Olahraga

Fathrah/Dessy Raih Medali Emas Keempat Biliar

Published

on

Fathrah dan Dessy bersama atlet putra Jahja Johanes Halim. (Ist).

Fathrah dan Dessy bersama atlet putra Jahja Johanes Halim. (Ist).

FAKTUAL-INDONESIA: Cabang olahraga biliar menambah satu medali emas untuk kontingen DKI Jakarta. Pasangan Fathrah Masum/Dessy Aristia meraih medali emas nomor double putri 9 bola di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021.

Pada pertandingan yang berlangsung di GOR Biliar SP 5 Mimika, Papua, Kamis (14/10/2021), Fathrah/Dessy menundukkan pasangan tuan rumah Sylvia/Fatih 6 – 2.

Pada pertandingan final ini Fathrah mengaku bermain lebih tenang ketimbang di semifinal menghadapi pasangan kakak beradik Amelia/Anabel dari Jawa Timur. Skor bergerak cepat 3 – 0 lebih dulu untuk keunggulan pasangan DKI ini.

“Ngga ada beban main di final. Kemarin kami sudah mempelajari video pertandingan lawan, sehingga dapat mudah diantisimasi,” kata Fathrah usai pertandingan.

Kata Fathrah, pergerakan poin berlangsung aman untuk keunggulan tim DKI, seperti unggul 4 – 1, 5 – 1, dan 5 – 2. Pada skor lima dua pemain lawan mengalami kesalahan memukul bola, sehingga keberuntungan ada di pihak Fathrah dan Dessy. Dengan tiga bola tersisa Fathrah dan Dessy dengan mudah menempatkan bola untuk menghabisi lawan 6 – 2.

Advertisement

“Kami belum pernah bertemu sebelumnya. Itu sebabnya kami butuh menonton video pertandingan lawan di final. Tapi ternyata mereka lebih mudah ketimbang menghadapi lawam di semifinal,” lanjut Fathrah.

Lebih jauh Fathrah mengatakan, beban main di semifinal sangat berat karena hanya memetik kemenangan tipis 6 – 5 atas pasangan Jawa Timur. Ironisnya, kata Fahtrah, ia dan Dessy sudah unggul 4 – 0 lebih dulu, kemudian dikejar 4 – 4 dan malah ketinggalan 4 – 5 lebih dulu.

Beruntung pada partai kesembilan Fathrah/Dessy berhasil menyamakan kedudukan 5 – 5, dan akhirnya menang 6 – 5 sekaligus mendapatkan tiket ke final.

“Pada saat ketinggalan 4 – 5 perasaan udah bercampur aduk. Jangan sampai kalah, karena ini pertandingan penting. Karena kami tahu kalau bisa melewati partai semifinal maka pertandingan berikutnya di final akan lebih mudah. Dam, ternyata hasilnya memang begitu,” ucap Fathtah. ***

Advertisement

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version