News
Mau Ambil Topi, Warga Blitar Tewas di Dalam Sumur

Jazad koban saat dievakuasi. (Foto: Istimewa)
FAKTUALid – Seorang warga Desa Pagergunung, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar tewas terjatuh di dalam sumur berkedalaman 15 meter milik tetangganya sendiri. Korban Sutarto (54) yang berprofesi sebagai penggali sumur itu meregang nyawa saat hendak mengambil topinya yang jatuh ke dalam sumur.
Menurut Kapolsek Kesamben, Iptu Eko Sudjoko, musibah itu terjadi saat korban mendapat tugas untuk membersihkan dan memperdalam sumur milik tetangganya, Eko Prasetyo (35) pada Selasa (10/8/2021) sore. “Korban baru berhasil dievakuasi sekitar 2 jam kemudian,” ujarnya, Rabu (11/8/2021).
Kronologis kejadian bermula saat korban bersama temannya yang masih satu kampung, Alfari (31), mendapat order untuk memperdalam sumur. Korban diminta untuk menggali sumur yang airnya sudah mulai keruh itu, hanya 1 meter saja dari 15 meter menjadi 16 meter.
Korban turun ke dalam sumur untuk melakukan penggalian dan temannya bertugas menarik ember berisi galian tanah ke atas sumur. Keduanya sudah memasang blower untuk mengalirkan udara segar ke dalam sumur, ketika korban hendak turun ke bawah.
Sekitar satu jam kemudian, pekerjaan selesai, dan korban naik ke atas sumur. Blower untuk mengalirkan udara ke dalam sumur langsung dimstikan. Tak lama kemudian, topi yang dikenakan korban terjatuh ke dalam sumur.
Korban terpaksa turun lagi untuk mengambilnya. Saat hendak naik kembali, korban terpeleset dan jatuh ke dasar sumur. Korban berusaha naik lagi dengan berpegangan tali yang dijulurkan temannya, tapi terjatuh lagi dan tidak bergerak.
Teman korban yang berada di atas tidak berani turun dan langsung meminta bantuan tetangga, tapi tak ada yang berani turun. Korban diduga kehabisan oksigen karena saat kejadian, blower sudah terlanjur dimatikan.
Korban baru berhasil dievakuasi setelah petugas datang dengan menggunakan peralatan lengkap. Tidak ditemukan ada tanda-tanda bekas kekerasan dan pihak keluarga menerima kematian korban. Mereka menolak saat korban hendak dioutopsi.***