News
Pengurangan Pekerjaan Selama 2020, Lebih Banyak Dialami Kaum Perempuan

Suasana pertemuan G20 Empower. (Foto: Istimewa)
FAKTUALid – Direktur & Chief Strategic Transformation and Information Officer PT XL Axiata Tbk (XL Axiata), Yessie D Yosetya, mengingatkan pentingnya keberadaan ‘jalur bakat untuk perempuan’ (female talent pipeline) untuk memastikan kaum perempuan memiliki kesempatan yang sama menuju posisi manajemen senior di semua sektor industri.
Menurut Yessie D Yosetya saaat berbicara sebagai Chair dalam Forum G20 Empower Indonesia, dalam beberapa dekade terakhir, kesetaraan gender dan partisipasi perempuan memajukan ekonomi terus meningkat. “Tapi jalur bakat bagi mereka justru semakin menyempit ,” ujarnya, Minggu (16/8/2021).
Mengutip data Global Gender Gap Report (GGGR) 2021, dia menyebut, hanya 27% dari peran kepemimpinan dalam posisi manajerial merupakan perempuan. Dalam hal kesetaraan gender, angka ini menunjukkan sedikit kemajuan dibandingkan satu tahun lalu, namun masih tetap kurang terwakilkan secara signifikan.
Menurut Yessie, kondisi semakin buruk lagi karena adanya dampak dari pandemi Covid-19. Mengutip data Organisasi Buruh Internasional (ILO), pengurangan pekerjaan tahun 2020 lebih tinggi menerpa perempuan daripada kepada pria. “Oleh karena itu, pandemi juga memunculkan kendala baru bagi upaya meningkatkan kesetaraan gender di seluruh dunia, termasuk pada jalur bakat bagi perempuan,” ujarnya.
Setelah berinvestasi pada pegawai perempuan saat mereka memasuki posisi junior, kata dia, pengusaha memang sering kehilangan keberadaan mereka karena gagal mempertahankan talenta di jenjang yang lebih tinggi. Hal ini senada dengan kekhawatiran yang sempat mengemuka di dalam Forum Ekonomi Dunia 2020.
Data ILO juga menyebutkan, pada 2019, nilai keikutsertaan tenaga kerja perempuan adalah 27% di bawah nilai kaum pria. Secara global, berdasarkan penghitungan pertimbangan populasi rata-rata, hampir 80% dari pria berumur 15-64 tahun berada dalam tenaga kerja versus hanya 52.6% dari perempuan dalam kelompok usia yang sama. Hal ini merupakan sebagian dari penjelasan mengapa kesenjangan gender dalam keikutsertaan tenaga kerja bertahan di atas 35%, berdasarkan data GGGR 2021.
Untuk itu, Yessie menyerukan agar sektor swasta dan publik fokus melindungi jalur bakat perempuan dari berbagai rintangan yang akan datang di masa depan sebagai upaya memperjuangkan kesetaraan gender. Menurutnya, pada pleno kedua Forum G20 Empower yang berlangsung pada 4 Mei 2021 lalu, berhasil dirumuskan beberapa langkah yang dianggap efektif dan diperlukan untuk segera dilaksanakan.***