News
Diplomasi Vaksin Menlu Retno, Sukses Datangkan Jutaan Moderna dan AstraZenecca

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat tiba di Washington DC, Amerika Serikat, Minggu (1/8/2021)
FAKTUALid – Hari ini Senn (2/8/2021) dan kemarin, Minggu, vaksin bantuan dari Inggris dan Amerika Serikat tiba di Indonesia. Datangnya vaksin AstraZenecca dan Moderna ini menjadi bukti sukses diplomasi vaksin dari Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam upaya menangani pandemi virus corona (Covid-19) di Indonesia maupun dunia.
Menlu Retno yang kini masih berada di Washington memenuhi undangan undangan Menlu AS Antony Blinken mengemukakan, Senin, 2 Agustus 2021, sekitar pukul 15.40, Indonesia akan menerima 620.000 vaksin Astra Zeneca dukungan kerja sama dose-sharing bilateral dari Pemerintah Inggris. Dukungan vaksin tahan ke-33 dari Inggris ini juga merupakan hasil komunikasi intensif yang dilakukan dengan Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab.
Sehari sebelumnya, Indonesia menerima hibah vaksin Moderna sebanyak 3,5 juta dosis dari pemerintah AS . Vaksin yang tiba hari ini dalam kedatangan tahap ke-32 merupakan hasil kerja sama multilateral dengan skema COVAX Facility.
“Ini adalah ketibaan vaksin Moderna dari AS tahap 3,” ujar Menlu Retno.
Sebelumnya, Indonesia telah menerima 4.500.160 dosis vaksin dari AS dalam 2 tahap. Tahap pertama 3.000.060 dosis vaksin dan tahap kedua 1.500.100. Dengan ketibaan hari ini, maka jumlah vaksin Moderna, dukungan kerja sama Pemerintah AS melalui COVAX Facility yang telah diterima Indonesia adalah 8.000.160 dosis vaksin jadi.
Dalam kunjungan kerja sama ke AS, Menlu melakukan pertemuan pertama di hari yang sama dengan hari ketibaan yaitu pertemuan dengan Kurt Campbell, Deputy National Security Council White House yang juga memiliki portofolio sebagai Koordinator Indo-Pasifik pada Dewan Keamanan Nasional AS.
Menurut Retno, selain berbagai isu strategis di kawasan, pertemuan tersebut juga membahas kerja sama penanganan COVID-19. Sebagai hasil diskusi yang intensif baik dengan Secretary Blinken maupun dengan NSA Jack Sullivan, Amerika Serikat telah memberikan tambahan dukungan vaksin dose-sharing AS melalui COVAX Facility, sebanyak 3.5 juta dosis vaksin jadi yang sudah tiba di Jakarta.
Menlu Retno menambahkan, Indonesia juga akan menerima 620.000 vaksin Astra Zeneca dukungan kerja sama dose-sharing bilateral dari Pemerintah Inggris. Dukungan vaksin dari Inggris ini juga merupakan hasil komunikasi intensif yang dilakukan dengan Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab.
“Diskusi terakhir untuk mematangkan kerja sama dose sharing ini saya lakukan dengan Secretary Raab di sela-sela pertemuan G-20 di Mattera, Italia pada tanggal 29 Juni 2021 lalu,” ujarnya.
Menlu Retno menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Pemerintah AS atas dukungan tambahan vaksin. Juga kepada Pemerintah Inggris. Menurutnya, kerja sama melalui dose-sharing mechanism merupakan salah satu cara yang penting untuk dilakukan agar dunia dapat keluar dari pandemi ini.
Dengan ketibaan vaksin Moderna 3,5 juta ini, maka dalam catatan Kementerian Luar Negeri, Indonesia telah menerima di titik ketibaan 178.357.880 dosis vaksin yang terdiri dari vaksin curah atau bulk sebesar 144.700.280 dan vaksin jadi sebesar 33.657.600. Jika dipilah lagi dari sisi sumbernya maka dari COVAX Facility, saat ini Indonesia telah menerima pengiriman sebanyak 19.704.960 dosis vaksin secara gratis dan semuanya merupakan vaksin yang sudah jadi.
“Pemerintah akan terus bekerja keras untuk mengamankan pengadaan vaksin bagi kepentingan rakyat Indonesia,” ujarnya.
Kesenjangan Vaksin Dunia
Dalam bagian lain Retno Marsudi mengungkapkan, selama sepekan terakhir, dunia masih menghadapi kenaikan kasus global. Pada 30 Juli 2021, Dirjen WHO bahkan sampaikan dalam 4 pekan terakhir atau sebulan terakhir, kenaikan kasus global meningkat 80% akibat varian Delta.
“Banyak negara khususnya di kawasan Asia Tenggara mengalami kenaikan signifikan. Kerja keras bersama penting untuk dilanjutkan agar tren penurunan terus terjadi di Indonesia,” ujar Menlu Retno saat menyambut kedatangan vaksin Moderna dan AstraZenecca dari Washington DC, Minggu (1/8/2021).
Menurutnya angka kematian di dunia juga mengalami kenaikan sebesar 10% dibanding pekan lalu. Pada periode tanggal 19-25 Juli 2021, WHO juga mencatat jumlah kematian sebesar 69,000 orang atau naik sebesar 21% dari pekan sebelumnya.
Menlu Retno juga menyebut, Dirjen WHO juga masih memberikan perhatian terhadap kesenjangan vaksinasi di tingkat global yang masih lebar. Pada pekan ini, jumlah dosis yang telah disuntikkan berbanding populasi di kawasan Eropa sebesar 84,9%, kawasan Amerika Utara sebesar 82,5%. Sedangkan di kawasan Afrika baru 4,6% dan kawasan ASEAN baru 21,7%. Indonesia sendiri, hingga saat ini telah menyuntikkan lebih dari 67 juta dosis vaksin COVID-19, tepatnya 67.761.337 dosis, sekitar 24,49% dari total populasi Indonesia.
Dia berharap, dengan terus berdatangannya vaksin dari berbagai sumber ke Indonesia dapat mempercepat program vaksinasi bagi masyarakat Indonesia. Yang pada akhirnya dapat menekan penyebaran virus COVID-19 dan menekan angka hospitalisasi juga kematian.
“Insya Allah dengan kerja keras, disiplin, bersatu seraya terus berdoa, kita bangsa Indonesia dapat segera keluar dari krisis ini,” ujar Menlu Retno. ***