Olahraga
Prof. Syahrial : Gerakan “Kudeta” Ketum PP Pelti Nurdin Halid, Tidak Rasional dan Tak Obyektif

Nurdin Halid (tengan) bersama Menpora Dito Ario Tedjo (kanan) dan Ketua Umum.KONI Pusat Marciano Norman (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Prof Syahrial menegaskan, gerakan kelompok Rudy Basuki dkk tersebut ilegal karena kepemimpinan Nurdin Halid sah secara hukum (AD/ART PELTI) yang terlihat jelas dari dukungan Pemerintah dan KONI Pusat.
Dukungan Menpora dan Ketua Umum KONI Pusat diberikan sejak pelantikan PP PELTI pada 17 Juli 2024 hingga Rakernas pekan lalu.
“Tidak ada pelanggaran hukum apa pun yang dilakukan Pelti di bawah Ketua Umum Nurdin Halid. Hukum negara maupun ‘konstitusi’ Pelti yaitu Anggaran Dasar. Dukungan Pemerintah pun sangat kuat hingga hari ini. Jadi, tidak ada celah sedikit pun bagi siapa pun untuk memaksakan Munaslub,” tegas Syahrial.
Dukungan Pemerintah juga sangat nyata dan sama sekali tidak ada masalah dalam beberapa kegiatan tenis nasional maupun internasional seperti pada PON Aceh-Sumut 2024, persiapan timnas tenis SEA Games dan Youth Olympic Games 2025.
Baca Juga : Pengurus PP Pelti 2024-2028 Dilantik KONI Pusat, Nurdin Halid Optimis Prestasi Tenis Indonesia Bangkit
Dalam Rakernas pekan lalu, Pemerintah juga menegaskan dukungan penuh terhadap program-program strategis PELTI seperti roadmap pembenahan turnamen tenis, pembentukan Liga Tenis Indonesia, pagelaran turnamen ITF elit Indonesian Open, dan target petenis Indonesia lolos pertama kali ke Olimpiade 2028 atau 2032.
Dalam sambutan Pembukaan Rakernas pekan lalu, Menpora Dito Ariotedjo sendiri mengucapkan selamat kepada jajaran PP Pelti yang baru 6 bulan lalu dikukuhkan dan dilantik di bawah kepemimpinan Ketum Nurdin Halid namun sudah mencatat beberapa pencapaian positif. Menpora optimis tenis Indonesia akan maju karena sosok Nurdin Halid bukanlah nama baru di ranah olahraga tanah air, salah satunya pernah menjadi Ketum PSSI.
“Saya yakin prestasi tenis pasti naik. Dahulu Pak Nurdin ketika memegang PSSI, Timnas kita sempat peringkat 94 dunia. Itu adalah suatu pencapaian yang luar biasa. Saya mendukung pembentukan Liga Tenis dan pagelaran kejuaraan tenis internasional Indonesian Open di Bali sebagai ajang pemanasan bagi petenis dunia sebelum terjun di Grand Slam Australia Terbuka,” tutur Menpora Dito.
Selain Menpora dan Ketua Umum KONI serta sejumlah anggota DPR RI, Rakernas dihadiri wakil Menteri Pertahanan RI, Wakil Menteri Hukum RI, 3 pimpinan Komisi DPR RI, dan 100 pengurus Pelti Kabupaten/Kota yang datang sebagai peninjau.
PELTI di bawah kepemimpinan Nurdin Halid mengalami lompatan-lompatan besar melalui sejumlah program strategis sebagai perwujudan VISI PELTI MEMBANGUN INDUSTRI TENIS MENUJU INDONESIA EMAS 2045.
Baca Juga : Nurdin Halid Sebut 45.000 Fungsionaris Golkar Bergerak Kampanyekan Airlangga Capres 2024
Gandeng Mills Bangun Tenis
PP Pelti Gandeng Mills, Apparel Anyar Tanah Air demi Perkembangan Tenis Indonesia.
Dalam usia enam bulan kepemimpinan Nurdin Halid, PELTI mencatat beberapa pencapaian seperti timnas tenis Under-12 menjuarai Piala Asia U12 di Khazakstan, menjadi juara di turnamen Asia Oseania Under-12 di Hongkong, serta meraih tiga gelar juara dan dua runner up di turnamen internasional di Maladewa.
Untuk mendukung pengembangan atlet tenis, PELTI dalam enam bulan terakhir, telah menggelar Kejurnas Yunior KU U-16 dan 2 turnamen series TDP (Diakui Pelti) serta Kejurnas antar-Pengurus seluruh Indonesia. Pada saat yang sama, dilakukan standarisasi Turnamen Diakui Pelti (TDP) dan penyempurnaan sistem dan metode perhitungan Peringkat Nasional PELTI (PNP) agar lebih transparan dan obyektif.
Dalam Pembukaan Rakernas, dilakukan penandatanganan MOU dan Penjanjian Kerjasama sponsorship dengan perusahaan appareal Mills untuk Tim Nasional Tenis, Dunlop, dan Nusantara TV (NTV) sebagai TV-partner. Selain live streaming melalui channel youtube PELTI, Nusantara TV bahkan menyiarakan secara live-delay acara Rakernas.****













