Olahraga
SEA Games XXXIII 2025: Dari Keindahan Thailand Menuju yang Terindah di Malaysia

Penutupan SEA Games XXXIII tahun 2025 Thailand, Sabtu (20/12/2025), diwarnai pesta meriah dan penyerahan Bendera SEA Games ke Perwakilan Malaysia yang akan menjadi tuan rumah tahun 2027.
FAKTUAL INDONESIA: Tak pelak lagi SEA Games XXXIII tahun 2025 Thailand yang secara resmi berakhir Sabtu (20/12/2025) malam, memberikan kenangan indah bagi Kontingen Indonesia. Di Bumi Negeri Gajah Putih ini sejak Selasa (9/12/2025), para atlet, pelatih dan pembina olahraga Indonesia berjuang memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara dengan buah manis mampu mendulang 91 medali emas, 111 perak dan 131 perungga yang secara total 333 medali.
Hasil perjuangan itu mengantar Indonesia menempati peringkat dua besar klasemen perolehan medali pesta olahraga antarnegara Asia Tenggara itu. Kontingen Garuda pun mencetak dua sukses. Pertama sukses melampaui target raihan medali yang semula dicanangkan hanya 80 emas. Kemudian melewati target mempertahankan posisi tiga besar yang diraih dua tahun lalu di Kamboja.
Torehan prestasi yang indah apalagi ada catatan sejarah baru sebagai raihan terbaik dalam 30 tahun sejak menjadi runner-up SEA Games Chiang Mai, Thailand 1995. Keindahan yang saat ini layak untuk dinikmati, dikenang dan dirayakan. Namun bukan harus terlena karena dua tahun lagi sudah menanti persaingan baru di SEA Games Malaysia 2027.
Baca Juga : SEA Games XXXIII 2025 > Ketum KOI Okto: Prestasi Luar Biasa, Kemenangan Bagi Seluruh Bangsa Indonesia
Akan menjadi sebuah catatan bersejarah lagi bila kenangan indah di Thailand ini mampu dijadikan pengalaman yang terindah dengan menjadi yang tercepat, tertinggi dan terkuat di Malaysia nanti. Negeri Jiran yang tahun 1977 lalu menjadi ajang pembuktian kekuatan olahraga Indonesia ketika pertama kali ikut SEA Games langsung merebut gelar juara umum. Datang, bertanding dan menang. Juga di Malaysia pada SEA Games 1989 kembali Indonesia menjadi yang terkuat.
Baik, mari nikmati dulu pengalaman dan kenangan Thailand yang menutup perhelatan SEA Games kali ini juga dengan manis dan indah. Sebagai tuan rumah, Thailand mampu kembali mengukuhkan diri sebagai juara umum sejak terakhir tahun 2017 di Malaysia. Thailand mengukuhkan diri sebagai juara umum dengan raihan 233 emas, 154 perak dan 112 perunggu (total 499).
Upacara penutupan di Stadion Nasional Rajamangala, Bangkok, Sabtu malam pun menjadi pesta kemengan yang meriah. Sebelum upacara yang bertemakan “The Sound of Whistle” ditutup ada prosesi penurunan bendera SEA Games yang kemudian diserahkan kepada Federasi SEA Games Malaysia sebagai tuan rumah berikutnya. Bendera Malaysia lalu dikibarkan.
Baca Juga : SEA Games XXXIII 2025 > Klasemen Medali: Misteri Angka Lima Indonesia Berlanjut, Thailand Lampaui 230 Emas
Malaysia ternyata sudah siap menyambut para peserta dua tahun mendatang. Dengan menampilkan pertunjukan budaya bertajuk “Rhythm in Harmony”, Malaysia memperlihatkan kesiapan pelaksanaan SEA Games mendatang. yang menggambarkan keberagaman etnis dan budaya Negeri Jiran.
Pertunjukan “The Sound of Champions” menyambut kehadiran para atlet di lapangan untuk merayakan kebersamaan.
Kebanggaan Indonesia
Kontingen Indonesia menutup rangkaian perjuangan di SEA Games Thailand 2025 dengan penuh kebanggaan pada upacara penutupan (closing ceremony) yang berlangsung di Rajamangala Stadium, Bangkok. Defile kontingen Merah Putih dipimpin langsung oleh Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia, Bayu Priawan Djokosoetono, dengan atlet ice skating Kierana Alexandra Laut dipercaya sebagai flag bearer pembawa Sang Saka Merah Putih.
Baca Juga : SEA Games XXXIII 2025: Raih 11 Emas Lagi, Kontingen Indonesia Cetak Raihan Medali Tertinggi Sejak 2011
Kepercayaan tersebut menjadi simbol semangat baru olahraga Indonesia di kawasan Asia Tenggara. Kierana, atlet berusia 17 tahun, tampil gemilang pada debutnya di SEA Games dengan mempersembahkan medali perak nomor short track speed skating mixed relay serta medali perunggu di nomor 1500 meter individual short track speed skating.
“Aku sempat shock karena persaingannya sangat ketat dan tekanannya luar biasa. Tapi tim dan rekan-rekan terus menyemangati aku. Mereka bilang aku harus percaya diri dan kita bisa. Itu yang membuat aku kuat,” ungkap Kierana mengenang perjuangannya di arena.
Dengan rasa bangga, Kierana memimpin defile Tim Indonesia yang terdiri dari sembilan atlet ice skating, jajaran official, tim Headquarter (HQ), serta Tim CdM. Kibaran Merah Putih di tengah stadion utama SEA Games tersebut menjadi penanda berakhirnya pesta olahraga Asia Tenggara 2025, sekaligus refleksi perjuangan, pengorbanan, dan dedikasi seluruh insan olahraga Indonesia.
“Aku sangat terhormat dan bersyukur karena dipercaya membawa bendera Indonesia. Jujur aku sempat takut dan nervous, tapi ini adalah kesempatan luar biasa untuk mewakili negaraku di event sebesar SEA Games,” ujar Kierana dengan penuh haru.
Baca Juga : SEA Games XXXIII 2025: Bungkam Malaysia di Final, Hockey Indoor Putra Pertahankan Emas, Gelar dan Penuhi Target
Atlet yang lahir dan besar di Kanada itu menegaskan kecintaannya pada Tanah Air. Dengan latar belakang keluarga Indonesia—ibu berasal dari Jember dan ayah dari Siantar—Kierana menyatakan tekadnya untuk terus berkembang dan membawa Indonesia melangkah lebih jauh di pentas internasional.
“Targetku pasti emas. Di SEA Games berikutnya kami akan bekerja lebih keras. We’re hungry for more. SEA Games ini membuktikan bahwa speed skating Indonesia itu kuat, dan ini menjadi stepping stone menuju Olimpiade. Setiap kali takut, kami selalu bilang: kita Tim Indonesia, kita kuat,” tegasnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diterimanya selama SEA Games. “Terima kasih untuk semua support dari federasi dan tim. Aku tidak tahu soal bonus, tapi yang terpenting buat aku adalah bisa membuat Indonesia bangga. Itu sudah lebih dari cukup,” tutup Kierana. ***