Ekonomi
Bank Indonesia Segera Dorong UMKM Dengan Empat Kebijakan Utama

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti
FaktualID – Dalam upaya mendorong kredit perbankan pada sektor pembiayaan inklusif dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Bank Indonesia segera meluncurkan meluncurkan kebijakan rasio pembiayaan inklusif makroprudensial (RPIM).
Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti dalam peluncuran buku ‘Kebijakan Makroprudensial di Indonesia’, Jumat (28/5/2021), mengatakan, perluasan tersebut akan dilakukan melalui 4 poin utama.
Pertama, perluasan definisi UMKM menjadi pembiayaan inklusif ekonomi subsistem. Kedua, perluasan mitra perbankan dalam penyaluran kredit UMKM.
Ketiga, inovasi perluasan opsi penyaluran kredit secara tidak langsung melalui pembelian surat berharga inklusif. Keempat, insentif bagi bank yang mendorong korporatisasi untuk sektor UMKM dan sektor prioritas.
Destry menilai, kebijakan makroprudensial untuk UMKM menjadi penting mengingat besarnya peranan sektor tersebut terhadap perekonomian nasional. “Kebanyakan penduduk kita juga belum mendapatkan layanan perbankan secara optimal,” ucapnya.
Kebijakan baru ini untuk melengkapi beberapa kebijakan makroprudensial untuk mendorong kredit telah lebih dulu diluncurkan oleh BI. Mulai dari kelonggaran Loan to Value (LTV), hingga menurunkan uang muka Kredit Perumahan Rakyat (KPR) dan kredit otomotif.
Aneka kebijakan itu diharapkan dapat mendorong konsumsi masyarakat di tengah pandemi Covid-19. “Sekaligus mendorong pemulihan sektor properti dan otomotif yang kita tahu memiliki backward dan forward linkages yang cukup tinggi terhadap sektor-sektor ekonomi lainnya,” katanya. ***