Connect with us

Olahraga

Lebih dari Sekadar Turnamen, Hampir Semua Pemain Top Indonesia Ramaikan Ernst Gultom Memorial 2026

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Kehadiran mereka menjadikan Ernst Gultom Memorial 2026 sebagai salah satu turnamen nasional paling bergengsi tahun ini.

Kehadiran hampir semua pemain top Indonesia  menjadikan Ernst Gultom Memorial 2026 sebagai salah satu turnamen nasional paling bergengsi tahun ini. (Ist)

Oleh: Bert Toar Polii – Tukang Bridge

FAKTUAL INDONESIA: Hampir seluruh pemain papan atas Indonesia dipastikan akan tampil meramaikan Ernst Gultom Memorial Bridge Tournament 2026 yang akan digelar pada 1–2 Agustus 2026 di Xendit Hall, Menara Sentraya, Jalan Iskandarsyah Raya No. 1A, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Turnamen ini merupakan puncak dari rangkaian empat seri Invitational Online Bridge Tournament yang selama empat bulan berturut-turut diselenggarakan melalui Bridge Base Online (BBO).

Dari empat seri tersebut terpilih 10 tim terbaik, kemudian ditambah dua tim undangan yang sebelumnya juga pernah mengikuti seri online. Dengan demikian, sebanyak 12 tim akan bertanding secara langsung (face-to-face/F2F) memperebutkan total hadiah Rp58 juta.

Menariknya, hampir seluruh pemain yang selama ini menghiasi jajaran pemain elite bridge Indonesia akan tampil pada turnamen ini. Kehadiran mereka menjadikan Ernst Gultom Memorial 2026 sebagai salah satu turnamen nasional paling bergengsi tahun ini.

Daftar Peserta

  1. Djarum Bold

Monica Ayu T.

Ego Agnes A.

Advertisement

Fransisca T.

Hasyimi

Nettin Erinda

Kamto (PC)

  1. Djarum Black

Anthony S.

Agus K.

Advertisement

Leslie G.

Kristina W.

Jemmy B.

Paulus S. (PC)

  1. Djarum LA

Della Ayu N.

Desy Noervita

Advertisement

Ernis Sefita

Yunita Fytry

Conny S.

Rury Andhani (PC)

  1. Djarum Super

Tanudjan S.

Apin Nurhalim

Advertisement

Sugeng T.

Sie Santoso

Slamet S.

Bert Toar Polii (PC)

  1. Ganesha ISR

Rachma Shaumi (PC)

Tonny Sastramihardja

Advertisement

Stefanus E. W.

Khansa S. Ramadhan

Amanda Bagus T.

  1. G Apical

Jeffrey Laoh

Adjat A.

Syahrial Ali (PC)

Advertisement

Noldy Ngantung

Giovani Watulingas

Hendrik V. Manoppo

  1. Mekadata

Taufik Asbi (PC)

Vincent N.

David P. H.

Advertisement

Robert Tobing

Julius A. George

  1. Alunand

Hendra Railis

Herry Gere (PC)

Mahkota Ananda

Desmondri

Advertisement

Aria Nagasastra

Nursamsi

  1. MABI

Kelik Irwantono

Very Pangkerego

Johan Mamesah

Dadan Waradia

Advertisement

Adyatmaka A. Satya

Mukhiban Darmabakti

Christian Papendang (NPC)

  1. BTC

Thoriq

Sacchariawan I. P.

Ferry Nardo S. T.

Advertisement

Youberth J. Sumarauw

Ronny Eltanto

  1. Jaya Abadi

Vicky Sanjaya

Tatang Kristiadi

Santje Panelwen

Suci Amita Dewi

Advertisement

Lusye O. Bojoh

Joice Tueje

  1. Bhineka

Handojo Susanto (PC)

Eka Wahyu Kasih

Krismartha Gani

Hartono

Advertisement

Hok Hien

Juniarto Hadimartono

Hybrid Tournament yang Semakin Populer

Ernst Gultom Memorial merupakan puncak dari kompetisi Hybrid Bridge Tournament, sebuah format yang menggabungkan pertandingan online dan tatap muka.

Empat seri penyisihan dimainkan secara online melalui Bridge Base Online (BBO), sedangkan grand final mempertemukan para finalis secara langsung di Jakarta.

Advertisement

Model seperti ini semakin diminati karena jauh lebih efisien. Peserta tidak perlu mengeluarkan biaya perjalanan, akomodasi, maupun penginapan selama babak penyisihan. Hanya tim yang lolos ke grand final yang harus hadir di lokasi pertandingan.

Selain menghemat biaya, format hybrid juga memberi kesempatan kepada lebih banyak pemain dari berbagai daerah untuk berkompetisi di level tertinggi tanpa terbebani biaya perjalanan yang besar.

Bukan tidak mungkin, model turnamen seperti ini akan menjadi salah satu standar penyelenggaraan kompetisi bridge di Indonesia pada masa mendatang.

Lebih dari Sekadar Turnamen

Bridge memang dikenal sebagai olahraga otak.

Advertisement

Namun bagi mereka yang telah lama berkecimpung di dunia ini, bridge juga merupakan tentang persahabatan, loyalitas, dan kenangan.

Turnamen memorial selalu memiliki makna yang berbeda dibandingkan turnamen biasa. Setiap kartu yang dimainkan seolah menjadi pengingat bahwa pernah ada seseorang yang memberikan warna dalam perjalanan komunitas bridge Indonesia.

Ernst Gultom adalah salah satu sosok tersebut.

Dedikasi dan kecintaannya terhadap olahraga bridge telah meninggalkan jejak yang mendalam di hati komunitas bridge Indonesia. Dukungannya terhadap berbagai kegiatan bridge membuat namanya tetap dikenang hingga hari ini.

Karena itu, Ernst Gultom Memorial bukan sekadar ajang memperebutkan gelar juara. Lebih dari itu, turnamen ini menjadi bentuk penghormatan terhadap warisan seorang pecinta bridge yang telah memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan olahraga ini di Indonesia.

Advertisement

Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya patut disampaikan kepada Prof. Dr. Miranda Swaray Goeltom, S.E., M.B.A., Ph.D., yang kembali menjadi sponsor utama sekaligus pemrakarsa terselenggaranya Ernst Gultom Memorial 2026. Berkat komitmen dan kepeduliannya, semangat untuk mengenang sekaligus melanjutkan perjuangan almarhum Ernst Gultom dalam memajukan bridge Indonesia tetap hidup dan terus menginspirasi.

Dapat Disaksikan Secara Langsung

Bagi pecinta bridge yang tidak dapat hadir di Jakarta, seluruh pertandingan akan disiarkan langsung melalui Bridge Base Online (BBO).

Selain itu, hasil pertandingan setiap papan dapat dipantau secara real-time melalui Bridge Pocket, aplikasi karya anak bangsa yang kini semakin dikenal di kalangan pemain bridge Indonesia.

Selama dua hari pertandingan, para penggemar bridge dari seluruh Indonesia bahkan dunia dapat mengikuti jalannya pertandingan secara langsung, seolah-olah berada di ruang pertandingan.

Advertisement

Ernst Gultom Memorial 2026 bukan hanya menghadirkan persaingan sengit antarpemain terbaik Indonesia, tetapi juga menjadi perayaan persahabatan, sportivitas, dan penghormatan kepada sosok yang telah mendedikasikan sebagian hidupnya bagi perkembangan olahraga bridge nasional. Sebuah turnamen yang bukan hanya dikenang karena para juaranya, tetapi juga karena nilai-nilai yang diwariskannya. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement