, kecuali kalau ada kesalahan dari data yang ada,” ujar Nadia.
Jika tidak mendapatkan notifikasi SMS, sertifikat vaksin dapat dicek melalui aplikasi Peduli Lindungi, atau web pedulilindungi.id
Mulai hari ini, Sabtu (28/8/2021) aplikasi PeduliLindungi menjadi salah satu syarat perjalanan seluruh moda transportasi, baik darat, laut, udara, dan perkeretaapian di masa pandemi Covid-19. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, Kemenhub telah berkoordinasi dengan para operator transportasi untuk mempersiapkan penerapan aplikasi tersebut.
“Melalui penerapan aplikasi PeduliLindungi ini, diharapkan bisa mengelola mobilitas di tengah pandemi dengan baik,” ujarnya.
Tetap Prokes 5 M
Sudah vaksin dan sudah pula mendaftar di PeduliLindungi apakah sudah cukup? Tentu belum. Setelah vaksin maka masyarakat tetap dituntut untuk disiplin menjalan protokol kesehatan. Ini demi menjaga diri sendiri, keluarga, sahabat, masyarakat sekitar dan seluruh warga.
Baik sebelum maupun sesufah vaksin, masyarakat tidak lengah dalam menerapkan protokol kesehatan. Tetap disiplin prokes akan memperkuat efektivitas vaksinasi yang sudah dijalani.
Protokol kesehatan, mulai dari terus memakai maskers, rajin mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan hingga mengurangi mobilitas tetap harus dijalankan. Hal ini sudah harus menjadi perilaku baru masyarakat baik sebelum maupun setelah vaksin.
Prof Herawati Sudoyo Ph.D, Wakil Kepala Lembaga Eijkman Bidang Penelitian Fundamental, seperti dikutip di situs web covid19.go.id. mengingatkan, andai semua orang sudah divaksinasi, protokol kesehatan tetap harus dijalankan.
Jadi 5M tetap penting dan harus. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir terus dilakukan dalam setiap usai melakukan kegiatan. Setelah itu memakai maskers yang dobel jangan sampai ditinggalkan.
Dalam aktivitas selalu menjaga jarak. Minimal satu meter dengan pihak lain.
Selalu menghindari kerumunan. Tidak berlama-lama berkumpul lebih dari jumlah yang diperkenankan. Yang penting lagi tetap membatasi mobilitas. Jika tidak perlu sekali tidak perlu ke luar rumah. ***