Olahraga
PON XX Papua: Menpora Tegaskan Kerja Gotong Royong Jadi Kunci Sukses

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali. (ist)
FAKTUAL-INDONESIA: Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menilai suksesnya Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 Papua tergantung kepada kerjasama semua pihak karena PON kali ini digelar di tengah pandemi Covid-19.
Untuk diketahui, PON kali ini digelar menggunakan sistem “bubble to bubble” sebagai bagian dari protokol kesehatan bagi para atlet dan ofisial tim. Lalu para atlet dan ofisial pun diwajibkan untuk menjalani dua kali vaksinasi, melakukan PCR saat akan melakukan pertandingan, dan menggunakan aplikasi peduli lindungi.
“Kerjasama yang baik dan gotong royong dari semua pemangku kepentingan ini penting demi terselenggaranya even olahraga nasional empat tahunan dengan aman. Penerapan sistem “bubble to bubble” ini sesuai dengan yang dilakukan di Olimpiade Tokyo kemarin. Di mana atlet dan ofisial hanya diperbolehkan melakukan pergerakan dari penginapan ke tempat pertandingan dan sebaliknya, tidak boleh kemana-mana. Semua atlet yang menjadi peserta pun wajib sudah divaksin dua kali,” kata Zainudin saat menjadi narasumber FMB9 Kominfo tentang Kesiapan PON XX Papua, Terapkan Protokol Kesehatan, Selasa (5/10/2021), secara virtual dari Kota Jayapura, Papua.
Hingga, menurutnya, tidak lagi melihat ini urusan siapa, itu urusan siapa. Semua pihak dilihatnya turun tangan, kerja gotong royong untuk mensukseskan PON ini.
“Ini tentu jadi hal yang sangat baik,” puji Zainudin.
Terpenting, tambahnya, dari semuanya adalah vaksinasi, baik atlet, pelatih, ofisial tim, panpel, maupun masyarakat sekitar yang sudah mencapai minimal 60-70 persen sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.
“Semua yang terlibat baik atlet, pelatih, ofisial, panitia, bahkan masyarakat pun sudah tervaksin hingga 60-70 seperti harapan Bapak Presiden. Juga setiap akan bertanding maupun tidak bertanding secara reguler atlet dan ofisial minimal di swab antigen,” urainya.
Hingga menurutnya dari penyelenggaraan ini, melihat tidak ada suatu hal yang mengkhawatirkan. Sebab kesadaran seluruh pihak untuk mematuhi protokol kesehatan sangat besar.
“Saya kira dengan penyelenggaraan PON ini masyarakat Papua sangat senang, tinggal kita berkomunikasi baik dengan mereka, beri perlindungan kepada mereka, prokesnya dijalankan dengan baik oleh penyelenggara agar semuanya nyaman,” tambahnya.
PON Papua ini menunjukkan kepada semua pihak, seberat apapun pekerjaan jika kerjakan bersama, bergotong-royong pasti bisa.
“Kita sudah bisa menunjukkan keterlibatan secara serius untuk menangani pandemi ini. Hingga di Papua sendiri kini sudah menjadi PPKM level 2. Saya kira ini adalah hasil dari kerjasama kita semua,” katanya kemudian.
“Tetaplah berolahraga dan bergerak karena jika tidak berolahraga sama sekali malah bisa menjadi sumber penyakit. Tetapi, tetap berolahraga dengan prokes yang ketat. Semoga kita bisa melalui pandemi ini dan kita sehat dan kekebalan komunitas semakin terbentuk, tetap berkegiatan dengan optimisme dan pikiran-pikiran yang positif,” pesan Menpora Amali.
Turut menjadi narasumber lainnya Mayjen TNI (Purn) Dr. Suwarno-Ketua Panitia Pengawas dan Pengarah PON XX, Brigjen TNI (Purn) Alexander Ginting-Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19 Nasional, dan Edgar Xavier Marvelo-Atlet Wushu Peraih Medali Emas PON XX Papua 2021. ****