Olahraga
DETEC K3N7O3N9 Open 2026: Ressjalina Cari Kado Perpisahan di Akhir Karier Juniornya

Ressjalina Nur Afifah incar sapu bersih gelar. (Foto: Dwi Ari)
FAKTUAL-INDONESIA: Petenis Ressjalina Nur Afifah bertekad menyapu bersih gelar juara turnamen nasional DETEC K3N7O3N9 Open, Sukoharjo, Jawa Tengah. Siswi SMA Negeri 2 Klaten ini ingin memberikan “kado perpisahan” untuk tahun terakhirnya berlaga di kelompok junior.
Untuk meraihnya, Ressjalina mesti menantang unggulan empat asal Semarang, Kaitlyn Wijaya, baik pada final tunggal maupun ganda putri Kelompok Umur (KU) 18 tahun yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Tenis Gelora Merdeka, Sabtu (4/7/2026). Meski belum pernah bertemu, Ressjalina tetap optimis dapat membukukan kemenangan.
“Sekilas dia setipe denganku. Bolanya flat, ulet, dan suka jemput bola. Tapi dia kan lebih muda. Jadi, besok aku coba bermain lebih dewasa. Harus bisa kontrol diri. Mulai buka lapangan. Nyerang pas enak,” ujar petenis asal Klaten, Jawa Tengah ini.
Ressjalina lantas mengungkapkan bahwa dirinya juga harus menjaga fokus dengan lebih apik. Atlet 18 tahun ini mengaku belajar dari kesalahannya pada semifinal. Meski pun berhasil mengatasi unggulan kedelapan, Getsa Zainine lewat rubber set, 6-1, 4-6, 10-8, Ressjalina kehilangan set kedua karena banyak membuat unforced error.
“Return-ku jelek banget di set kedua. Habis itu, fokusku benar-benar hilang. Untung, di tie break, aku bisa balik ke ritme set pertama dan memenangkan pertandingan,” ujar Ressjalina, yang mengidolai bintang tenis asal Inggris, Emma Raducanu.
Permasalahan serupa turut membayanginya di kategori ganda. Ressjalina yang menggandeng Syavira Dhini Maimunah, harus menemukan penawarnya sebelum final menghadapi Kaitlyn yang berpasangan Nadine Pramesthi Setya Komalasari.
“Ya, tadi di semi final (lawan duet Andi Arumi/Anggita Liatin), servis kami juga dua kali lepas habis unggul 3-0. Tapi, final juga udah kami siapin. Dhini banyak main lob buat besok,” pungkas Ressjalina yang berlatih di bawah bimbingan orang tuanya sendiri.
KU 18 dan 12 putri yang mempertandingkan Kadek Harnum dan Nergissa Prajnaparamita jadi anomali tersendiri pada laga puncak nomor tunggal edisi kedelapan turnamen nasional besutan DETEC (Deddy Prasetyo Tennis Club) ini. Pada KU lainnya, unggulan teratas baik putra maupun putri melenggang mulus sampai ke babak final tunggal.****













