News
Lima Hari Menghilang, Ramadhan Ditemukan Sudah Jadi mayat
Jazad korban saat dievakuasi. (Foto: Istimewa)
FAKTUALid – Warga Dusun/Desa Kweden Kembar, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto digegerkan oleh penemuan sesosok mayat diantara rerimbunan tanaman eceng gondok di Sungai Avour. Belakangan diketahui, korban bernama Ramadhan Guruh Prajatama (22) warga Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto yang dilaporkan hilang sejak 5 hari sebelumnya.
Menurut Kapolsek Mojoanyar, AKP Anwar Iskandar, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Sebelumnya korban sering kali linglung (depresi/stres) dan sering mengurung diri di rumah akibat berhenti kerja,’ ujarnya, Sabtu (14/8/2021).
Pengungkapan kasus itu bermula saat salah satu seorang saksi yang hendak membersihkan sampah di sungai itu, melihat ada sesosok mayat dalam posisi tertelungkup di rerimbunan eceng gondok. Saksi langsung memberitahukan temuan itu ke warga lain, yang selanjutnya diteruskan ke polisi.
Tim Identifikasi Satreskrim Polres Mojokerto yang melakukan pemeriksaan meyakini bahwa korban yang bagian wajahnya sudah tidak bisa dikenali itu adalah Ramadhan Guruh Prajatama, yang menghilang dari rumah sejak Senin (9/8/2021).
Pihak keluarga yang dihubungi, mengenali korban dari tanda lahir di atas telinga kanan, bekas operasi di jari manis kanan, hingga sandal dan pakaian yang dikenakan korban. Menurut sepupu korban, Andhika (28) dirinya sering melihat korban seperti orang linglung dan mengurung diri di rumah, sejak berhenti kerja.
Korban menghilang saat sedang membantu membangun rumah milik kakaknya di Dusun Kweden Kulon, Desa Kweden Kembar, Kecamatan Mojoanyar. Waktu itu, kata dia, korban menghilang saat istirahat siang sekitar pukul 14.00 WIB. Korban tidak kelihatan batang hidungnya hingga sore hari dan diduga sudah pulang ke rumahnya. Tapi saat dicek, ternyata di rumahnya, korban tidak ditemukan.
Karena dicari tak kunjung ketemu, keesokkan harinya pihak keluarga yang mulai khawatir, melaporkan hilangnya korban itu ke polisi “Anaknya memang pendiam, akhir-akhir ini dia sering terlihat bingung,” ujarnya.
Jazad korban langsung dievakuasi ke RSUD Prof Soekandar Mojosari untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut terkait penyebab kematian. Hasil visum luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.***