Olahraga
Sebaiknya Indonesia Mendirikan Federasi Mind Sports, Singapura Tuan Rumah Festival Olahraga Pikiran se-Asia 13-15 Nopember 2025

Asia Mind Sports Association (AMSA) mengumumkan peluncuran Konferensi & Festival Olahraga Pikiran Asia perdana, yang berlangsung dari 13 hingga 15 November 2025 di Suntec Convention Centre, Singapura.
Oleh : Bert Toar Polii
Acara ini diselenggarakan bersama Federasi Catur Singapura, Asosiasi Weiqi Singapura, Asosiasi Umum Xiangqi Singapura, dan Asosiasi Bridge Kontrak Singapura.
Dengan mempertemukan atlet, ofisial, dan federasi terbaik dari empat olahraga pikiran – yaitu Catur, Bridge Kontrak, Weiqi (Go), dan Xiangqi (Catur Tiongkok) – festival ini menandai momen penting dalam memajukan olahraga pikiran di seluruh Asia. Program ini akan menampilkan kompetisi persahabatan regional, Konferensi Olahraga Pikiran, dan Rapat Dewan Eksekutif AMSA.
Baca Juga : Melalui Indonesia Sports Summit 2025, Menpora Erick Membangun Masa Depan Industri Olahraga Berkelanjutan dan Mendunia
Dengan total hadiah lebih dari SGD40.000, Festival Olahraga Pikiran Asia bertujuan untuk menunjukkan kedalaman pemikiran strategis, mendorong pertukaran lintas budaya, dan memperluas peluang kompetitif bagi para atlet olahraga pikiran di seluruh kawasan.
“Olahraga pikiran telah lama memegang kekuatan untuk menyatukan budaya, mengasah kecerdasan, dan menginspirasi keunggulan. Namun, olahraga pikiran belum ditampilkan secara rutin dalam acara multi-olahraga besar seperti Asian Games. Acara ini menandai awal babak baru, di mana federasi berkolaborasi lebih erat, format berkembang, dan para atlet menerima pengakuan serta dukungan yang benar-benar layak mereka dapatkan. Acara ini juga akan menjadi tolok ukur bagi potensi permainan olahraga multi-pikiran baru di masa mendatang,” ujar Gordon Tang, Presiden AMSA.
Latar Belakang AMSA
AMSA resmi diluncurkan pada pertemuan di Bangkok pada 25 Februari 2025, yang dihadiri oleh 29 Komite Olimpiade Nasional. Pembentukannya mencerminkan meningkatnya minat untuk melembagakan olahraga pikiran—seperti bridge, catur, go, draught, dan xiangqi—dengan cara yang serupa dengan olahraga fisik, khususnya dalam kerangka Dewan Olimpiade Asia (OCA).
Baca Juga : Sayangkan Kisruh Munaslub PSTI, Menpora Erick: Selesaikan dengan Sportif melalui Badan Arbitrase Keolahragaan Indonesia
AMSA diakui oleh OCA. Selain itu, Presiden Asosiasi Olahraga Pikiran Internasional (IMSA) telah menjanjikan dukungan untuk AMSA. (IMSA secara tidak langsung terkait dengan Komite Olimpiade Internasional).
Berkantor pusat di Singapura, tujuan AMSA meliputi:
* Meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam olahraga pikiran di seluruh Asia;
* Mengkoordinasikan acara regional dan mendorong kolaborasi lintas disiplin;
* Mewakili kepentingan olahraga pikiran di tingkat benua; dan
* Menstandardisasi aturan dan etika untuk permainan yang adil di seluruh disiplin anggotanya.
* Memimpin, merencanakan, dan menyelenggarakan Asian Esports and Mind Sports Games pertama pada tahun 2027 dan edisi-edisi selanjutnya. Asian Esports and Mind Sports Games akan menghadirkan olahraga pikiran secara rutin dan pasti dalam pertandingan-pertandingan besar OCA.
Baca Juga : Bertemu Mendagri Tito, Menpora Erick Bahas Penyelenggaraan Sport Summit untuk Kembangkan Ekosistem Industri Olahraga
Selanjutnya penulis hanya akan berkonsentrasi tentang olahraga bridge.
Untuk tujuan ini, Singapore Contract Bridge Associaton (SCBA) bermitra dengan AMSA menyelenggarakan Asian Mind Sports Festival, yang akan diselenggarakan pada 13-15 November 2025 di Suntec City, Singapura. Festival ini akan menjadi referensi dan tolok ukur yang baik untuk Asian Esports and Mind Sports Games pertama pada tahun 2027.
Dalam ekosistem Asia Pacific Bridge Federation (APBF), acara ini tetap diselenggarakan secara privat oleh SCBA dan tidak menerima perlakuan khusus dari APBF dibandingkan dengan acara-acara terkenal lainnya yang diselenggarakan oleh masing-masing NBO di kawasan ini. Namun, hal itu akan berubah jika acara ini “ditingkatkan” menjadi Pertandingan Besar oleh OCA dan dengan perluasannya oleh setiap Komite Olimpiade Nasional di Asia.
Olahraga bridge mempertandingkan dua nomor, yaitu Beregu Putra/Putri dan Pasangan Putra/Putri.
Untuk beregu putra diikuti China, dua tim dari Singapura dan dua tim dari India.
Untuk beregu putri diikuti China, China Hongkong, Singapura India dan Jordan.
Baca Juga : Pentaskan Merry Riana’s Fun Chess Night dengan Hadirkan Robot Catur, Cafe Tutur SCUA Dibanjiri Bibit-bibit dan Komunitas Olahraga Otak
Untuk pasangan putra diikuti 10 pasangan dimana China mengirimkan dua pasangan, Singapura tiga pasangan, India empat pasangan dan Philippina satu pasangan.
Untuk pasangan putri kelima tim peserta mengirimkan masing-masing dua pasangan.
Hari ini akan dimulai dengan nomor pasangan dilanjutkan nomor tim selama dua hari dengan bermain kompetisi penuh atau saling berhadapan dua kali.
Hadiah diberikan kepada juara 1-4 dimana peringkat 1-3 mendapat medali dan uang pembinaan sebesar Sin$ 1000, 700, 500 dan 300 untuk peringkat 4. Untuk nomor pasangan sama 1-3 mendapat medali dan uang pembinaan sebesar Sin$ 750, 500, 300 dan 200.
Semoga kedepan Indonesia ikut diundang. Tapi sebaiknya juga Indonesia mendirikan Federasi Mind Sports yang merupakan gabungan dari olahraga Catur, Bridge, go, draught, dan xiangqi.***