Olahraga
NOC Indonesia Nilai Langkah Menpora Erick Cabut Permenpora 14/2024 Titik Balik Kebangkitan Olahraga Indonesia

Komite Eksekutif Komite Olimpiade (NOC) Indonesia, Krisna Bayu (tengah) diapit dua atlet peraih medali emas Olimpiade Paris 2024, Veddriq Leonardo (kiri) dan Rizki Juniansyah
FAKTUAL INDONESIA: Langkah Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mencabut Peraturan Menpora No 14 Tahun 2024 mendapat sambutan positif dari Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia).
Komite Eksekutif Komite Olimpiade (NOC) Indonesia, Krisna Bayu mengemukakan, pencabutan Permenpora 14 Tahun 2024 oleh Menpora Erick bukan saja menjadi angin segar namun juga sebuah titik balik menuju tata kelola olahraga Indonesia yang lebih baik.
“Pencabutan Permenpora Nomor 14 Tahun 2024 oleh Menpora Erick Thohir adalah momentum penting, sebuah titik balik dari kebangkitan olahraga nasional, kami percaya di tangan beliau, peta jalan olahraga Indonesia akan kembali sesuai dengan prinsip-prinsip Olympic Charter,” ujar Krisna Bayu
Menurut Krisna Bayu, keputusan ini merupakan angin segar bagi dunia olahraga Indonesia. NOC Indonesia, kata Bayu, menyambut positif langkah Erick itu.
Baca Juga : Okto Bertemu Erick Thohir, Tegaskan Pentingnya Sinergisitas Maksimal Kemenpora, NOC, dan IOCO Menuju Multievent
Keyakinan Bayu tentang peta jalan olahraga Indonesia akan kembali sesuai dengan prinsip-prinsip Olympic Charter mengingat Erick memiliki rekam jejak panjang di dunia olahraga. Mulai dari Ketua Umum PP Perbasi (2006–2010), Ketua NOC Indonesia (2015–2019), hingga Presiden SEABA dan Ketua Umum PSSI. Namanya mendunia setelah menjadi orang Asia pertama yang memiliki saham klub NBA Philadelphia 76ers, serta menjabat Presiden Inter Milan.
Selain itu, Erick Thohir juga sukses memimpin Asian Games 2018 Jakarta–Palembang yang menuai pujian internasional. Di level global, Erick Thohir masih aktif sebagai anggota Central Board FIBA sejak 2014 dan anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC) sejak 2019.
Lebih lanjut, lewat sederet pengalaman panjang di dunia olahraga nasional dan internasional, membuat Erick Thohir memahami betul aturan dan tata kelola olahraga yang berlaku di internasional. Sebab itu, kebijakan yang diambil membuka ruang kolaborasi yang lebih sehat antara pemerintah, NOC, federasi olahraga, hingga stakeholder swasta.
Baca Juga : Ketua Umum NOC Indonesia Mengaku Belajart Banyak dari Penyelenggaraan World Aquatic Championship 2025 di Singapura
Sebab itu, NOC Indonesia optimistis dengan sinergi seluruh elemen bangsa, Indonesia mampu melahirkan lebih banyak Olympian dan mengukir sejarah baru di Olimpiade mendatang.
“NOC Indonesia siap menjadi motor pemersatu, mengajak semua pihak untuk bersatu mendorong prestasi olahraga melalui perbaikan internal tata kelola. Bersamasama, kita harus memastikan Merah Putih berkibar lebih tinggi di ajang internasional,” tambah Bayu yang Ketua Umum PP Persambi.
Krisna Bayu yang juga merupakan Olympian judo di tiga edisi berbeda (1996 di Atlanta, Sydney 2000 dan Athena 2024) menilai langkah Menpora sebagai bentuk keberanian untuk menata ulang fondasi olahraga prestasi.
“Kebijakan ini memberi kepastian bagi federasi olahraga agar bisa fokus pada pembinaan atlet dan peningkatan prestasi. Kita perlu memanfaatkan momentum ini untuk menciptakan sistem yang lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada pencapaian medali,” tutup Krisna Bayu.
Erick mencabut Permenpora 14/2024 tentang Standar Pengelolaan Organisasi Olahraga Prestasi melalui Permenpora Nomor 7 Tahun 2025. Permenpora 14/2024 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku sejak tanggal diundangkan Permenpora 7/2025, yakni 22 September 2025.
Baca Juga : Tanggapi Niat KOI/NOC Indonesia Bentuk Organisasi Baru, Ketum PB PTMSI Peter Layardi Lay Ingatkan Sudah Ada Putusan Inkrah Mahkamah Agung
Pahami Tata Kelola Organisasi
Sementara itu Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Binaraga dan Fitness Indonesia (PP PBFI) Irwan Alwi mendukung langkah Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir, mencabut Permenpora 14 Tahun 2024 yang ditandatangani Menpora sebelumnya Dito Ariotedjo pada 18 Oktober 2024.
“Keputusan Menpora Erick Thohir patut mendapat pujian. Itulah Gambaran sosok Erick Thohir yang memahami tentang tata kelola Organisasi olahraga dan tepat Pak Presiden Prabowo menunjuknya,” kata Irwan Alwi di Jakarta, Rabu (23/9/2025).
Permenpora Nomor 14/2024 sempat menuai polemik dan kritik dari kalangan insan olahraga. Pasalnya, pemerintah dinilai bisa melakukan intervensi yang terlalu jauh ke dalam federasi olahraga dengan aturan tersebut.
Yang lebih mengagetkan lagi, kata Irwan Alwi, Menpora Erick berani mengumumkan pemangkasan 191 Permenpora menjadi di bawah 20 Permenpora. Pemangkasan itu akan dikoordinasikan dengan Menteri Hukum dengan membentuk tim bersama dengan Kemenpora.
“Menpora Erick Thohir cukup jeli dimana tidak pernah dilihat Menpora sebelumnya terkait hal itu Dan, saya yakin pemangkasan Permenpora ini akan bermanfaat untuk kemajuan dunia olahraga Indonesia ke depan,” tutupnya. ***