Olahraga

PON XX/2021 Papua > Jabar Terus Melesat, Jakarta Makin Tertekan

Published

on

Tambahan hanya lima emas telah cukup bagi Jawa Barat untuk tetap bertahan di puncak klasemen PON XX

Tambahan hanya lima emas telah cukup bagi Jawa Barat untuk tetap bertahan di puncak klasemen PON XX

FAKTUAL-INDONESIA: Jawa Barat (Jabar) makin kokoh memimpin klasemen perolehan medali Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2021 Papua dengan meninggalkan saingan beratnya Jawa Timur maupun Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta.

Jabar pada perburuan medali Minggu (10/19/2021) memang hanya menambah lima emas namun sudah cukup untuk tetap mengamankan singgasana pimpinan klasemen. ‘

Jabar kini mengoleksi 83 emas, 68 perak dan 73 perunggu.

Unggul sembilan emas atas Jatim yang menambah enam emas sehingga total medali yang dikumpulkan menjadi  74 emas, 63 perak,  dan 56 perunggu.

Jakarta yang hanya menambah tiga emas makin tertekan di posisi tiga dengan 71 emas, 58 perak, dan 71 perunggu.

Advertisement

Raihan emas demi emas Jabar itu mengindikasi dengan kuat juara bertahan itu akan mampu mempertahankan juara umum di Bumi Cendrawasih.

Hanya Jatim yang bisa memberikan perlawanan ketat terhadap Jabar.

Sedangkan Jakarta sudah mulai loyo dengan makin menyurutnya raihan emas dari hari ke hari persaingan yang kini tinggal lima hari lagi.

Secara total sudah dibagikan 430 emas dari total 681 yang diperebutkan. Sedangkan dari 681 nomor pertandingan sudah selesai sekitar 67 %.

Persaingan memperebutkan emas terjadi di arena kolam renang. Jabar , Jatim dan Jakarta sama-sama merebut dua emas. Jakarta masih menambah dengan emas loncat indah.

Advertisement

Pertandingan hari kedelapan, yang dihitung setelah acara pembukaan pada 2 Oktober lalu, diwarnai dua pemecahan rekor PON di lintasan atletik yang berlangsung di GOR Mimika Sport Complek, Minggu.

Pemecahan rekor tersebut terjadi di nomor lari 400 meter gawang putra, serta nomor lempar martil putra.

Yang cukup unik, terdapat tiga atlet sekaligus yang memecahkan rekor PON di nomor 400 meter tersebut, yaitu Halomoan Edwin Binsar Simanjuntak dari Jawa Barat, dan M. Khairuddin Syahputra dari Sumatera Utara dan Andrian dari Nusa Tenggara Barat (NTB).

Halomoan merebut medali emas sekaligus memecahkan rekor dengan catatan waktu 51,33 detik, disusul M. Khairuddin Syahputra (51,75 detik) dan Andrian (51,77 detik).

Rekor PON nomor 400 meter gawang putra sebelumnya dipegang oleh Andrian dengan catatan waktu 51,83 detik yang dia torehkan pada PON XIX Jawa Barat 2016 dan dengan demikian, Andrian berhasil mempertajam catatan waktunya di pesta olahraga nasional empat tahunan itu.

Advertisement

Sementara bagi Halomoan, meski dirinya berhasil mendulang medali emas, tetapi pria 20 tahun itu gagal memecahkan rekor nasional atas namanya sendiri dengan waktu 50,81 detik yang dia cetak pada SEA Games 2019 Filipina.

Sementara rekor PON di nomor lontar martil putra dipecahkan atlet Sumatera Barat Rafika Putra yang mencatat lontaran sejauh 54,05 meter. Capaian ini memecahkan catatan rekor PON yang dipegang atlet DKI Jakarta Ardiansyah Apandi dengan lontaran sejauh 52,28 meter yang ditorehkan pada PON 2016 Jawa Barat. ***

= = = = = = = = =

‘HUBUNGI KAMI’

Apakah Anda tertarik  dengan informasi yang diangkat dalam tulisan ini? Atau Anda memiliki informasi atau ide soal politik, ekonomi, hukum dan lainnya? Bagikan pengalaman dan pendapat Anda dengan mengirim email ke aagwared@gmail.com

Advertisement

Harap sertakan foto dan nomor kontak Anda untuk konfirmasi. ***

= = = = = = = = =

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version