Ekonomi
Mulai Diekspor, Kementan: Tanaman Stevia Bakal Jadi Komoditas Masa Depan

FAKTUAL-INDONESIA: Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Dedi Junaedi mengatakan tanaman Stevia akan menjadi komoditas potensial di masa depan.
“Stevia ini menurut analisa kami menjadi komoditas masa depan. Pertama memang kaitannya dengan pandemi. Sektor pertanian menjadi bantalan dalam pandemi,” ujar Dedi saat pelepasan ekspor perdana Stevia di Desa Tountimomor, Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (28/9/2021).
Karena itu, menurut dia, hampir semua komoditas pertanian Sulut, ekspornya tumbuh positif, dan sekarang bertambah lagi ragamnya setelah Stevia menjadi komoditas ekspor.
“Kenaikannya cukup signifikan (Stevia), karena dari tidak ada menjadi ada, naiknya tidak berhingga kalau dihitung secara matematika dari nol menjadi langsung ekspor,” ujarnya.
Tanaman Stevia merupakan bahan pemanis pengganti gula tebu yang diklaim lebih sehat karena memiliki kalori yang rendah dan telah lama dikenal di negara – negara maju seperti Korea dan Jepang.
Pasar tanaman Stevia di luar negeri sangat tinggi karena diproduksi sebagai pemanis pengganti gula tebu untuk produk makanan, minuman, dan kosmetik.
“Terima kasih atas sinergitas pemerintah pusat, provinsi, kabupaten pelaku bisnis dan para petani sehingga acara ini (ekspor perdana Stevia) bisa berlangsung sukses,” ujarnya.
Terkait gula, menurut dia, harus diingat lagi soal sejarahnya, karena zaman Belanda, Indonesia menjadi pengekspor gula tebu terbesar di dunia.
“Akan tetapi sekarang ini, menjadi negara pengekspor gula tebu terbesar, kalau tidak nomor satu, nomor dua, gantian dengan RRC,” katanya.
Dia menambahkan misi Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo adalah bagaimana membangun pertanian maju, mandiri, dan modern, termasuk di dalamnya mendorong Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks).
“Gratieks Stevia sudah tercapai, Stevia kami di Ditjenbun termasuk komoditas pengembangan, sudah melebihi target Pak Menteri,” katanya.
Dua Ton
Dua ton tanaman stevia diekspor perdana ke Korea Selatan, setelah berhasil dibudidayakan selama beberapa bulan di Desa Tountimomor, Kakas Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.
“Pemprov Sulut akan selalu mendukung ekspor pertanian, terlebih beberapa waktu yang lalu Sulut melalui Bapak Gubernur, Olly Dondokambey menerima penghargaan Abdi Bakti Tani langsung dari Presiden Republik Indonesia,” sebut Kepala Dinas Perkebunan Sulut, Yeittij Fonnie Roring di Minahasa, Selasa (28/9/2021).
Stevia Farm Korea memutuskan Sulut sebagai daerah yang paling tepat untuk pengembangan tanaman berdaun manis tersebut dan akhirnya sukses dibudidayakan.
Direktur Utama PT Bejana Kasih Sempurna, Oktavianus yang dipercaya Stevia Farm Korea sebagai pengelola perkebunan tersebut mengungkapkan, penyiapan lahan dan penanaman bibit sudah dilakukan dari tahun lalu dan terus dikembangkan sampai sepuluh tahun ke depan.
“Tanaman stevia merupakan bahan pemanis pengganti gula tebu yang diklaim lebih sehat karena memiliki kalori yang rendah, terbukti tanaman ini telah lama populer di negara-negara maju seperti Korea dan Jepang,” ujar Oktavianus.
Kepala Karantina Pertanian Manado, Donni Muksydayan Saragih mengatakan, ke depan Stevia Farm berencana mengembangkan perkebunan tersebut hingga 40.000 hektare bermitra dengan petani lokal.
“Pasarnya di luar negeri sangat besar karena stevia ini akan diproduksi sebagai pemanis pengganti gula tebu untuk produk makanan, minuman dan kosmetik. Pemerintah daerah dan semua pihak akan mendukung investasi ini,” ungkapnya.
Ekspor perdana stevia oleh perusahaan tersebut menambah deretan eksportir baru Sulut tahun ini, total keseluruhan ada 16 eksportir baru yang dominasi oleh kaum milenial.
Ekspor perdana stevia sebanyak dua ton tersebut dilepas oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulut, Yeittij Fonnie Roring, didampingi jajaran Kementan yakni staf khusus, Erick Tamalagi, Direktur Pengolahan Pemasaran Hasil Perkebunan Perkebunan, Dedi Junaedi, Kepala Karantina Pertanian Manado, Donni Muksydayan, Kepala Kantor Beacukai Sulbagtara, Cerah Bangun serta perwakilan pemerintah daerah sekitar. ***